📑 Daftar Isi

Tangan memasukkan kabel USB ke port pengisian publik berlabel di area bandara

Charger USB di Bandara: Risiko Juice-Jacking dan Cara Aman Mengisinya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Port USB publik di bandara dinilai cukup aman, meski FBI dan TSA pernah memperingatkan bahaya juice-jacking
  • FCC sempat merilis peringatan soal juice-jacking, tetapi menariknya setelah diperdebatkan para ahli
  • Risiko melekat pada standar USB yang membawa data dan daya dalam satu kabel
  • Proof-of-concept Mactans di Black Hat USA 2013 menunjukkan charger berbahaya bisa memasang malware
  • Apple memperkuat iOS dengan prompt "Trust This Computer?" setelah temuan tersebut
  • Opsi aman: battery pack, power brick sendiri, titik "Secure", atau USB data blocker seperti JSAUX
  • Selalu tolak prompt "Trust" dan aktifkan MFA untuk akun penting

Telset.id – Mengisi daya iPhone di port USB publik seperti di bandara sebenarnya tergolong cukup aman. Meski lembaga seperti FBI dan Transportation Security Administration (TSA) pernah memperingatkan bahaya “juice-jacking”, para peneliti keamanan menilai ancaman tersebut dibesar-besarkan. Tidak ada laporan kredibel soal serangan sukses yang benar-benar terjadi, meski risikonya tetap ada secara prinsip.

Peringatan resmi soal port USB publik datang dari TSA melalui unggahan Facebook pada Maret 2025. “Saat Anda berada di bandara, jangan colokkan ponsel langsung ke port USB,” tulis TSA. Lembaga itu menyarankan penumpang membawa power brick atau battery pack yang sesuai aturan TSA dan mengisi daya lewat perangkat tersebut.

Federal Communications Commission (FCC) juga sempat menerbitkan peringatan soal serangan juice-jacking atau port-jacking, tetapi kemudian menariknya setelah para ahli teknologi mempersoalkan sejauh mana ancaman itu nyata. Pada 2019, jaksa wilayah Los Angeles County memperingatkan ancaman serupa, namun belakangan mengonfirmasi tidak ada kasus yang tercatat.

Tangan memasukkan kabel USB ke port USB berlabel

Apa Risiko Juice-Jacking Sebenarnya?

Risiko juice-jacking melekat pada standar USB, yang membawa data dan daya dalam satu kabel pada pin internal terpisah. Uji proof-of-concept menunjukkan penyerang berpotensi memodifikasi titik pengisian USB publik agar terhubung ke pin data pada kabel, lalu memasang malware atau mencuri data.

Salah satu proof of concept dipresentasikan di Black Hat USA 2013. Peneliti dari Georgia Tech memperkenalkan prototipe charger berbahaya bernama Mactans, yang diilustrasikan mampu memasang malware pada iPhone yang terhubung dan menjalankan iOS 6.

Pengembang sistem operasi pun merespons risiko ini. Beberapa bulan setelah Mactans dipublikasikan, Apple memperkuat iOS dengan prompt “Trust This Computer?” yang kini muncul saat pengguna menghubungkan perangkat baru yang ingin membuka koneksi data. Apa pun cara menghubungkan ponsel, jika muncul prompt untuk “Trust”, selalu ketuk “Don’t Trust” kecuali memang berniat berbagi data dengan perangkat tersebut.

Kabel USB-C siap dicolokkan ke iPhone

Cara Mencegah Juice-Jacking

Jika ingin risiko nol, sebaiknya tidak menggunakan charger USB publik sama sekali, seperti yang disarankan TSA. Membawa battery pack USB yang bisa diisi ulang, atau memakai power brick dan kabel sendiri dengan stopkontak dinding standar, menjadi opsi yang lebih aman. Di lokasi yang menyediakan titik pengisian “Secure” yang memblokir transfer data sepenuhnya, opsi itu juga bisa dipakai.

Ketika tetap harus memakai port USB publik, risiko bisa ditekan dengan USB data blocker murah, seperti produk dari JSAUX. Dongle kecil ini memblokir transfer data tetapi meneruskan aliran listrik, sehingga koneksi USB yang tidak dikenal jadi lebih aman. Kekurangannya, blocker USB-A menghalangi standar pengisian cepat karena charger memakai koneksi data untuk mengatur aliran listrik bertegangan tinggi. Perangkat tetap terisi, tetapi lebih lambat. Masalah ini tidak berlaku pada blocker USB-C modern.

Selain itu, saran keamanan standar tetap relevan saat bepergian maupun di rumah: hindari Wi-Fi publik untuk informasi sensitif, pasang pembaruan perangkat lunak terbaru, dan aktifkan autentikasi multi-faktor (MFA) untuk akun penting. Jika terpaksa memakai titik pengisian USB publik, tolak setiap prompt kepercayaan dan pertimbangkan data blocker untuk perlindungan tambahan.

Peringatan soal keamanan perangkat ini sejalan dengan sorotan terhadap produk lain yang kerap dipakai saat bepergian. Aturan baterai untuk pelacak barang, misalnya, tetap berlaku di penerbangan sesuai penjelasan soal AirTag di koper. Sementara di ranah keamanan siber, pengembangan model AI untuk kebutuhan pertahanan juga terus berjalan, seperti langkah Mistral untuk siber.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.