Telset.id – Google dilaporkan secara otomatis menghubungkan nomor telepon pengguna Android ke setiap akun Google yang sedang login di perangkat, tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu. Artinya, jika kamu login ke akun pribadi, kantor, dan akun sekali pakai di ponsel Android, Google berpotensi telah memverifikasi dan menautkan nomor tersebut ke semuanya secara diam-diam, bahkan ketika kamu sengaja memisahkannya. Bagi pengguna yang tidak menginginkan hal ini, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.
Kabar ini pertama kali mencuat melalui laporan Android Authority, yang menyebut sejumlah pengguna Android menerima email konfirmasi dari alamat resmi Google bahwa nomor telepon mereka telah diverifikasi. Google memang selama ini mewajibkan verifikasi ulang nomor telepon secara berkala. Namun, tampaknya Google memperbarui dokumentasi dukungannya sekitar setahun lalu untuk menjadikan fitur ini opt-out secara default alias aktif secara bawaan.
Sebagai bagian dari proses tersebut, Google juga menambahkan nomor telepon pengguna ke semua akun Google yang sedang login di perangkat. Ini mencakup akun yang aktif saat ini, nomor telepon yang ada, serta akun dan nomor apa pun yang ditambahkan atau diperbarui di masa mendatang. Perilaku ini yang kemudian memicu kekhawatiran soal privasi dan pemisahan identitas antar akun.
Cara Menonaktifkan Verifikasi Nomor Otomatis
Bagi pengguna perangkat Android, verifikasi nomor telepon otomatis bisa dinonaktifkan. Langkah ini seharusnya mencegah Google menautkan akun-akun yang sedang login menjadi satu. Pengaturan tersebut dapat ditemukan di aplikasi Settings, tepatnya di menu Google atau Google services and preferences, lalu masuk ke All Services, pilih Privacy & Security, kemudian cari opsi Phone number verification.
Perlu dicatat, jalur persis menu ini bisa berbeda tergantung perangkat yang digunakan. Karena itu, pengguna disarankan memeriksa secara berkala untuk memastikan tombol tersebut tetap dalam kondisi nonaktif. Sebab, perubahan pengaturan bisa saja kembali seperti semula tanpa disadari.
Namun, memperbarui pengaturan ini tidak otomatis memutus nomor telepon dan akun Google yang sudah tertaut sebelumnya. Pengguna perlu melakukan pemeriksaan manual untuk mengetahui nomor mana yang terhubung ke akun mana. Caranya melalui halaman Google Account Personal Info, lalu pilih foto profil di pojok kanan atas untuk menelusuri setiap akun yang sedang login. Setelah itu, buka bagian Phone untuk memilih dan menghapus nomor yang tidak ingin diasosiasikan.
Baca Juga:
Periksa Keamanan dan Pengaturan Login
Langkah terakhir, seperti yang disarankan Malwarebytes, adalah menggulir ke bagian Usage di halaman Phone untuk melihat layanan apa saja yang tercantum. Pengguna juga dianjurkan meninjau pengaturan Security & sign-in. Pasalnya, jika nomor telepon ditambahkan untuk verifikasi dua langkah atau ke aplikasi terpisah seperti Google Pay, menghapusnya dari halaman Phone tidak akan menghilangkan nomor tersebut sepenuhnya dari akun.
Untuk kasus semacam itu, pengguna harus memperbarui pengaturan di masing-masing layanan secara terpisah. Verifikasi telepon otomatis disebut bukan penyebab utama dalam situasi ini. Meski begitu, mengaudit penggunaan nomor dan akun mana saja yang terhubung tetap berguna bagi pengguna yang ingin menjaga pemisahan antar akun.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengaturan privasi di perangkat Android kerap berubah mengikuti pembaruan kebijakan. Menonaktifkan verifikasi otomatis hanyalah langkah awal, sementara pembersihan nomor yang sudah tertaut dan peninjauan pengaturan keamanan menjadi bagian penting dari proses yang sama.
Bagi sebagian pengguna, keterhubungan nomor telepon ke banyak akun memang memudahkan proses pemulihan akun dan verifikasi. Namun bagi mereka yang memisahkan identitas pribadi dan akun lain, perubahan default ini menuntut kewaspadaan ekstra. Pengguna disarankan tidak hanya mengandalkan satu pengaturan, tetapi memeriksa seluruh bagian yang memakai nomor telepon. Informasi soal fitur dan kebijakan Google lainnya juga bisa ditelusuri melalui Google Maps dan Google Cloud Down yang menunjukkan betapa cepatnya layanan Google berubah dan berdampak ke pengguna.





Komentar
Belum ada komentar.