Telset.id – Creative Assembly memastikan Alien: Isolation 2 akan menghadirkan sudut pandang baru bagi waralaba Alien melalui sosok protagonis bernama Blake, seorang karyawan Weyland-Yutani Corporation yang bekerja spesifik di sisi Yutani. Perspektif ini belum pernah ditampilkan dalam seri horor tersebut dan menjadi salah satu fokus utama pengembangan sekuelnya.
Keputusan menghadirkan Blake sebagai karakter utama menandai pergeseran signifikan dari game pertama, yang menurut pengembang menampilkan “orang-orang biasa” seperti pekerja truk di ruang angkasa. Principal UI artist Laura Mouther menyebut Blake sebagai karakter yang “awesome” dan “membawa perspektif baru bagi waralaba secara total.”
Dalam wawancara dengan TechRadar Gaming di Gamescom, principal environment artist Archie Whitehead dan Laura Mouther membahas apa yang paling mereka nantikan untuk dialami pemain di sekuel mendatang, dengan menyoroti protagonis game, Blake.

Sudut Pandang Sisi Yutani yang Belum Dijelajahi
Blake bekerja untuk Weyland-Yutani Corporation, sebuah mega-konglomerat dan antagonis utama dalam waralaba sci-fi tersebut, namun dipekerjakan secara spesifik di sisi Yutani dari perusahaan. Menurut Whitehead, Weyland-Yutani adalah perusahaan yang berbicara dalam bahasa Inggris-Jepang, dan sisi Jepangnya dinilai belum banyak dieksplorasi.
“Weyland-Yutani adalah perusahaan yang berbicara bahasa Inggris-Jepang, dan menurut saya sisi Jepangnya tidak benar-benar dieksplorasi sebanyak itu,” kata Whitehead. “Ini sesuatu yang kami coba jelajahi lebih dalam di sini karena Kurosaki, itu nama stasiunnya, jadi saya sangat tertarik untuk pemain menemukan: ‘Bagaimana hal itu memengaruhi dunia dan orang-orang yang tinggal di dalamnya?'”
Stasiun Kurosaki sendiri menjadi latar bagi game ini, memperkuat keterkaitan antara latar Jepang dan perspektif yang dibawa Blake sebagai karyawan sisi Yutani. Pengembang menekankan bahwa eksplorasi ini penting untuk membangun dunia yang terasa koheren dengan identitas perusahaan tersebut.
Mouther menambahkan bahwa Blake adalah karakter yang menarik untuk dijelajahi. Menurutnya, jika pemain mengingat kembali game pertama atau bahkan film pertama, yang ditampilkan adalah “pekerja truk di ruang angkasa” — orang-orang biasa yang melakukan hal-hal biasa. “Mereka tidak berkuasa. Mereka bisa dikorbankan. Tidak ada yang peduli pada mereka. Mereka harus menjaga diri mereka sendiri,” ujarnya.
Baca Juga:
Posisi Blake dan Upaya Penebusan Diri
Berbeda dari karakter-karakter sebelumnya, Blake digambarkan sebagai “karyawan Weyland-Yutani sepenuhnya,” yang berarti ia memiliki sejumlah kekuatan. Namun, dalam trailer terdengar suara berbahasa Jepang yang mengatakan kepadanya, “Kamu membuat kesalahan. Ini kesempatan terakhirmu.” Blake dikirim ke Kurosaki di luar kehendaknya dan ingin melakukan yang terbaik, berusaha menebus dirinya sendiri.
Mouther menjelaskan bahwa karakter-karakter di prolog akan berbicara kepada Blake dengan rasa hormat, sehingga pemain bisa merasakan posisinya. Meski demikian, seluruh fokus Blake hanya pada upaya menebus kesalahannya. Hal itu pula yang membuatnya menuju lokasi kecelakaan dan secara tidak sengaja melepaskan Xenomorph ke koloni, sebuah kesalahan lain yang menurut pengembang menjadikan Blake karakter yang menarik untuk dimainkan.
“Dikotomi itu, dia adalah karakter yang sangat menarik untuk dijelajahi,” tambah Mouther. Ia menyatakan pemain akan benar-benar mengenal dan menyukai Blake dalam perjalanannya, sekaligus membentuk perjalanan mereka sendiri. “Kami menceritakan kisah yang lebih besar, tentu saja, tetapi mirip dengan game pertama, setiap pemain akan memiliki caranya sendiri dalam menceritakan ‘hal-hal di antara’ cerita utama itu, dan akan sangat menarik untuk dilihat.”

Pendekatan naratif ini menempatkan Blake sebagai figur dengan lapisan konflik internal yang kuat: ia memiliki otoritas sebagai bagian dari mega-korporasi, tetapi sekaligus berada dalam posisi rentan karena dikirim ke Kurosaki di luar kehendaknya. Kombinasi tersebut menjadi dasar bagi pengalaman bermain yang berbeda dari pendahulunya.
Pengembang juga menyoroti bagaimana hubungan Blake dengan Weyland-Yutani memengaruhi cara pemain memahami dunianya. Sebagai karyawan sisi Yutani, ia membawa latar budaya dan korporat yang belum pernah menjadi sorotan utama dalam seri Alien, sehingga membuka ruang eksplorasi baru bagi narasi waralaba secara keseluruhan.

Alien: Isolation 2 sendiri belum memiliki tanggal rilis. Game ini akan hadir di PS5, Xbox Series X dan Series S, Nintendo Switch 2, serta PC. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal peluncuran maupun detail gameplay lainnya masih dinantikan penggemar waralaba horor sci-fi tersebut.

Dengan menghadirkan Blake sebagai protagonis dari sisi Yutani, Creative Assembly tampaknya ingin memperluas cakupan naratif waralaba Alien ke wilayah yang jarang tersentuh. Fokus pada karakter yang memiliki kekuatan sekaligus beban penebusan diri menjadi pembeda utama dibanding game pertama yang menampilkan orang-orang biasa sebagai korban.
Para penggemar yang mengikuti perkembangan industri kreatif dan game dapat memperhatikan bagaimana pendekatan naratif semacam ini terus berkembang, seiring studio-studio besar mengadopsi teknologi dan cerita baru dalam proyek mereka, sebagaimana terlihat pada berbagai inisiatif AI Assistant Adobe di sektor kreatif. Sementara itu, bagi pemain yang menantikan sekuel ini, kepastian platform telah memberikan gambaran awal tentang jangkauan rilis Alien: Isolation 2 di pasar konsol dan PC.
[ META_DESCRIPTION]
Creative Assembly menghadirkan Blake, karyawan sisi Yutani, sebagai protagonis Alien: Isolation 2 yang menawarkan perspektif baru bagi waralaba Alien.





Komentar
Belum ada komentar.