📑 Daftar Isi

Logo AMD dengan latar belakang grafis pasar saham

AMD Tembus Kapitalisasi Pasar $1 Triliun, Kalahkan Intel

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • AMD menembus kapitalisasi pasar $1 triliun untuk pertama kalinya setelah reli saham sepekan
  • Harga saham naik dari sekitar $557 menjadi $607 saat pembukaan pasar Senin
  • Reli saham mencapai 29% dalam sebulan, 21% di antaranya terjadi dalam lima hari terakhir
  • AMD bergabung dengan klub eksklusif bersama SK hynix, Amazon, Microsoft, Apple, Nvidia, Broadcom, dan Micron
  • Masih tertinggal dari Nvidia yang berada di sekitar $5,4 triliun, namun lebih dulu dari Intel di sekitar $648 miliar

Telset.id – AMD resmi menembus kapitalisasi pasar $1 triliun untuk pertama kalinya, setelah reli harga saham dalam sepekan terakhir. Pada penutupan pasar Jumat, harga saham AMD berada di sekitar $557. Ketika pasar dibuka Senin pagi, saham langsung melonjak ke $607 dan terus naik hingga akhirnya mendorong AMD melewati ambang $1 triliun. Pencapaian ini menempatkan AMD ke dalam klub eksklusif perusahaan global bernilai triliunan dolar, sekaligus menjadi momen penting bagi industri chip di tengah persaingan kecerdasan buatan yang semakin ketat.

Milestone tersebut dibagikan oleh Saša Marinković, Senior Marketing Director AMD, melalui unggahan di X. “Kapitalisasi pasar $1 triliun! 🚀 @AMD resmi bergabung dengan salah satu klub paling eksklusif di pasar,” tulisnya pada 21 September 2026. Sejak unggahan itu, saham AMD sempat berfluktuasi dan beberapa kali turun di bawah $1 triliun untuk periode singkat. Dinamika ini diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang hari sebelum harga akhirnya stabil.

Reli saham AMD terbilang agresif. Harga sahamnya naik sekitar 29% dalam sebulan terakhir, dan 21% dari lonjakan itu terjadi hanya dalam lima hari terakhir. Pada Senin saja, saham AMD melompat sekitar 9% dalam beberapa jam pertama setelah pembukaan pasar. Sepekan sebelumnya, posisi AMD masih cukup jauh dari ambang triliunan dolar.

AMD logo

Kapitalisasi pasar sendiri merupakan ukuran ringkas untuk memahami nilai sebuah perusahaan. Angka ini dihitung dari jumlah saham beredar dikalikan harga saham. Nilainya tidak selalu terikat langsung pada pendapatan atau laba, melainkan menjadi pembacaan Wall Street atas nilai perusahaan yang bergerak mengikuti harga saham.

AMD di Klub Triliunan Dolar

Dengan pencapaian ini, AMD bergabung dengan klub berisi kurang dari dua lusin perusahaan di seluruh dunia yang telah melewati kapitalisasi pasar $1 triliun. Beberapa nama yang sudah lebih dulu berada di klub tersebut antara lain SK hynix, Amazon, Microsoft, Apple, Nvidia, Broadcom, dan Micron.

Meski kini resmi masuk klub itu, AMD masih tertinggal jauh dari rivalnya di ruang akselerator AI, Nvidia, yang saat ini berada di kapitalisasi pasar sekitar $5,4 triliun. Namun, AMD berhasil mencapai milestone ini lebih dulu dibanding Intel. Kapitalisasi pasar Intel saat ini berada di sekitar $648 miliar.

Nvidia

Menariknya, Intel justru mencatat reli harga saham yang lebih besar dalam sebulan terakhir. Harga saham Intel naik 37% dalam sebulan, dengan 25% dari pertumbuhan itu terjadi dalam lima hari terakhir. Serupa dengan AMD, Intel membuka perdagangan Senin pagi dengan lonjakan 13%.

Setelah laporan keuangan kuartal kedua AMD, di mana perusahaan melampaui ekspektasi pendapatan sebesar 2%, saham sempat diperdagangkan turun dan menciptakan peluang untuk ditahan. Keputusan itu kini membuahkan hasil seiring lonjakan saham AMD dan Intel.

