Koleksi hard drive dan SSD lama yang siap diubah menjadi penyimpanan eksternal portabel

Ubah Hard Drive dan SSD Lama Jadi Penyimpanan Eksternal

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Harga SSD eksternal melonjak karena permintaan AI, tetapi solusi murah tersedia dengan memanfaatkan drive lama.
  • Hard drive, SATA SSD, dan NVMe SSD lama bisa diubah jadi penyimpanan eksternal dengan enclosure murah (mulai Rp 120.000).
  • Prosesnya mudah, tanpa obeng, cukup buka enclosure dan masukkan drive.
  • Performa bervariasi: hard drive lambat (di bawah 90 MB/s) cocok untuk backup, SATA SSD (500 MB/s) untuk tugas mainstream.
  • PCIe 3 NVMe SSD dalam enclosure 10-20 Gbps mampu mendekati performa SSD eksternal mahal.
  • PCIe 5 SSD dalam enclosure USB4 bisa mengalahkan drive eksternal premium dalam transfer file nyata.
  • Solusi ini bisa menghemat ratusan dolar dibanding membeli SSD eksternal baru.

Telset.id – Harga SSD eksternal dan flash drive meroket akibat tingginya permintaan AI. Namun, jika Anda memiliki hard drive atau SSD lama yang menganggur di laci, Anda bisa mengubahnya menjadi penyimpanan eksternal yang berguna hanya dengan membeli enclosure murah, mulai dari harga kurang dari Rp 150.000.

Banyak pengguna PC atau laptop yang telah melakukan upgrade boot drive seringkali menyimpan komponen lama tanpa fungsi jelas. Padahal, perangkat seperti SATA SSD, M.2 OEM dari laptop bekas, atau bahkan hard drive spinning bisa kembali produktif. Cukup dengan enclosure SSD dan hard drive terbaik, Anda dapat menciptakan solusi penyimpanan portabel tanpa merogoh kocek dalam.

Prosesnya pun sangat mudah. Dalam banyak kasus, Anda bahkan tidak perlu menggunakan obeng. Cukup buka enclosure, masukkan drive lama, dan perangkat siap digunakan. Tentu saja, kecepatan drive rakitan Anda akan bergantung pada jenis drive dan enclosure yang dipilih. Namun, untuk kebutuhan backup sederhana atau transfer beberapa file, performa bukanlah masalah besar. Bahkan SATA SSD pun sudah cukup kencang untuk tugas-tugas mainstream.

Bagi pengguna yang membutuhkan kecepatan tinggi, misalnya untuk mengedit video 4K, pekerjaan animasi, atau menjalankan LLM lokal, diperlukan SSD M.2 PCIe 4 atau 5 yang lebih baru. Enclosure yang digunakan juga harus mampu menyediakan bandwidth sesuai dengan port USB-C tercepat yang Anda miliki.

Untuk menguji performa yang bisa diharapkan dari drive lama, tim Tom’s Hardware memasang beberapa drive tua ke berbagai enclosure dan menjalankan pengujian. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan SSD eksternal dan flash drive khusus untuk melihat perbedaan kecepatan.

Beberapa drive yang diuji meliputi Western Digital WD5000BPVT 2.5-inch hard drive (500GB) dari era 2011, Samsung 850 Pro 2.5-inch SATA SSD (512GB) dari 2014, Intel 660p PCIe 3.0 NVMe SSD (2TB) dari 2019, hingga Gigabyte Aorus 12000 PCIe 5.0 SSD (1TB) yang lebih modern. Enclosure yang digunakan bervariasi dari Orico 2139U3-V1 (5 Gbps), Lemorele SD3L NVMe (10 Gbps), Asus ROG Strix Aiolos (20 Gbps), hingga OWC Express 1M2 USB4/40Gbps.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa hard drive 2.5 inci berada di posisi terbawah dengan kecepatan baca/tulis di bawah 90 MB/s. Ini masih cukup untuk backup inkremental. Sementara itu, Samsung 850 Pro 4-5 kali lebih cepat di enclosure yang sama, mencapai kecepatan di bawah 500 MB/s yang masih sangat layak untuk sebagian besar tugas.

Yang menarik, Intel 660p PCIe 3.0 mampu melampaui 1.000 MB/s dalam pengujian, mendekati performa flash drive 10 Gbps. Bahkan saat dipasang di enclosure 20 Gbps, drive ini hampir menyamai Crucial X10 yang jauh lebih mahal. Untuk performa puncak, Gigabyte Aorus di OWC enclosure mencapai lebih dari 3.700 MB/s, mengalahkan Corsair EX400U dalam pengujian transfer file nyata.

Kesimpulannya, drive lama tidak kehilangan banyak kecepatan jika ditempatkan di enclosure yang tepat. Jika Anda memiliki hard drive, Anda akan mendapatkan kecepatan hard drive eksternal. Namun, SATA SSD dalam enclosure 2.5 inci memberikan kecepatan 3-5 kali lebih cepat, cukup untuk tugas mainstream dengan biaya enclosure hanya Rp 120.000-Rp 225.000.

Bagi yang memiliki PCIe 3 NVMe M.2, enclosure 10-20 Gbps dapat memberikan performa mendekati drive mahal. Bahkan untuk kecepatan USB4 tercepat, membeli PCIe 4/5 drive dan enclosure di bawah Rp 1,5 juta tetap lebih hemat daripada membeli drive USB4 jadi yang harganya bisa mencapai Rp 9 juta lebih.

Pada akhirnya, meskipun harga komponen naik, merakit SSD eksternal sendiri masih lebih murah daripada membeli yang baru di harga saat ini. Pastikan untuk memeriksa kesehatan drive lama sebelum digunakan agar data berharga tidak hilang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.