Telset.id – Kekhawatiran privasi kembali mencuat setelah hadirnya W&O X1, sebuah headphone bone conduction yang dilengkapi kamera 4K. Perangkat ini memicu diskusi baru soal potensi perekaman ilegal di era kecerdasan buatan.
W&O X1 hadir sebagai alternatif dari smart glasses berkamera yang sudah beredar. Alih-alih berbentuk kacamata, perangkat ini menyematkan kamera langsung ke headphone. Dengan bobot hanya 48 gram dan sertifikasi IP6X, headphone ini dirancang untuk aktivitas luar ruangan seperti bersepeda dan hiking.
Headphone ini dibekali kamera video 4K buatan Samsung. Kamera tersebut dapat mengambil foto dan merekam video hanya dengan sekali sentuh atau perintah suara. Video yang dihasilkan memiliki resolusi tinggi pada 30 frame per detik dengan sudut pandang lebar 130 derajat, ditambah teknologi anti-shake yang mumpuni.
Fitur unggulan lainnya adalah asisten AI terintegrasi. Asisten ini bisa membantu navigasi, mengidentifikasi landmark, mencari fakta, hingga menerjemahkan bahasa secara real-time. Semua interaksi dilakukan melalui kontrol suara dan respons lisan.
“Most headsets are made for listening,” jelas W&O dalam daftar produknya. “X1 is built for seeing, hearing, understanding, recording, translating, navigating, and staying connected in motion. It is a wearable AI system designed for the world outside the screen.”
Meski inovatif, kehadiran kamera tersembunyi di headphone memicu kekhawatiran serius. Berbeda dengan smart glasses yang relatif mudah terlihat, kamera mungil di headphone jauh lebih sulit dideteksi. Hal ini membuka celah bagi perekaman diam-diam yang tidak etis.
W&O menyertakan lampu indikator yang menyala saat kamera aktif sebagai upaya transparansi. Namun, efektivitas fitur ini masih dipertanyakan, terutama di lingkungan publik yang ramai. Gerakan BanRay yang menyerukan larangan smart glasses di ruang tertentu pun kian relevan.

Target pasar W&O X1 adalah pesepeda, pendaki, dan penggemar aktivitas luar ruangan. Perangkat ini lebih ditujukan untuk perekaman konten pribadi. Kendati demikian, kehadirannya bersama gadget serupa memperkuat kebutuhan akan regulasi ketat terhadap perangkat berkamera tersembunyi.
Dari segi spesifikasi, W&O X1 menawarkan daya tahan baterai 30 jam untuk pemutaran musik berkat baterai 800 mAh. Headphone ini juga mendukung konektivitas Bluetooth dan Wi-Fi. Proyek pendanaan di Kickstarter telah melampaui target $3.000 berkali-kali lipat.
Bagi yang tertarik, reservasi bisa dilakukan dengan harga $139 (sekitar Rp2,2 juta). Namun perlu diingat, produk crowdfunding tidak selalu sampai ke tangan konsumen. Teknologi AI yang semakin canggih dan komponen yang semakin kecil memang membuka peluang baru, tapi juga tantangan etika yang tak bisa diabaikan.
Baca Juga:
Kemampuan AI pada perangkat wearable memang semakin canggih. Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan soal konsumsi daya dan efisiensi energi. Di sisi lain, potensi penyalahgunaan kamera tersembunyi menjadi isu yang tak kalah penting.
Ke depannya, produsen dan regulator perlu bekerja sama menciptakan perlindungan yang memadai. Pengguna juga harus lebih waspada terhadap perangkat yang bisa merekam tanpa sepengetahuan orang lain. W&O X1 adalah contoh nyata bagaimana inovasi teknologi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab etis.





Komentar
Belum ada komentar.