Telset.id – Android Auto kini menjadi fitur standar yang didukung hampir semua smartphone Android modern. Namun, tidak semua perangkat dijamin kompatibel, dan ada beberapa pengecualian serta masalah umum yang perlu diketahui pengguna.
Android Auto memungkinkan pengguna menggunakan aplikasi penting dari ponsel melalui dashboard mobil, mirip dengan Apple CarPlay. Fitur ini menggantikan sistem infotainment bawaan pabrikan mobil yang sering kali cepat usang dan tidak didukung. Sebagian besar smartphone Android yang dirilis dalam dekade terakhir sudah mendukung fitur ini, dan 28 pabrikan mobil telah berkomitmen untuk mendukungnya.
Meski demikian, kompatibilitas tidak dijamin penuh. Ada beberapa pengecualian dan masalah umum yang bisa menghambat fungsinya. Artikel ini akan membahas secara lengkap ponsel mana saja yang mendukung Android Auto, serta solusi untuk masalah koneksi yang sering terjadi.
Ponsel Android yang Mendukung Android Auto
Hampir semua smartphone Android yang dijual sejak 2018 dengan sistem operasi Android 9 atau lebih baru mendukung Android Auto. Google menyatakan bahwa “sebagian besar koneksi kabel” akan berfungsi dengan versi 9 atau lebih tinggi.
Android 10 menjadi versi pertama yang memiliki Android Auto terpasang langsung, sehingga pengguna tidak perlu menginstalnya dari Play Store. Bagi pengguna Android 9, aplikasi ini bisa diunduh dari Google Play Store dan digunakan melalui koneksi USB kabel.

Google menyebutkan bahwa lebih dari 500 kendaraan kini mendukung Android Auto. Namun, dukungan ini bergantung pada usia mobil, jadi pengguna perlu memeriksa spesifikasi kendaraan masing-masing untuk memastikan kompatibilitas.
Untuk Android Auto nirkabel, diperlukan ponsel dengan Android 11 atau lebih baru. Model yang dirilis dalam lima hingga enam tahun terakhir paling mungkin mendukung fitur ini. Ponsel juga harus mendukung koneksi Wi-Fi pada pita 5 GHz, yang berarti membutuhkan dukungan Wi-Fi 5 atau lebih baru.
Pengecualian: Ponsel Lama dan Tanpa Layanan Google
Google dan Open Automotive Alliance berusaha membuat Android Auto seuniversal mungkin. Namun, ekosistem Android yang terfragmentasi membuat dukungan plug-and-play tidak selalu dijamin.
Ponsel dengan instalasi Android asli bekerja paling baik dengan Android Auto. Pengguna yang memasang custom ROM mungkin mengalami masalah kompatibilitas. Misalnya, GrapheneOS tidak menyertakan Android Auto secara default dan memerlukan serangkaian izin khusus untuk mengaktifkannya.

CalyxOS, sistem operasi pihak ketiga lain, mendukung Android Auto sejak rilis 6.4.2 tetapi harus diaktifkan terlebih dahulu. Ponsel de-Googled yang menjalankan custom ROM atau tidak memiliki layanan Google Play kemungkinan besar tidak mendukung Android Auto secara default.
Baca Juga:
Masalah Umum pada Mobil, Kabel, dan Koneksi
Android Auto bukan sistem yang sempurna. Pengguna yang sering menggunakannya mungkin mengalami masalah yang memaksa fitur ini berhenti bekerja, meskipun ponsel dan mobil mendukungnya.
Koneksi yang stabil menjadi masalah paling umum. Koneksi kabel tidak akan berfungsi dengan baik tanpa kabel yang tepat. Google menyarankan menggunakan kabel lebih pendek dari enam kaki. Kabel USB murah yang dirancang khusus pengisian daya juga tidak akan berfungsi karena Android Auto membutuhkan kabel yang mendukung transfer data.

Pengguna nirkabel dapat mengatasi masalah koneksi dengan menghapus mobil dari daftar perangkat terhubung lalu menghubungkannya kembali sebagai perangkat baru. Cara ini akan mereset koneksi dari awal, meskipun tidak dijamin berhasil.
Koneksi VPN juga dapat mencegah Android Auto terhubung dengan benar. Solusinya adalah mematikan VPN saat digunakan di mobil, atau mengonfigurasi split tunneling jika penyedia VPN mendukungnya. Dengan split tunneling, ponsel akan mengecualikan Android Auto dari rute VPN agar bisa terhubung dengan sistem mobil.
Cara Membuat Ponsel Kompatibel dengan Android Auto
Smartphone Android modern yang dirilis sejak 2018 seharusnya mendukung Android Auto secara native. Bahkan ponsel dengan sistem operasi pihak ketiga seperti GrapheneOS dapat menggunakannya dengan izin yang tepat.
Jika ponsel tidak kompatibel, satu-satunya cara adalah memperbarui perangkat. Ini bisa berarti pembaruan perangkat lunak, termasuk ke Android 11 atau lebih baru untuk dukungan nirkabel jika perangkat mendukungnya. Jika tidak memungkinkan, pengguna perlu upgrade ke ponsel yang lebih baru.

Masalah mungkin bukan berasal dari ponsel, melainkan dari mobil itu sendiri. Pengguna perlu memeriksa apakah mobil mendukung Android Auto melalui situs web atau buku manual kendaraan. Jika mobil tidak mendukung Android Auto nirkabel, pengguna dapat membeli adaptor nirkabel yang dicolokkan ke port USB dan terhubung ke ponsel secara nirkabel.
Perlu dicatat bahwa Google mulai menindak aplikasi Android boros RAM mulai 2027, yang juga akan berdampak pada performa Android Auto di perangkat dengan spesifikasi terbatas. Sementara itu, Google menghadirkan ECH di Android 17 sebagai OS pertama dengan dukungan penuh, yang meningkatkan keamanan koneksi termasuk saat menggunakan Android Auto.
Bagi pengguna yang masih ragu dengan kompatibilitas perangkat, langkah paling praktis adalah memeriksa spesifikasi ponsel dan mobil secara langsung. Sebagian besar ponsel modern sudah mendukung fitur ini, dan solusi untuk masalah umum sudah tersedia.





Komentar
Belum ada komentar.