📑 Daftar Isi

Peta bendera AS dan Uni Eropa di dinding beton dengan retakan besar memisahkan keduanya, menggambarkan ketegangan teknologi

75% Bisnis Eropa Khawatir AS Aktifkan ‘Kill Switch’ Teknologi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • 75% bisnis Eropa khawatir AS aktifkan kill switch teknologi, setara dengan kekhawatiran ransomware
  • Survei Proton melibatkan 1.500 bisnis di Inggris, Prancis, dan Jerman
  • 54,5% bisnis Eropa tidak bertahan lebih dari satu hari tanpa layanan cloud AS
  • Satu dari empat bisnis memperkirakan kerugian €100.000 per hari downtime
  • Trump ancam gunakan Section 301 Trade Act untuk hentikan pembayaran denda UE
  • 67,8% bisnis Eropa akan beralih ke penyedia berdaulat jika kill switch diaktifkan
  • UE luncurkan Tech Sovereignty Package untuk kurangi ketergantungan pada hyperscaler AS

Telset.id – Hampir tiga perempat atau 75% bisnis Eropa kini khawatir pemerintah Amerika Serikat akan mengaktifkan ‘kill switch’ teknologi yang dapat memutus akses mereka ke layanan digital AS. Kekhawatiran ini disebut-sebut setara dengan ketakutan mereka terhadap serangan ransomware.

Data terbaru dari Proton, yang mensurvei 1.500 bisnis di Inggris, Prancis, dan Jerman, mengungkapkan bahwa lebih dari separuh (54,5%) bisnis Eropa tidak akan mampu bertahan lebih dari satu hari jika kehilangan akses ke layanan cloud dan digital AS. Temuan ini menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik telah berubah menjadi risiko operasional nyata bagi perusahaan-perusahaan Eropa.

Survei tersebut juga menemukan bahwa satu dari empat bisnis memperkirakan kerugian dari satu hari downtime bisa mencapai €100.000, sementara separuh lainnya memperkirakan kerugian lebih dari €50.000. Angka-angka ini menggambarkan betapa besar ketergantungan bisnis Eropa pada infrastruktur digital Amerika.

Flag map of US and EU members painted on concrete wall with a large crack separating the two.

Ketegangan Geopolitik Jadi Risiko Operasional

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengkritik sekutu-sekutunya di Eropa sejak kembali menjabat. Ia mempertanyakan kontribusi NATO dan mengancam akan menarik diri kecuali Eropa meningkatkan pengeluarannya. Trump juga mengkritik regulasi teknologi Eropa yang dinilainya “merampok perusahaan Amerika dan, pada gilirannya, pembayar pajak Amerika”.

Trump telah berjanji untuk menyelidiki Uni Eropa terkait denda yang dijatuhkan pada perusahaan teknologi AS atas praktik anti-persaingan dan pelanggaran GDPR. Ia juga telah memberlakukan berbagai tarif pada mitra dagang. Banyak perusahaan teknologi AS yang mendanai kampanye kepresidenan Trump, sementara lainnya memberikan kontribusi sukarela setelah pelantikannya.

Ketakutan utama adalah Trump dapat menggunakan Section 301 dari Trade Act of 1974 untuk menyatakan denda dari regulasi tersebut tidak adil, dan menghentikan perusahaan AS membayarnya. Ini secara efektif memungkinkan perusahaan AS melanggar regulasi tanpa konsekuensi. Sebagai balasan, Eropa bisa memutus akses perusahaan AS untuk beroperasi di wilayah mereka.

European Union

“Kill switch bukan lagi kekhawatiran geopolitik yang abstrak, melainkan krisis kelangsungan bisnis. Studi ini menangkap pergeseran jelas dalam cara bisnis Eropa memandang risiko operasional,” ujar Raphaël Auphan, Chief Operating Officer di Proton.

“Fakta bahwa kekhawatiran tentang kill switch yang diberlakukan pemerintah hampir tidak dapat dibedakan dari kekhawatiran tentang ransomware mengatakan sesuatu yang signifikan: risiko geopolitik yang diterapkan pada ketergantungan digital tidak lagi menjadi abstraksi ruang rapat. Ini bergabung dengan daftar ancaman yang sama dengan serangan kriminal, dengan urgensi yang sama dan ekspektasi yang sama bahwa hal itu bisa terwujud tanpa peringatan.”

Alternatif Berdaulat bagi Bisnis Eropa

Uni Eropa telah mulai mengambil langkah untuk mengembangkan alternatif Eropa bagi layanan cloud, produktivitas, dan layanan lain yang banyak diandalkan bisnis saat ini. Paket Tech Sovereignty yang diluncurkan pada Juni tahun ini berupaya mengurangi ketergantungan pada hyperscaler AS dan manufaktur teknologi China.

Data Proton menunjukkan mayoritas bisnis Eropa (67,8%) akan beralih ke penyedia berdaulat jika kill switch diaktifkan. Namun, ketersediaan penyedia cloud Eropa belum sepenuhnya setara dengan layanan AS. Langkah-langkah sedang diambil untuk mengatasi kekurangan ini, termasuk peluncuran solusi kelangsungan bisnis oleh Proton untuk membantu perusahaan tetap beroperasi selama gangguan yang disebabkan serangan ransomware, gangguan perangkat lunak, dan bahkan kill switch teknologi AS.

Proton European tech graphic

Temuan ini sejalan dengan upaya Eropa yang lebih luas untuk mencapai kedaulatan teknologi. Beberapa negara juga mulai membatasi perangkat teknologi asing, seperti yang terlihat dalam larangan smart glasses di berbagai wilayah. Upaya verifikasi usia di UE juga menghadapi tantangan keamanan, sebagaimana dilaporkan dalam aplikasi verifikasi usia UE yang berhasil dibobol.

Bagi bisnis Eropa, ancaman kill switch teknologi AS bukan lagi skenario hipotetis. Dengan 54,5% perusahaan tidak mampu bertahan lebih dari satu hari tanpa layanan cloud AS, urgensi untuk mencari alternatif berdaulat menjadi semakin nyata. Langkah-langkah seperti Tech Sovereignty Package dan solusi kelangsungan bisnis dari Proton menjadi jawaban atas kekhawatiran yang semakin meluas ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.