Telset.id – XREAL a01 menghadirkan pengalaman menonton film yang imersif lewat layar virtual setara 147 inci, namun pengguna perlu mempertimbangkan beberapa keterbatasan fungsionalnya. Kacamata pintar yang dirilis pada Mei tahun ini ini menawarkan pendekatan berbeda dalam konsumsi media, tetapi kenyamanan dan kepraktisannya masih menjadi pertanyaan besar bagi para pecinta film.
Perangkat ini pada dasarnya berfungsi sebagai monitor eksternal yang menempel di wajah. Berbeda dengan kacamata AR canggih seperti Meta Orion atau Snap’s Specs yang kaya fitur software, XREAL a01 tidak memiliki baterai internal. Pengguna cukup mencolokkan kabel USB-C ke perangkat sumber seperti laptop atau konsol gim genggam untuk mengaktifkannya.
XREAL memasarkan produk ini dengan harga sekitar USD 300 atau setara Rp 4,8 jutaan. Meski dioptimalkan untuk bermain gim dengan dukungan Steam Deck, XREAL juga mengiklankan kacamata ini sebagai sarana menonton film dan acara TV.
Kualitas Gambar dan Pengalaman Menonton
Dari sisi tampilan, XREAL a01 memberikan kualitas gambar yang mengesankan. Ditenagai dual mini OLED panel dengan resolusi 1080p dan kecerahan hingga 1.600 nits, warna yang dihasilkan sangat hidup dan vibrant. Saat diarahkan ke dinding, efeknya terasa seperti menggunakan proyektor rumah yang sangat jelas, atau berada di bioskop drive-in. Di ruangan gelap, sensasi menontonnya semakin mendekati pengalaman di dalam bioskop.
Namun, muncul pertanyaan mendasar: mengapa harus memakai kacamata di depan komputer ketika film yang sama juga diputar di layar laptop hanya 14 inci di depan mata? XREAL menjawab bahwa kacamata ini lebih imersif karena setara menonton di layar 147 inci. Meski begitu, redundansi menonton film yang berjalan bersamaan di dua layar membuat fungsi utama perangkat ini dipertanyakan.
XREAL menyebut kacamata ini bisa berfungsi sebagai “second monitor” atau “wearable display”. Sayangnya, karena sulit melihat apa pun selain proyeksi dari kacamata, penggunaan sebagai monitor kedua untuk bekerja sambil memakai perangkat ini menjadi tidak praktis.

Konektivitas dan Keterbatasan
Kacamata ini juga bisa dihubungkan ke smartphone. Namun, pengguna iPhone lawas akan menemui kendala karena kabel a01 tidak kompatibel dengan port ponsel mereka, sehingga membutuhkan adaptor tambahan. Jika terhubung dengan ponsel, pengguna bisa menonton film di pesawat atau kereta tanpa terikat perangkat besar seperti laptop.
Sayangnya, masih ada keterbatasan yang mengganggu. Kacamata ini hanya berfungsi sebagai perangkat screen-mirroring, artinya layar ponsel harus tetap aktif selama digunakan. Ini kembali menghadirkan masalah redundansi—menonton video di layar yang menempel di wajah sementara video yang sama diputar di layar ponsel yang jaraknya kurang dari satu kaki. Menaruh ponsel di saku bisa menjadi solusi parsial, tapi risiko gangguan pemutaran akibat guncangan tetap tinggi.
Pengguna bisa mengatasi masalah ini dengan membeli perangkat terpisah bernama Beam Pro, semacam mini-tablet yang berfungsi sebagai hub streaming terisolasi. Namun, perangkat ini membutuhkan biaya tambahan USD 200 atau sekitar Rp 3,2 jutaan.

Baca Juga:
Kenyamanan dan Perbandingan
Salah satu keluhan utama adalah panas. XREAL a01 cepat menghangat dan menghasilkan sensasi kesemutan aneh di pangkal hidung dan sekitar mata. Ini memang masalah umum pada kacamata XR, karena komputasi yang dipadatkan dalam perangkat plastik kecil pasti menghasilkan panas. Meski demikian, sensasi ini cukup mengganggu untuk aksesori yang dikenakan di wajah.
Terlepas dari masalah panas, a01 tergolong perangkat ringan dan nyaman dipakai. Dibandingkan Snap’s Specs yang jauh lebih berat, a01 terasa tidak terlalu membebani. XREAL terus mengembangkan lini produknya, dan perangkat terbaru bernama Project Aura yang belum dirilis menjanjikan pengalaman lebih imersif. Aura akan ditenagai Android XR, sistem operasi realitas ekstended yang dikembangkan Google dan Samsung, dengan hand tracking native dan akses ke Google Play Store.
Dari perspektif pecinta film, menonton di kacamata pintar tetap kurang ideal. Para penggemar film umumnya menyukai layar besar—semakin besar semakin baik. TV 55 inci TCL S-series saja sudah memberikan pengalaman menonton di rumah yang lebih nyaman dan memuaskan dibandingkan a01. Menonton film di layar kecil berjarak kurang dari satu inci dari mata memang menarik karena sensasi imersinya, tapi bukan pilihan optimal untuk menikmati film.
XREAL a01 menjadi gambaran menarik tentang industri hardware yang terus berevolusi dan masih mencari pijakan di kalangan konsumen. Perkembangan selanjutnya akan sangat dinamis, terutama dengan kehadiran Project Aura yang menawarkan mobilitas lebih baik berkat puck yang bisa diletakkan di saku sebagai sumber daya dan compute node. Bagi yang penasaran dengan tren industri teknologi wearable, a01 layak dicoba—tapi untuk pengalaman menonton film yang optimal, layar besar konvensional masih menjadi pilihan terbaik. Sementara itu, perkembangan fitur perangkat wearable terus berlanjut, dan investasi industri di sektor terkait juga menunjukkan pertumbuhan.





Komentar
Belum ada komentar.