📑 Daftar Isi

Cara Cek Kualitas Udara di Google Maps untuk Pantau Abu Vulkanik

Cara Cek Kualitas Udara di Google Maps untuk Pantau Abu Vulkanik

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebar hingga Jakarta pada Minggu (6/9/2026) mendorong kebutuhan masyarakat untuk memantau kualitas udara di wilayahnya. Google Maps menyediakan fitur pengecekan kualitas udara yang dapat digunakan untuk melihat indeks pencemaran secara real-time, meski cakupannya di Indonesia hanya tersedia untuk wilayah Jawa.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyatakan bahwa abu vulkanik memiliki partikel sangat halus dan berukuran sangat kecil, sehingga dapat dengan mudah masuk ke saluran napas dalam. Kondisi ini membuat informasi kualitas udara menjadi penting bagi warga di daerah terdampak, terutama mereka yang berada di wilayah penyebaran abu yang meluas dari Lampung, Selat Sunda, Banten, hingga Jakarta.

Fitur kualitas udara di Google Maps dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi maupun situs web. Informasi yang ditampilkan bersifat real-time dan diukur bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional, sehingga tingkat akurasinya dapat diandalkan.

Cara Menggunakan Fitur Kualitas Udara di Aplikasi Google Maps

Untuk memeriksa kualitas udara melalui aplikasi Google Maps, pengguna cukup membuka aplikasi kemudian mengetuk ikon segi empat dengan tanda “+” di ujung kanan atas. Setelah itu, akan muncul pilihan jenis dan detail peta, dan di bagian bawah terdapat pilihan Kualitas Udara.

Setelah memilih opsi tersebut, peta pada wilayah Jawa akan dipenuhi oleh warna dengan tingkatan indikator berbeda-beda. Warna hijau menandakan kualitas udara baik, sementara kondisi paling parah ditandai dengan warna hitam yang menunjukkan indeks 300 hingga 400 lebih.

Untuk memeriksa indeks kualitas udara pada daerah tertentu, pengguna bisa mengetuk peta di daerah pilihan tersebut. Setelah itu, akan muncul angka spesifik indeks kualitas udaranya. Di bawah garis warna indeks pencemaran udara, Google memberikan informasi tambahan mengenai apakah udara masih dapat diterima oleh kesehatan makhluk hidup.

Bagi pengguna yang ingin memanfaatkan fitur serupa, tersedia juga panduan untuk menandai lokasi parkir yang memanfaatkan fungsionalitas peta Google Maps lainnya.

Cara Mengecek Kualitas Udara Melalui Situs Web Google Maps

Jika mengakses melalui situs web, pengguna dapat mengetuk bagian bawah ujung kiri dengan ikon segi empat dan tulisan “Lapisan” (Layers). Kemudian akan muncul pilihan yang sama seperti di aplikasi, dan pengguna tinggal memilih opsi Kualitas Udara.

Fitur ini menjadi relevan mengingat permasalahan polusi udara di Indonesia, khususnya Jakarta, memang kerap menjadi sorotan. Sebelumnya, kualitas BBM disebut sebagai salah satu biang kerok polusi Jakarta dengan kandungan sulfur yang jauh lebih tinggi dibanding standar Euro IV.

Keakuratan Fitur Kualitas Udara Google Maps

Index kualitas udara pada Google Maps diukur dengan kerja sama dari berbagai lembaga internasional seperti PurpleAir, National Environment Agency Singapore, dan masih banyak lagi. Selain itu, pengukuran kualitas udara ini bersifat real-time, sehingga dapat dipastikan informasinya akurat.

Dengan adanya fitur ini, masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik dapat memantau kondisi udara di sekitar mereka secara lebih mudah. Informasi indeks kualitas udara yang akurat dapat membantu pengguna menentukan langkah antisipasi, seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau membatasi kegiatan di area dengan kualitas udara buruk.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa deteksi kualitas udara di Indonesia hanya tersedia pada wilayah Jawa. Pengguna di luar Pulau Jawa belum dapat memanfaatkan fitur ini untuk memantau kondisi udara di daerahnya masing-masing.

Bagi pengguna yang ingin memaksimalkan penggunaan perangkat untuk kebutuhan pemantauan atau aktivitas lain, tersedia berbagai panduan setting projector yang dapat membantu produktivitas kerja dari rumah.

Fitur pengecekan kualitas udara di Google Maps menjadi salah satu alat bantu yang praktis di tengah kondisi penyebaran abu vulkanik yang masih berlangsung. Dengan informasi yang akurat dan real-time, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih baik terkait aktivitas harian mereka di tengah kondisi kualitas udara yang fluktuatif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.