
Lelang pita 700 MHz & 2,6 GHz selesai. Tiga operator utama kini bersaing dengan modal frekuensi baru untuk ekspansi nasional.
key_pointPendapatan XLSmart melonjak 26% YoY, laba bersih ternormalisasi naik 294%. Sinergi merger terbukti dahsyat.
BTS 5G terkonsentrasi di Jabodetabek dan koridor industri. Pulau wisata seperti Raja Ampat dan Komodo belum tersentuh.
Telkomsel memimpin migrasi dari NSA ke Standalone (SA). Latensi turun ~23%, membuka peluang Network Slicing untuk industri.
Pascalelang, Telkomsel kuasai 37,2% spektrum. XLSmart dapat jatah terbesar di 700 MHz, tapi harus kembalikan 15 MHz.
Pita 3,5 GHz yang ideal untuk 5G masih dipakai satelit hingga 2034. Solusi sementara: izin 5G terbatas di pabrik/pelabuhan.
Formula BHP IPFR dianggap menghambat 5G Private Network di mmWave karena faktor populasi nasional yang tidak relevan.
conclusionHanya 4% properti yang terjangkau serat optik. Komdigi dorong MOCN untuk berbagi infrastruktur antar-operator.
Fokus monetisasi bergeser ke B2B: Freeport pakai 5G untuk truk tambang nirawak, pelabuhan Bali untuk deteksi kerusakan kontainer.
conclusionPengiriman smartphone global turun 11% di Q2 2026. Segmen entry-level (<US$150) terpukul paling parah akibat mahalnya memori.
Telkomsel & Indosat rela kehilangan pelanggan demi ARPU yang lebih tinggi. Pembersihan SIM tidak aktif dan disiplin harga.
Monetisasi B2B, sinergi MOCN, dan resolusi C-Band adalah tiga kunci. Tanpa itu, 5G hanya jadi upgrade mahal.
conclusion