📑 Daftar Isi

Maket rudal jelajah Barracuda-500M yang dipamerkan Anduril di ajang MSPO Kielce Polandia

Anduril dan PGZ Siap Produksi Lokal Rudal Barracuda-500M di Polandia

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Anduril dan PGZ menjalin kemitraan produksi lokal rudal jelajah Barracuda-500M di Polandia
  • Maket berskala penuh dipamerkan di ajang MSPO Kielce, Polandia
  • Detail produksi dan timeline operasional masih dalam negosiasi
  • Anduril juga menawarkan drone Fury untuk F-35 dan Thunder rotorcraft untuk 96 helikopter Apache Polandia
  • Pengiriman 96 Apache dijadwalkan mulai 2028, Polandia akan jadi operator Apache terbesar kedua dunia

Telset.id – Anduril telah menggandeng konglomerat milik negara Polandia, PGZ, untuk bersama-sama memproduksi sistem rudal jelajah baru. Rudal yang diberi nama Barracuda-500M tersebut merupakan senjata yang diluncurkan dari darat dan dilaporkan akan diproduksi secara lokal sebagai bagian dari kesepakatan jangka panjang antara kedua perusahaan.

Langkah ini diambil saat Warsawa terus memperluas persenjataannya di tengah meningkatnya kekhawatiran atas aktivitas militer Rusia di dekat perbatasan timur NATO. Kesepakatan rudal ini menjadi bagian dari upaya Polandia memperkuat kemampuan pertahanannya melalui kemitraan dengan industri pertahanan asing.

Maket berskala penuh dari rudal Barracuda-500M dipajang untuk publik bagi pengunjung yang menghadiri acara perdagangan pertahanan yang digelar di Kielce, Polandia. Penampakan tersebut berlangsung selama pameran pertahanan tahunan MSPO, tempat perwakilan perusahaan memaparkan cakupan kemitraan rudal tersebut.

Barracuda cruise missile

Kemitraan ini mencakup perakitan lokal dan pada akhirnya produksi skala penuh rudal tersebut di dalam wilayah Polandia. Perwakilan perusahaan belum mengatakan apakah komponen akan dikirim terlebih dahulu dari Amerika Serikat untuk pekerjaan perakitan domestik.

Mereka juga belum secara publik mengungkapkan timeline untuk produksi skala penuh atau kapan rudal tersebut mungkin menjadi operasional. Detail produksi masih belum tuntas karena Polandia dan Anduril terus melakukan negosiasi.

Anduril Tawarkan Dua Pesawat Otonom untuk Polandia

Secara terpisah, Anduril juga menawarkan dua pesawat otonom yang dirancang untuk beroperasi bersama jet tempur F-35 dan helikopter AH-64E Apache milik Polandia di masa depan. Brian Moran, yang mengawasi operasi bisnis Anduril di seluruh Eropa, memaparkan tawaran tersebut dalam wawancara terpisah di ajang MSPO.

Menurut Moran, drone tempur Fury dapat mendampingi 32 jet tempur F-35 yang akan diterima Polandia sebagai loyal wingman. Ia menjelaskan bahwa pesawat tersebut telah dipilih oleh Angkatan Udara Amerika Serikat untuk upaya pengadaan resmi yang didanai.

“Fury dirancang khusus untuk bermitra dengan F-35 sebagai loyal wingman dan sebagai pengganda kekuatan untuk menjauhkan pria dan wanita berseragam dari bahaya,” kata Moran.

Anduril Industries' Thunder rotorcraft

Thunder rotorcraft, platform otonom terpisah yang dibangun perusahaan, dirancang khusus untuk beroperasi bersama armada 96 helikopter Apache yang akan datang di Polandia. Thunder pertama kali diperkenalkan secara publik selama Farnborough Airshow yang digelar pada Juli lalu, beberapa bulan sebelum Anduril mengintensifkan pembicaraannya dengan pejabat pertahanan Polandia.

“Pada Juli, kami meluncurkan Thunder, yang merupakan platform kolaboratif otonom untuk helikopter serang Apache,” kata Moran. “Dan sama seperti Fury yang beroperasi dengan F-35, dengan Polandia mendapatkan semua Apache ini, memiliki Thunder adalah pengganda kekuatan, terutama karena Polandia harus melatih banyak pilot untuk 96 Apache.”

Moran mencatat bahwa Polandia akan menjadi operator helikopter Apache terbesar kedua di dunia, hanya di bawah Amerika Serikat. Pengiriman seluruh 96 helikopter, bersama peralatan dan sistem senjata terkait, dijadwalkan secara resmi dimulai selama 2028.

Jeda waktu tersebut memberi militer Polandia beberapa tahun untuk melatih pilot dan mempersiapkan sistem pendukung sebelum Apache benar-benar tiba. Selain 96 helikopter tersebut, Polandia juga berupaya memperluas persenjataannya dengan diskusi yang sedang berlangsung dengan Anduril mengenai kemungkinan pembelian drone Thunder.

Pengembangan produksi rudal jelajah dan platform otonom ini menandai langkah Polandia dalam memperkuat pertahanan udara dan daratnya melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi pertahanan. Keterlibatan Anduril dalam proyek ini juga menunjukkan ekspansi perusahaan tersebut ke pasar pertahanan Eropa.

Polandia sendiri tengah mempercepat modernisasi militernya seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Eropa Timur. Kemitraan dengan Anduril menjadi salah satu upaya Warsawa untuk memastikan ketersediaan sistem senjata canggih sekaligus membangun kapasitas produksi dalam negeri.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.