Kacamata Ray-Ban Meta dengan penutup LED anti-rekam terpasang

Stiker Murah Berhasil Bypass Fitur Anti-Rekam Kacamata Meta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Stiker murah USD 16,99 berhasil membypass fitur LED anti-rekam pada Meta Glasses
  • Produk terdiri dari plastik berlubang dan stiker hitam yang menutupi indikator LED
  • Penutup untuk Oakley Meta Vanguard dijual USD 15 untuk 10 buah dan lebih efektif
  • Meta telah merilis pembaruan software untuk menonaktifkan kamera jika LED rusak
  • Meta akan memblokir akun pengguna yang terbukti membypass fitur privasi
  • Perusahaan sedang mengembangkan cara mendeteksi gangguan pada sistem LED

Telset.id – Fitur keamanan berupa LED yang menyala saat merekam pada kacamata pintar Meta Glasses ternyata masih bisa dibobol. Sebuah stiker murah seharga belasan dolar terbukti efektif memblokir indikator perekaman tersebut, memicu kekhawatiran baru tentang privasi pengguna di sekitarnya.

Pengujian langsung yang dilakukan terhadap beberapa produk aksesori ini menunjukkan hasil yang mengejutkan. Stiker yang kerap dijual sebagai “aksesori privasi” ini bekerja tanpa merusak komponen LED sama sekali, sehingga berhasil mengelabui sistem keamanan bawaan Meta.

Produk-produk tersebut umumnya terdiri dari dua bagian: selembar plastik bening kecil dengan lekukan tertentu dan stiker hitam yang ditempel di atasnya. Lekukan pada bagian bawah memungkinkan sedikit cahaya mencapai sensor kacamata, sementara stiker hitam berfungsi menutupi LED dari pandangan orang lain.

Kit yang diuji dibanderol dengan harga USD 16,99 dan sudah termasuk selusin stiker serta pinset kecil untuk membantu pemasangan. Meskipun bukan penutup yang sempurna—masih ada sedikit cahaya yang terdeteksi jika dilihat dari jarak dekat atau dari sudut tertentu—cahaya tersebut tidak cukup untuk disadari oleh orang awam.

Hasilnya, saat digunakan di luar ruangan dengan stiker terpasang, LED pada kacamata Ray-Ban Meta generasi kedua sama sekali tidak terdeteksi. Yang lebih mengkhawatirkan, stiker-stiker ini tidak pernah memicu peringatan dari Meta untuk membuka blokir LED.

Kacamata Ray-Ban Meta dengan penutup pada LED.

Fenomena ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Meta dalam mengamankan produk kacamata pintarnya. Perusahaan tersebut memang telah merilis pembaruan perangkat lunak wajib yang secara permanen menonaktifkan kamera jika LED rusak secara fisik. Namun, produk-produk ini tidak merusak LED, melainkan hanya menghalangi pandangan terhadapnya.

Bahkan, penjual yang sama juga menawarkan penutup LED yang lebih efektif untuk kacamata Oakley Meta Vanguard. Produk ini berupa satu potong plastik yang dijepitkan langsung di atas LED, tampak seperti aksesori resmi. Dengan harga USD 15 untuk 10 penutup, cahaya indikator perekaman menjadi sepenuhnya tidak terlihat.

Produk-produk serupa mudah ditemukan di platform belanja online seperti Amazon. Puluhan video di YouTube dan TikTok bahkan mempromosikan perangkat ini, beberapa di antaranya tampak lebih efektif daripada versi yang telah diuji.

“Saya bilang sekarang, pembaruan baru itu tidak akan berpengaruh apa-apa karena sensornya tidak tahu bahwa ia sedang diblokir,” ujar seorang kreator TikTok dalam video demonstrasi. “Berhentilah panik dan tidak, ini tidak menyeramkan.”

Pernyataan tersebut jelas keliru. Membypass fitur privasi Meta adalah tindakan yang melanggar ketentuan layanan perusahaan dan dapat berakibat pada pemblokiran akun jika tertangkap.

Kepala Instagram, Adam Mosseri, telah menyatakan bahwa perusahaan akan memblokir pengguna yang mengunggah konten pelecehan menggunakan kacamata yang dimodifikasi. Namun, efektivitas penegakan kebijakan ini masih dipertanyakan.

Meskipun Meta dapat mendeteksi gambar yang diambil dari kacamata dengan LED rusak, stiker-stiker ini menjaga komponen fisik tetap utuh. Hal ini membuat pelacakan pengguna yang membypass fitur keamanan menjadi lebih sulit dilakukan.

Meta belum memberikan tanggapan saat dimintai komentar. Namun, setelah publikasi artikel, perusahaan memberikan pernyataan resmi.

“Produk dan orang-orang yang menemukan cara untuk mengelabui perlindungan privasi bawaan ini melanggar kebijakan kami, jadi kami sedang menjajaki cara untuk memperkuat kemampuan kami mendeteksi gangguan semacam itu dan menonaktifkan kamera,” ujar Meta dalam pernyataannya.

“Selain itu, kami menghapus iklan, unggahan, dan listing Marketplace yang mempromosikan layanan perusakan, dan kami akan mengambil tindakan terhadap pelanggar—hingga dan termasuk memblokir akun mereka.”

Maraknya pasar aksesori semacam ini menggarisbawahi dilema yang dihadapi Meta. Perusahaan tersebut jelas berusaha mengantisipasi reaksi negatif publik terhadap produk kacamata pintarnya, namun masyarakat terus menemukan cara untuk mengelabui pembatasan yang diterapkan.

Sementara itu, pengguna kacamata Meta perlu menyadari bahwa penggunaan stiker semacam ini tidak hanya melanggar kebijakan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum dan sosial. Di sisi lain, pihak yang berada di sekitar pengguna kacamata pintar juga perlu meningkatkan kewaspadaan mereka.

Ke depannya, Meta perlu menemukan solusi yang lebih efektif untuk mengatasi celah keamanan ini. Kemampuan untuk mendeteksi gangguan pada sistem LED menjadi prioritas utama, mengingat metode berbasis perangkat lunak saja terbukti belum cukup untuk menghentikan praktik perekaman tersembunyi.

Bagi konsumen yang mempertimbangkan untuk membeli kacamata pintar, penting untuk memahami bahwa meskipun produk ini menawarkan berbagai fitur menarik, masalah privasi tetap menjadi isu yang belum sepenuhnya terselesaikan. Keputusan untuk menggunakan perangkat ini harus disertai dengan pemahaman tentang risiko dan tanggung jawab yang menyertainya.

[VIDEO 1]

[VIDEO 2]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.