📑 Daftar Isi

Ilustrasi sepeda listrik dengan label sertifikasi keamanan UL di rangkanya

Panduan Aman Memilih dan Mengisi Daya Baterai Sepeda Listrik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kasus kebakaran baterai lithium-ion di New York City turun drastis setelah regulasi ketat diterapkan.
  • Konsumen harus mencari tanda sertifikasi UL (UL 2849) dengan label holografik pada baterai atau rangka e-bike.
  • Pengujian UL meliputi overcharging, BMS, suhu ekstrem, air, getaran, benturan, dan kualitas manufaktur.
  • Gunakan selalu baterai dan charger asli (OEM), hindari charger aftermarket yang tidak cocok.
  • Jangan mengisi daya e-bike di satu-satunya pintu keluar apartemen karena risiko kebakaran eksplosif.
  • Waspadai tanda bahaya baterai: swelling, overheating, dan outgassing yang menandakan baterai harus segera diganti.
  • Untuk penyimpanan lama, simpan di tempat jauh dari flammables, jangan isi daya saat pergi, dan usahakan daya baterai rendah.

Telset.id – Keselamatan pengguna sepeda listrik (e-bike) dan skuter listrik menjadi sorotan setelah kasus kebakaran akibat baterai lithium-ion meningkat drastis. Di New York City, tercatat 18 kematian akibat kebakaran baterai, yang kemudian mendorong penerapan regulasi lebih ketat. Hasilnya, angka kematian akibat kebakaran e-bike di kota tersebut turun drastis menjadi hanya satu kasus pada tahun 2025.

Meski demikian, masih banyak sepeda listrik dan skuter listrik yang dijual di platform seperti Amazon. Pertanyaannya, bagaimana cara membedakan produk yang aman dari yang berpotensi bahaya? Untuk menjawabnya, kami berbincang dengan Dr. Robert Slone, Senior Vice President dan Chief Scientist dari UL Solutions, lembaga yang secara rutin menguji dan mensertifikasi ribuan produk setiap tahun.

Langkah Memilih E-Bike yang Aman

Dr. Robert Slone menjelaskan bahwa konsumen harus mencari tanda sertifikasi UL pada produk. “Untuk e-bike bersertifikasi UL [UL 2849], yang bisa dicari adalah tanda UL, huruf U dan L di dalam lingkaran,” ujarnya. UL Solutions bahkan menerapkan label holografik yang lebih sulit dipalsukan, ditempatkan pada baterai atau rangka sepeda.

Selain stiker fisik, pembeli juga dapat mengecek database produk di situs UL Solutions. Sertifikasi ini mencakup berbagai uji ketat, termasuk pengisian daya berlebih (overcharging), sistem manajemen baterai (BMS), kondisi lingkungan ekstrem seperti suhu panas dan dingin, serta paparan air.

Pengujian juga meliputi getaran, benturan, dan jatuh untuk memastikan ketahanan baterai dan rangka. Proses penuaan dan siklus pengisian baterai juga diperiksa untuk mendeteksi tanda-tanda panas berlebih atau penuaan dini. “Kami juga melihat kualitas manufaktur, apakah ada ujung logam tajam pada rangka atau baterai,” tambah Slone.

Baca Juga:

Tips Mengisi Daya Baterai dengan Aman

Setelah memiliki e-bike, cara pengisian daya menjadi faktor krusial. Dr. Slone menekankan bahwa baterai, sepeda, dan pengisi daya (charger) adalah satu sistem yang terintegrasi. “Kebakaran di Astoria terjadi karena e-bike dipasangkan dengan charger yang tidak cocok, charger aftermarket yang tidak dirancang untuk e-bike tersebut. Ini menyebabkan baterai mengalami thermal runaway,” jelasnya.

Oleh karena itu, pengguna wajib menggunakan baterai dan charger asli (OEM) atau yang disetujui OEM. Jika kehilangan charger, jangan membeli charger ‘kompatibel’ di marketplace. “Kembali ke situs OEM atau tempat pembelian untuk memastikan charger mana yang dirancang untuk bekerja dengan e-bike Anda,” tegas Slone. Ia mengingatkan bahwa tidak ada charger universal untuk segmen produk ini, berbeda dengan pengisian daya ponsel.

Selain itu, lokasi pengisian daya juga penting. Jangan pernah meletakkan e-bike di satu-satunya pintu masuk dan keluar apartemen. “Jika Anda mencolokkannya ke dinding lalu tidur, ini adalah kebakaran eksplosif, dan kemungkinan besar Anda tidak akan bisa merespons tepat waktu,” peringatnya.

Tanda Bahaya dan Penyimpanan yang Tepat

Pengguna juga harus waspada terhadap tanda-tanda kerusakan baterai. Pembengkakan (swelling) dan panas berlebih adalah indikasi awal. Jika sudah terjadi outgassing (keluarnya gas), itu pertanda baterai berada di detik-detik terakhirnya dan harus segera diganti.

Mengenai pengisian daya hingga 100 persen, Dr. Slone menyatakan hal itu tidak masalah selama BMS berfungsi dengan baik. “BMS dirancang untuk memberi tahu pengguna jika ada masalah. Sepeda akan berhenti sebelum 100 persen jika terlalu panas,” katanya. Jika baterai tidak mencapai 100 persen atau BMS memberi peringatan, itu adalah sinyal untuk memeriksa kondisi baterai lebih lanjut.

Untuk penyimpanan jangka panjang, seperti saat pergi berlibur, simpan e-bike di tempat yang jauh dari bahan mudah terbakar. Jangan biarkan perangkat mengisi daya saat Anda pergi atau tanpa pengawasan. Semakin rendah level pengisian daya saat ditinggalkan, semakin baik. “Banyak perangkat dikirim dalam kondisi daya rendah. Mengikuti panduan ini adalah cara yang baik untuk memastikan tidak ada hal besar yang terjadi saat Anda pergi,” pungkas Slone.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.