📑 Daftar Isi

Close-up prosesor AMD Ryzen 9000 seri dengan latar belakang motherboard

AMD Pulihkan Fitur Keamanan Ryzen 9000 Setelah Protes

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • AMD mengembalikan fitur TSME pada Ryzen 9000 setelah protes komunitas
  • Fitur dihapus diam-diam melalui AGESA 1.2.7.0 awal tahun ini
  • Pembaruan BIOS untuk mengaktifkan kembali TSME dijadwalkan Juli 2026
  • TSME melindungi dari serangan cold boot dengan enkripsi memori
  • Fitur sudah didukung sejak Ryzen 7 3700X pada 2020
  • AMD menyebut keputusan berdasarkan masukan komunitas
  • Pengguna perlu memantau situs produsen motherboard untuk pembaruan

Telset.id – AMD memutuskan untuk mengembalikan fitur enkripsi memori Transparent Secure Memory Encryption (TSME) pada prosesor desktop Ryzen 9000 menyusul gelombang kritik dari komunitas. Keputusan ini diambil setelah perusahaan sebelumnya secara diam-diam menonaktifkan fitur tersebut melalui pembaruan firmware AGESA 1.2.7.0 awal tahun ini.

Dalam pernyataan resmi kepada Tom’s Hardware, AMD mengonfirmasi bahwa fitur TSME—yang dikenal sebagai Memory Guard di lini Ryzen PRO—akan diaktifkan kembali pada rilis BIOS yang dijadwalkan pada Juli 2026. “Berdasarkan masukan berharga dari komunitas, kami akan mengembalikan opsi ini dalam rilis BIOS mendatang pada bulan Juli,” demikian bunyi pernyataan AMD.

Kronologi Penghapusan dan Kembalinya Fitur Keamanan

Kontroversi ini bermula ketika Ben Kilpatrick, penulis dari Ars Technica, menemukan bahwa fitur TSME tidak lagi tersedia saat melakukan audit keamanan pada sistem baru dengan prosesor Ryzen 7 9700X. Kilpatrick kemudian bekerja sama dengan MSI, vendor motherboard-nya, untuk memastikan bahwa TSME sebelumnya didukung tetapi dinonaktifkan melalui AGESA 1.2.7.0.

Setelah penemuan tersebut, Kilpatrick melaporkan bug di repositori GitHub AMD. Mario Limonciello, insinyur perangkat lunak senior di AMD, merespons dengan singkat: “Maaf, saya tidak memiliki informasi lebih lanjut untuk dibagikan tentang topik ini.” Tanpa komentar resmi, banyak pihak menduga AMD sengaja menonaktifkan TSME untuk membedakan lini konsumennya dari lini PRO.

TSME sendiri merupakan fitur enkripsi memori tingkat firmware yang memungkinkan prosesor menghasilkan kunci untuk mengenkripsi data yang tersimpan di RAM. Fitur ini berfungsi sebagai lapisan perlindungan terhadap serangan cold boot, di mana penyerang fisik dapat mengekstrak data sensitif dari memori setelah sistem dimatikan secara paksa.

Respons AMD dan Implikasi bagi Pengguna

AMD menegaskan bahwa keamanan data pelanggan adalah prioritas utama. “AMD Memory Guard adalah teknologi enkripsi memori berbasis perangkat keras yang tersedia pada prosesor desktop dan mobile Ryzen PRO kami. Ini adalah fitur keamanan fundamental, dan kami tidak memiliki rencana untuk menghapus dukungan dari lini Ryzen PRO. Komitmen ini berlaku sekarang dan di masa depan,” tulis AMD dalam pernyataannya.

Meskipun TSME bukan fitur keamanan kritis untuk sebagian besar desktop konsumen—karena melindungi dari serangan yang memerlukan akses fisik ke perangkat—penghapusan sepihak melalui firmware tetap menuai kritik. Komunitas menilai tidak ada alasan bagi AMD untuk menonaktifkan kemampuan yang sebelumnya sudah tersedia pada prosesor konsumen sejak Ryzen 7 3700X pada 2020.

Keputusan AMD untuk memulihkan TSME pada prosesor non-PRO Ryzen 9000 menunjukkan bahwa tekanan komunitas masih memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan perusahaan. Langkah ini juga menjadi preseden penting tentang bagaimana perusahaan semikonduktor merespons masukan pengguna terkait fitur keamanan.

Bagi pengguna yang telah membeli sistem berbasis Ryzen 9000 dan khawatir tentang hilangnya perlindungan enkripsi memori, pembaruan BIOS yang akan datang pada Juli 2026 akan mengembalikan opsi tersebut. Pengguna disarankan untuk memantau situs web produsen motherboard masing-masing untuk mendapatkan pembaruan firmware terbaru.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pembaruan firmware. Penghapusan fitur keamanan tanpa pemberitahuan sebelumnya dapat menimbulkan keraguan di kalangan konsumen, terutama bagi mereka yang mengandalkan perlindungan tambahan untuk data sensitif.

AMD sendiri belum mengomentari apakah fitur TSME akan diaktifkan secara default atau hanya tersedia sebagai opsi BIOS. Namun, pernyataan perusahaan menyebutkan “mengembalikan opsi ini,” yang mengindikasikan pengguna mungkin perlu mengaktifkannya secara manual melalui pengaturan BIOS.

Ke depannya, keputusan AMD ini dapat memengaruhi kebijakan perusahaan dalam menangani fitur keamanan pada lini prosesor konsumen. Dengan meningkatnya kesadaran akan keamanan siber, konsumen semakin menuntut transparansi dan kontrol penuh atas fitur keamanan perangkat keras mereka.

Bagi pengguna yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang perkembangan terkini di industri teknologi, kunjungi Telset.id untuk berita dan ulasan terbaru.

Komentar

Belum ada komentar.