Pencapaian AMD ini juga menjadi sorotan di tengah geliat industri perangkat dan ekosistem teknologi yang terus bergerak. Sejumlah pengamat pasar menilai momentum ini menunjukkan bagaimana valuasi perusahaan chip kini sangat dipengaruhi oleh posisi mereka di rantai pasok AI. Di sisi lain, inovasi di perangkat konsumen juga terus berjalan, seperti yang terlihat dari langkah Beats Bocorkan Headphone yang menjadi perbincangan publik belakangan ini.

Meski akselerator AI AMD telah masuk ke pasar data center, Nvidia masih mendominasi pasar tersebut secara luas. Posisi unik AMD justru datang dari lini CPU, yang dalam setahun terakhir menjadi titik fokus data center AI agentic. Kombinasi CPU dan akselerator AI inilah yang membuat AMD memiliki daya tarik tersendiri di mata pelaku pasar.

Di ranah perangkat konsumen, perhatian terhadap merek dan ekosistem juga tetap tinggi. Bahkan, topik seputar identitas visual sempat mencuat ketika Logo Android P Mirip Beats menjadi bahan diskusi di kalangan pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap merek teknologi tidak hanya dibentuk oleh angka kapitalisasi pasar, tetapi juga oleh produk dan identitas yang mereka gunakan sehari-hari.

a robot hand holding a wad of dollar bills

Bagi pasar, kapitalisasi pasar $1 triliun adalah sinyal bahwa Wall Street melihat AMD sebagai pemain yang layak diperhitungkan dalam gelombang AI. Namun, angka ini juga bersifat fluktuatif karena mengikuti pergerakan harga saham. Turun naik di bawah ambang triliunan dolar setelah pencapaian awal menunjukkan bahwa posisi tersebut belum sepenuhnya stabil.

AMD sendiri memiliki sejarah panjang di industri chip, termasuk akuisisi ATI senilai $5,4 miliar yang dikonfirmasi 20 tahun lalu. Kini, perusahaan berada di titik yang berbeda dengan posisi yang lebih kuat di pasar CPU dan upaya masuk ke pasar akselerator AI. Perjalanan ini menjadi salah satu transformasi paling signifikan di industri semikonduktor.

Di sisi lain, ekosistem perangkat mobile juga terus menghadirkan pembaruan. Apple, misalnya, dikabarkan tengah menyiapkan perangkat pendukung baru, seiring dengan kemunculan Aplikasi Beats Pill+ versi Android yang menandakan arah strategi lintas platform perusahaan. Dinamika ini memperlihatkan bahwa persaingan teknologi tidak hanya terjadi di level chip, tetapi juga di ranah perangkat dan layanan.

Dalam konteks pasar data center, posisi AMD sebagai pemasok CPU menjadi kunci. Data center AI agentic yang semakin berkembang membutuhkan prosesor yang mampu menangani beban kerja kompleks. AMD memanfaatkan posisi ini untuk memperkuat relevansinya di pasar yang selama ini dikuasai Nvidia di sisi akselerator.

Pencapaian $1 triliun ini juga menjadi sinyal bahwa investor melihat potensi jangka panjang AMD. Meski demikian, pergerakan saham yang sempat turun di bawah ambang tersebut menunjukkan bahwa pasar masih menimbang berbagai faktor, termasuk laporan keuangan kuartalan dan prospek pertumbuhan di segmen AI.

Intel, yang belum mencapai milestone serupa, tetap mencatat reli signifikan. Dengan kapitalisasi pasar sekitar $648 miliar, Intel masih memiliki jarak yang cukup jauh dari ambang triliunan dolar. Namun, reli 37% dalam sebulan menunjukkan bahwa pasar juga memberikan perhatian besar pada upaya pemulihan Intel.

Bagi AMD, bergabung dengan klub perusahaan bernilai triliunan dolar adalah pencapaian simbolis sekaligus operasional. Perusahaan kini berada di antara nama-nama besar seperti Apple, Microsoft, dan Nvidia. Posisi ini memperkuat narasi bahwa AMD bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pemain utama di industri teknologi global.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada bagaimana AMD mempertahankan momentum ini, terutama di segmen AI dan data center. Dengan posisi CPU yang kuat dan upaya berkelanjutan di akselerator AI, AMD memiliki fondasi untuk terus bersaing, meski tantangan dari Nvidia dan pemain lain tetap besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.