📑 Daftar Isi

Steve Jobs memperkenalkan Mac Pro pertama di ajang Apple WWDC

20 Tahun Mac Pro: Sejarah Workstation Intel Pertama Apple

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Mac Pro pertama diperkenalkan Steve Jobs di WWDC 20 tahun lalu, menandai transisi Apple dari PowerPC ke Intel x86
  • Desainnya mirip Power Mac G5, namun dengan dua prosesor Intel Xeon dual-core hingga 3.0 GHz
  • Performa diklaim dua kali lipat dari Power Mac G5 Quad
  • Spesifikasi lengkap: RAM hingga 16GB, HDD hingga 2TB, 4 slot PCIe, GPU Nvidia GeForce 7300 GT hingga Quadro FX 4500
  • Harga mulai $2.499 untuk varian Core Xeon 5150 x2 (2.66 GHz)
  • Tersedia 3 pilihan prosesor dan lebih dari 4,9 juta konfigurasi via online configurator
  • Apple menghentikan lini Mac Pro pada Maret 2026, digantikan Mac Studio
  • Alasan penghentian: upgradeability PCIe tersingkirkan oleh Thunderbolt 5

Telset.id – Dua dekade lalu, tepatnya di ajang Apple WWDC, Steve Jobs memperkenalkan Mac Pro pertama dalam sejarah. Perangkat ini bukan sekadar produk baru, melainkan penanda peralihan total Apple dari prosesor PowerPC ke Intel x86, sekaligus mengubur era Power Mac G5.

Mac Pro generasi pertama ini hadir untuk menggantikan tower Power Mac G5 yang perkasa. Padahal, Apple sebelumnya sudah meluncurkan iMac, Mac Mini, dan MacBook berbasis Intel pada awal 2006. Kini, giliran workstation desktop andalan mereka yang bertransformasi.

Yang menarik, secara desain, Mac Pro pertama dengan chip x86 ini nyaris identik dengan pendahulunya, Power Mac G5. Perbedaan utamanya jelas terletak pada dapur pacunya. Presentasi Apple di WWDC kala itu memang fokus membahas prosesor anyar tersebut.

Announcing the first-ever Mac Pro desktop computer

Apple dengan bangga mengklaim mesin anyarnya ini sebagai raja performa. Mereka menyebut Mac Pro mampu “memberikan performa hingga dua kali lipat dibandingkan Power Mac G5 Quad.” Untuk konfigurasi tertinggi, perangkat ini dibekali dua prosesor Intel Xeon dual-core anyar yang berjalan hingga kecepatan 3.0 GHz.

“Apple telah sukses menyelesaikan transisi untuk menggunakan prosesor Intel hanya dalam tujuh bulan — tepatnya 210 hari,” puji Steve Jobs, CEO Apple kala itu. “Dan produk apa yang lebih baik untuk melengkapinya selain Mac Pro baru, workstation yang diimpikan para pengguna Mac.”

Spesifikasi Lengkap Mac Pro Pertama

Mac Pro perdana ini hadir dengan sederet spesifikasi yang mengesankan untuk zamannya. Berikut adalah rincian lengkapnya:

  • Dua prosesor Intel Xeon dual-core berjalan hingga 3.0 GHz, masing-masing dengan 4MB L2 cache bersama dan front-side bus independen 1.33 GHz
  • Kartu grafis Nvidia GeForce 7300 GT dengan 256MB GDDR3, dapat dikonfigurasi hingga ATI Radeon X1900 XT dan Nvidia Quadro FX 4500, keduanya dengan memori video 512MB
  • RAM DDR2-667 fully buffered sebesar 1GB, dapat diperluas hingga 16GB
  • HDD 250GB, dapat diperluas hingga 2TB menggunakan empat bay yang tersedia
  • SuperDrive 16x dengan dukungan dual-layer (DVD±R DL/DVD±RW/CD-RW), plus satu bay ekstra untuk dua ODD
  • 2x Gigabit Ethernet, opsional Wi-Fi 4, opsional modem USB 56k V.92, opsional Bluetooth 2.0+EDR
  • 5x port USB 2.0, 2x port FireWire 800, 2x port FireWire 400, dan berbagai input/output audio
  • 4x slot PCIe 1.0, satu di antaranya double-wide untuk kartu grafis terbaik pada masanya
  • Kompatibel dengan Mac OS X Tiger saat peluncuran, didukung hingga 10.6 Snow Leopard

An Intel Core 2 Duo CPU

Pada peluncuran awal tahun 2007, Apple menawarkan tiga pilihan prosesor. Selain model tertinggi dengan sepasang CPU Core Xeon 5160 berkecepatan 3.0 GHz, ada pula varian Core Xeon 5150 x2 (2.66 GHz) dan Core Xeon 5130 x2 (2.0 GHz).

Bagi yang menginginkan konfigurasi berbeda, Apple mengklaim konfigurator online mereka memungkinkan “lebih dari 4,9 juta kemungkinan konfigurasi.” Sebagai gambaran harga, Mac Pro dengan Core Xeon 5150 x2 (2.66 GHz) dan spesifikasi dasar di atas dibanderol $2.499, sudah termasuk Mighty Mouse dan Apple Keyboard.

Akhir Riwayat Mac Pro

Menariknya, kisah Mac Pro justru berakhir di era Apple Silicon. Model terakhir yang dirilis Apple adalah Mac Pro 2023 dengan chip M2 Ultra. Kemudian, pada Maret tahun ini, Apple mengonfirmasi tidak akan ada lagi revisi untuk workstation desktop andalan mereka ini.

Garis produk ini secara efektif telah digantikan oleh Mac Studio. Salah satu alasan utama keberadaan Mac Pro, yakni upgradeability melalui ekspansi PCIe, telah tersingkirkan oleh kehadiran Thunderbolt 5.

Perjalanan 20 tahun Mac Pro menunjukkan bagaimana Apple berani melakukan transisi besar-besaran demi performa. Dari PowerPC ke Intel, lalu kini ke Apple Silicon, setiap langkah selalu menghadirkan perdebatan dan juga gebrakan. Keputusan menghentikan lini Mac Pro juga menandai berakhirnya era workstation desktop yang bisa di-upgrade pengguna secara ekstensif.

Bagi pengguna yang masih setia pada ekosistem Mac, kabar ini tentu mengubah peta pilihan. Jika sebelumnya Mac Pro adalah tujuan akhir untuk kebutuhan komputasi berat, kini Apple mengarahkan pengguna profesional ke Mac Studio. Sementara itu, bagi yang menantikan inovasi berikutnya, Apple dikabarkan tengah menyiapkan generasi chip anyar untuk masa depan.

Warisan Mac Pro tetap hidup sebagai bukti bahwa Apple tidak segan mengorbankan kesinambungan demi lompatan teknologi. Keputusan berani pada 2006 itu akhirnya menjadi fondasi bagi ekosistem Mac modern yang kita kenal sekarang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.