Telset.id – Rebellion memastikan Alien Deathstorm dibangun di atas versi baru engine Atomfall, sebuah keputusan teknis yang membuat pengalaman action horror ini memiliki sistem pencahayaan baru dan tingkat realisme lebih dalam saat pemain menjelajahi lingkungan sekitar.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Head of Design Ben Fisher dan Producer Martin Willingham dalam wawancara dengan TechRadar Gaming di Gamescom, tempat tim sempat mencoba langsung game horror orang pertama tersebut. Menurut Fisher, Alien Deathstorm berdiri di atas “a more advanced version” dari engine studio yang sebelumnya dipakai Atomfall. Versi lanjutan itu menghadirkan sistem pencahayaan yang lebih baik sekaligus memperkuat kesan realisme ketika pemain menyusuri area permainan.
Bagi Willingham, kemampuan teknis tersebut bukan sekadar peningkatan kosmetik. Ia menyebutnya sebagai kebutuhan dasar untuk sebuah action horror game. “Which for an action horror game is actually a must,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa tim teknis Rebellion disebutnya tampil seperti “wizards” karena mampu mewujudkan dan memvisualisasikan deathstorm, elemen yang menjadi nama sekaligus identitas permainan ini.
Pendekatan teknis ini menjelaskan arah desain Alien Deathstorm yang tidak menempatkan diri sebagai survival shooter biasa dengan fitur survival horror yang umum. Rebellion justru menyebutnya sebagai pengalaman “dynamic” dengan elemen sandbox, di mana aksi pemain dapat memengaruhi pertemuan musuh yang tidak terskenario. Willingham menegaskan tim sangat menghargai replayability dan kebebasan sandbox, sehingga mereka “had to do something dynamic”. Menurutnya, membangun pertemuan berdasarkan pemain dan aktivitas pemain membuat setiap sesi terasa berbeda.

Dari sisi teknologi, Fisher membeberkan bahwa tim telah mengerjakan banyak hal pada GPU particles, visual effects, dan fog system. Kombinasi ini yang membuat atmosfer gelap dan menegangkan Alien Deathstorm bisa divisualisasikan secara meyakinkan di atas engine versi baru tersebut. Sistem pencahayaan yang diperbarui juga berperan besar dalam membangun nuansa horror saat pemain bergerak dari satu area ke area lain.
Baca Juga:
Pilihan Rebellion memakai engine internal versi lanjutan ini juga menegaskan posisi studio dalam mengelola teknologi sendiri. Sebelumnya, pendekatan serupa soal engine menjadi sorotan di industri, seperti yang terlihat pada pembahasan chip AI yang menuntut desain berbeda antara training dan inference. Rebellion tampaknya konsisten mengambil jalur teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik proyeknya.
Yang perlu dicatat, Alien Deathstorm belum memiliki tanggal rilis resmi. Rebellion hanya memastikan game ini akan hadir di PlayStation 5, Xbox Series X, Series S, dan PC pada Spring 2027. Artinya, versi engine baru Atomfall yang dipakai Alien Deathstorm masih akan terus disempurnakan hingga mendekati jendela peluncuran tersebut.

Bagi pemain, keputusan teknis ini punya konsekuensi langsung pada pengalaman bermain. Sistem pencahayaan baru dan fog system yang lebih matang berpotensi membuat atmosfer horror terasa lebih padat, sementara elemen sandbox dan pertemuan musuh yang dinamis menjanjikan sesi permainan yang tidak monoton. Kombinasi keduanya menjadi pembeda Alien Deathstorm dari game horror orang pertama lain yang mengandalkan alur linear.
Rebellion juga menegaskan bahwa Alien Deathstorm bukan corridor shooter. Ini sejalan dengan pernyataan Willingham soal pentingnya kebebasan sandbox dan replayability. Dengan engine Atomfall versi lebih maju sebagai fondasi, tim tampaknya ingin memastikan bahwa sisi teknis mampu mendukung visi desain yang lebih terbuka dan dinamis tersebut.
Hingga kini, belum ada informasi tambahan soal spesifikasi PC, edisi khusus, maupun harga Alien Deathstorm. Yang jelas, Rebellion telah mengonfirmasi platform tujuan dan jendela rilis Spring 2027, sementara detail lain masih ditahan. Untuk penggemar genre horror, kombinasi engine baru, sistem pencahayaan yang diperbarui, serta pendekatan sandbox menjadi tiga hal yang layak ditunggu.

Dari sisi industri, langkah Rebellion memakai versi lanjutan engine Atomfall menunjukkan bahwa pengembangan engine internal masih menjadi strategi relevan untuk game dengan kebutuhan atmosfer spesifik. Alih-alih bergantung pada solusi pihak ketiga, studio memilih menyempurnakan teknologinya sendiri agar bisa mewujudkan elemen seperti deathstorm secara utuh. Ini sejalan dengan tren pengembangan engine yang dibahas dalam konteks konten AI yang menuntut kontrol kualitas ketat.
Dengan jendela rilis Spring 2027, masih ada ruang bagi Rebellion untuk mematangkan engine Atomfall versi baru ini. Bagi pemain PlayStation 5, Xbox Series X, Series S, dan PC, Alien Deathstorm menjadi salah satu judul action horror yang menarik dicermati, terutama karena klaim soal pencahayaan baru dan realisme yang lebih dalam. Semua itu berangkat dari satu keputusan teknis: membangun game di atas versi engine yang lebih maju.
[WARN]
Jangan gunakan markdown. Semua konten di atas sudah dalam format HTML murni dengan tag
,
(bila perlu),
- ,
- ,
, dan
. Tidak ada simbol markdown seperti ##, **, atau – yang berdiri sendiri sebagai list markdown.





Komentar
Belum ada komentar.