
260 MHz spektrum dilelang 7 Juli. Ini bukan sekadar lelang, ini uji nyali industri telekomunikasi Indonesia.
Pendapatan rekor Rp15,22 triliun, laba bersih Rp1,49 triliun (+13,75% YoY). ARPU naik 15,3% jadi Rp45.200.
Pendapatan Rp37,19 triliun (+1,5% YoY), laba bersih Rp4,34 triliun (turun 21,72% YoY). Bukan karena operasional, tapi depresiasi.
Rugi bersih Rp716,93 miliar akibat depresiasi merger Rp2,1 triliun. Normalized PAT justru Rp1,4 triliun (+254% YoY).
Semua operator Indonesia masih gunakan arsitektur NSA (Non-Standalone). 5G 'menumpang' core 4G. 5G SA penuh belum ada.
Telkomsel 165 MHz, XLSMART 152 MHz, Indosat 135 MHz. Tapi semua masih berbagi dengan 4G. Butuh minimal 100 MHz khusus 5G.
Cakupan 5G hanya 6,33% luas permukiman (2025). Target 2026: 8,5%. 4G hampir全覆盖 (98,95% populasi).
Low-band hasil digital dividend. Jangkauan luas, penetrasi gedung kuat, ideal untuk pedesaan dan daerah 3T.
Mid-band kapasitas besar. Ideal untuk 5G perkotaan padat trafik. Kecepatan unduh hingga ~10x lipat 4G.
Bukan 'siapa bayar tertinggi'. Ada kriteria teknis, komitmen jaringan, dan strategi. Metode penawaran: Simultaneous Multiple Round Ascending (SMRA).
Kecepatan mobile Indonesia 62,54 Mbps (Mei 2026). Kalah telak dari Singapura (~165 Mbps), Malaysia (~144 Mbps), Thailand (~124 Mbps).
1) Pivot ke hasil lelang jika sudah keluar. 2) Jangan campur data tanpa label. 3) Jika ada operator umumkan 5G SA, itu headline baru.
conclusion