Telset.id – Serangan siber kembali menargetkan aset kripto, kali ini menyasar perangkat yang selama ini dianggap paling aman. Lebih dari USD 130 juta dalam bentuk cryptocurrency berhasil dicuri dari pengguna hardware wallet offline, perangkat yang dirancang khusus untuk mengamankan bitcoin dari ancaman peretasan.
Kelompok hacker diketahui telah mendapatkan akses ke dompet crypto Coldcard buatan Coinkite dan terus menguras dana korban dalam aksi pencurian yang masih berlangsung. Perangkat Coldcard termasuk kategori “cold wallet” yang tidak terhubung ke internet atau perangkat lain, sehingga kunci dan seed phrase pengguna berada sepenuhnya secara offline.
Kerentanan pada Proses Generasi Seed Phrase
Berbeda dengan “hot wallet” yang terhubung ke internet dan mencakup aplikasi serta ekstensi browser, cold wallet selama ini dianggap memiliki risiko keamanan lebih rendah terhadap peretasan, malware, dan ransomware. Namun, serangan terbaru ini mengeksploitasi kelemahan dalam proses generasi seed phrase Coldcard, yang akhirnya membahayakan keamanan cold wallet para pengguna.
Vulnerability tersebut membuat seed phrase menjadi dapat diprediksi. Akibatnya, para pelaku ancaman mampu melakukan brute-force terhadap kata sandi korban—pada dasarnya menebak kata sandi melalui trial and error—dan mendapatkan akses ke dompet digital mereka. Metode serangan ini menunjukkan bahwa bahkan perangkat penyimpanan offline pun tidak sepenuhnya kebal terhadap upaya peretasan yang sistematis.
Data dari laporan TechCrunch menunjukkan para hacker telah melancarkan lebih dari 200 serangan kripto antara Januari hingga Juli tahun ini, yang menyebabkan kerugian mencapai USD 972 juta. Angka ini memang menunjukkan peningkatan jumlah insiden, namun jumlah kerugian tercatat lebih rendah dibandingkan enam bulan pertama tahun 2025.
Baca Juga:
Langkah Perlindungan yang Disarankan
Menanggapi insiden ini, Coinkite telah menerbitkan security advisory resmi. Berdasarkan keterangan tersebut, kerentanan yang dieksploitasi para hacker kini telah diperbaiki untuk semua firmware yang terdampak. Pengguna disarankan untuk segera menginstal pembaruan yang tersedia pada perangkat mereka melalui halaman unduhan resmi yang tertaut dalam advisory tersebut.
Selain memperbarui firmware, pengguna juga diminta untuk memigrasikan dompet mereka ke seed phrase baru dengan mengikuti instruksi spesifik yang tercantum dalam advisory. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa seed phrase lama yang telah dikompromikan tidak lagi digunakan untuk mengakses aset kripto.
Meskipun penggunaan cold wallet seharusnya memberikan perlindungan lebih besar, para pengguna juga dapat mempertimbangkan strategi penyimpanan yang terdiversifikasi untuk cryptocurrency mereka. Salah satu pendekatan yang disarankan adalah menyisakan aset minimal di hot wallet pada waktu tertentu. Dengan cara ini, jika salah satu dompet berhasil dikompromikan, tidak seluruh aset menjadi rentan.
Insiden peretasan cold wallet ini menjadi pengingat bahwa keamanan aset digital memerlukan kewaspadaan berlapis. Bahkan perangkat yang dirancang dengan standar keamanan tinggi sekalipun dapat memiliki celah yang dieksploitasi. Pengguna perlu secara rutin memperbarui perangkat lunak dan mengikuti rekomendasi keamanan dari vendor untuk meminimalkan risiko.
Serangan terhadap Coldcard ini juga menunjukkan pentingnya memahami risiko keamanan siber secara menyeluruh. Perlindungan data digital tidak hanya bergantung pada satu lapisan keamanan, melainkan kombinasi dari berbagai praktik terbaik. Pengguna yang menyimpan aset dalam jumlah besar disarankan untuk mempertimbangkan pendekatan berlapis dalam pengelolaan kunci privat mereka.
Untuk memperkuat keamanan perangkat secara umum, pengguna juga dapat mempelajari berbagai langkah proteksi tambahan. Salah satunya adalah memahami risiko menonaktifkan Google Play Protect di perangkat Android yang dapat membuka celah keamanan. Selain itu, pengguna juga perlu mengetahui cara mengatasi flashdisk write protected untuk menjaga integritas media penyimpanan fisik.
Kasus kebocoran data dan peretasan yang terus berkembang menunjukkan bahwa keamanan digital membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Regulasi dan kebijakan keamanan data juga terus diperbarui, seperti yang terlihat dalam berbagai kebijakan perlindungan data yang diterapkan oleh berbagai negara.
Pencurian USD 130 juta dari cold wallet ini menjadi salah satu kasus peretasan terbesar yang menargetkan perangkat penyimpanan offline. Meskipun Coinkite telah merilis patch untuk mengatasi kerentanan tersebut, para pengguna tetap harus waspada terhadap potensi serangan lanjutan yang mungkin memanfaatkan celah keamanan lainnya.
Ke depannya, industri kripto perlu terus mengembangkan standar keamanan yang lebih ketat untuk melindungi aset pengguna. Sementara itu, pengguna individual disarankan untuk selalu mengikuti perkembangan advisory keamanan dari vendor perangkat yang mereka gunakan dan segera menerapkan pembaruan yang dirilis.
Migrasi ke seed phrase baru setelah insiden ini merupakan langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan. Pengguna yang telah terlanjur menggunakan seed phrase lama dari perangkat Coldcard yang terdampak harus segera melakukan pemindahan aset ke dompet baru dengan seed phrase yang dihasilkan secara aman.
Dengan meningkatnya nilai aset kripto secara global, insiden seperti ini diprediksi akan terus menjadi target utama para pelaku kejahatan siber. Oleh karena itu, pemahaman tentang praktik keamanan terbaik menjadi semakin penting bagi setiap pemilik aset digital.





Komentar
Belum ada komentar.