Telset.id – Sebuah studi terbaru dari Pew Research Center mengungkap bahwa 35% halaman web yang diterbitkan sejak peluncuran ChatGPT menunjukkan tanda-tanda ditulis oleh kecerdasan buatan (AI). Temuan ini menegaskan bahwa konten buatan AI kini membanjiri internet dan semakin sulit dibedakan dari tulisan manusia.
Penelitian berjudul “How Much of the Internet Is Written With AI?” ini menggunakan alat otomatis untuk menilai sampel 10.000 halaman web yang bersumber dari proyek Common Crawl. Hasilnya, hampir 10% dari seluruh sampel halaman yang ada sejak awal World Wide Web lebih dari 30 tahun lalu menunjukkan tanda-tanda dibuat oleh AI. Angka ini dinilai signifikan karena menunjukkan bahwa sebagian besar halaman yang baru diterbitkan kemungkinan besar ditulis atau diedit secara substansial oleh AI.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa jenis situs web tertentu lebih mungkin memakai konten generatif. Data menunjukkan mayoritas halaman web yang diduga dihasilkan AI pada 2026 berasal dari domain .com yang biasanya bersifat komersial. Sebaliknya, hanya 1% yang berasal dari domain .edu (institusi pendidikan AS) dan 0,8% dari domain .gov (pemerintah). Artinya, halaman dari domain akademik dan pemerintah cenderung lebih otentik ditulis manusia.

Ciri Khas Teks Buatan AI yang Terdeteksi
Pew Research Center mengevaluasi 490.000 halaman web berbahasa Inggris untuk mengidentifikasi “ciri umum” dari teks yang dihasilkan AI. Salah satu indikator yang paling sering disebut adalah penggunaan em dash yang muncul “dua kali lebih sering” pada halaman yang diterbitkan sejak 2023. Selain itu, penggunaan Oxford comma juga meningkat 63%.
Namun, peneliti mencatat bahwa tanda baca tersebut bukanlah indikator tunggal karena manusia juga menggunakannya. Ada “tanda” lain yang lebih dapat diandalkan untuk mendeteksi tulisan AI, seperti penggunaan kata-kata tertentu yang khas. Kata seperti “delve,” “interplay,” dan “testament” dilaporkan mengalami peningkatan penggunaan lebih dari dua kali lipat. Laporan tersebut juga menyoroti pola “negative parallelism” yang sering muncul dalam format “it’s not just X, it’s Y,” yang penggunaannya hampir tiga kali lipat.
Temuan ini sejalan dengan riset lain yang menunjukkan bahwa konten AI semakin merajalela di berbagai platform. Sebelumnya, sebuah studi menemukan bahwa hampir setengah dari semua postingan panjang di LinkedIn dibuat oleh AI. Tren ini juga diiringi dengan pertumbuhan lalu lintas bot yang disebut 6,5 kali lebih cepat dibandingkan pengguna manusia.
Meskipun semakin sulit mengidentifikasi halaman web buatan AI, laporan ini memberikan catatan penting bagi pembaca. Jika sebuah halaman berasal dari domain .edu atau .gov, maka secara keseluruhan lebih mungkin ditulis oleh manusia. Hal ini bisa menjadi panduan sederhana bagi pengguna internet yang ingin memverifikasi keaslian sebuah konten.

Penelitian Pew Research Center ini menjadi pengingat bahwa lanskap internet telah berubah drastis sejak kehadiran AI generatif. Bagi pembaca, penting untuk lebih kritis dalam menilai sumber informasi. Sementara bagi kreator konten, temuan ini menyoroti perlunya transparansi dalam penggunaan AI. Meski demikian, laporan tersebut tidak menyimpulkan bahwa semua konten AI buruk, melainkan mengajak publik untuk lebih sadar akan keberadaannya di ruang digital.





Komentar
Belum ada komentar.