📑 Daftar Isi

Headphone Bluetooth multipoint untuk koneksi multi-perangkat

Pentingnya Bluetooth Multipoint Saat Beli Headphone Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Bluetooth multipoint memungkinkan headphone terhubung ke dua perangkat sekaligus
  • Fitur ini lebih umum ditemukan pada headphone kelas atas seperti Sony WH-1000XM6
  • Multipoint bukan bagian dari spesifikasi Bluetooth resmi, melainkan implementasi produsen
  • Bluetooth tidak bisa menggabungkan beberapa aliran audio sekaligus, hanya memprioritaskan satu
  • Apple dan Samsung punya versi multipoint khusus untuk ekosistem produk mereka sendiri
  • Pengguna disarankan menguji fitur multipoint sebelum membeli headphone baru

Telset.id – Fitur Bluetooth multipoint kini menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum membeli headphone atau earbud baru. Pasalnya, fitur ini memungkinkan perangkat audio tetap terhubung ke beberapa sumber sekaligus, sehingga pengguna tidak perlu repot berpindah koneksi secara manual. Tanpa fitur ini, pengalaman mengganti perangkat dari laptop ke ponsel bisa menjadi sangat merepotkan karena harus membuka menu pengaturan setiap kali.

Masalah koneksi yang tidak stabil memang menjadi ciri khas protokol Bluetooth yang sudah berusia puluhan tahun. Meskipun setiap pembaruan generasi terus menghadirkan perbaikan, karakter dasar tersebut tetap bertahan. Bluetooth multipoint hadir sebagai solusi yang memungkinkan perangkat tetap terhubung ke banyak perangkat secara bersamaan, dengan sistem yang otomatis memilih aliran audio mana yang diprioritaskan.

Fitur ini biasanya lebih umum ditemukan pada headphone kelas atas seperti Sony WH-1000XM6, meskipun beberapa produk di kelas menengah juga sudah mendukungnya. Bagi konsumen yang sering berpindah antara laptop, ponsel, dan tablet, kehadiran fitur ini bisa menjadi penentu utama dalam memilih headphone baru.

Mengurangi Hambatan untuk Pengguna Multi-Perangkat

Bluetooth multipoint adalah teknologi yang diperkenalkan oleh produsen untuk memungkinkan perangkat audio nirkabel mempertahankan koneksi ke beberapa sumber audio sekaligus. Umumnya fitur ini mendukung koneksi ke dua perangkat, meskipun ada beberapa pengecualian tergantung implementasi dari masing-masing produsen.

Cara kerja fitur ini berkaitan erat dengan profil Bluetooth yang digunakan untuk berbagai jenis audio. Musik dan media lain menggunakan profil A2DP, yang pada perangkat tertentu juga dapat mentransmisikan codec nirkabel resolusi tinggi seperti Qualcomm AptX dan Sony LDAC. Sementara itu, profil AVRCP digunakan untuk mengirim perintah volume dan kontrol putar/jeda ke perangkat host.

Ketika ada panggilan telepon masuk, sistem akan beralih ke profil HFP yang berkualitas lebih rendah. Saat pengguna sedang mendengarkan musik dari laptop dan tiba-tiba menerima panggilan telepon, headphone akan memprioritaskan koneksi HFP untuk beralih. Namun, jika pengguna sedang menggunakan HFP untuk panggilan Zoom, sistem mungkin tetap mempertahankan prioritas tersebut sampai panggilan masuk dijawab.

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua implementasi multipoint sama kualitasnya. Sebelum membeli, pengguna disarankan untuk menguji fungsi multipoint pada headphone yang diminati, terutama untuk memastikan kompatibilitasnya dengan perangkat yang akan digunakan sehari-hari. Jika tidak memungkinkan untuk menguji sebelum pembelian, lakukan pengujian sebelum periode pengembalian berakhir.

Wanita mengenakan headphone sambil menggunakan ponsel dan laptop

Potensi Kendala pada Implementasi Multipoint

Meskipun Bluetooth multipoint dapat mempermudah penggunaan banyak perangkat dengan satu headphone, fitur ini juga bisa menimbulkan kendala baru. Multipoint bukan bagian dari spesifikasi Bluetooth resmi, melainkan diimplementasikan oleh produsen perangkat di atas tumpukan Bluetooth. Hal ini menjelaskan mengapa fitur tersebut masih relatif jarang ditemukan meskipun banyak konsumen yang menginginkannya.

Kemampuan untuk menangani banyak aliran audio sebenarnya sudah ditambahkan sejak Bluetooth 4.0, tetapi fitur multipoint adalah logika yang dibangun di atas protokol Bluetooth. Bluetooth tidak dapat menggabungkan atau menjumlahkan beberapa aliran audio sekaligus, sehingga multipoint tidak memungkinkan pengguna mendengarkan audio dari banyak perangkat secara bersamaan. Sebaliknya, sistem akan memutuskan aliran mana yang harus diprioritaskan dan mengirimkannya ke telinga pengguna, sering kali menjeda media lain.

Panggilan telepon masuk biasanya selalu mendapat prioritas utama. Namun, masalah muncul ketika pengguna mencoba scrolling Instagram di ponsel sambil mendengarkan podcast dari komputer. Putar otomatis video di Instagram akan menyebabkan headphone multipoint mengalihkan audio dari podcast, bahkan ketika volume media ponsel sudah diatur ke nol. Notifikasi pesan dari aplikasi chatting juga dapat mengganggu karena berbagi profil Bluetooth yang sama dengan panggilan telepon.

Apple dan Samsung memiliki solusi tersendiri untuk masalah ini. AirPods dan Galaxy Buds terbaik sebenarnya memiliki multipoint versi modifikasi yang dirancang khusus untuk bekerja secara eksklusif dengan produk mereka sendiri. Pendekatan ini sering dianggap kurang ramah pengguna, tetapi dapat menghasilkan perpindahan Bluetooth yang lebih baik dalam penggunaan normal karena perusahaan mengontrol cara Bluetooth diimplementasikan pada headphone, ponsel, dan laptop mereka. Berbeda dengan Sony atau Bose yang tidak memiliki keuntungan ekosistem khusus seperti itu.

Bagi konsumen yang sering berpindah-pindah perangkat dalam aktivitas sehari-hari, fitur multipoint menjadi pertimbangan penting saat memilih headphone baru. Kemudahan berpindah koneksi tanpa perlu membuka menu pengaturan setiap kali tentu menghemat banyak waktu dan mengurangi rasa frustrasi. Meskipun implementasinya tidak selalu sempurna, fitur ini tetap jauh lebih baik dibandingkan harus melakukan perpindahan manual antar perangkat setiap kali dibutuhkan.

Sebelum memutuskan membeli headphone baru, pastikan untuk memeriksa apakah perangkat yang diminati mendukung fitur multipoint dan bagaimana kualitas implementasinya. Pengujian langsung dengan perangkat yang biasa digunakan sehari-hari menjadi langkah paling bijak sebelum mengeluarkan uang untuk headphone baru. Perhatikan juga bahwa tidak semua headphone di pasaran mendukung fitur ini, jadi lakukan riset mendalam sebelum membeli.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.