📑 Daftar Isi

Reaktor nuklir modular BWRX-300 milik TVA di situs Clinch River Tennessee

AS Setujui Konstruksi Reaktor Nuklir 300MW BWRX-300 di Clinch River

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • NRC AS menyetujui izin konstruksi reaktor nuklir modular BWRX-300 300MW milik TVA setelah penilaian 14 bulan
  • TVA masih butuh lisensi tambahan sebelum memuat bahan bakar dan membangkitkan listrik komersial
  • TVA pertimbangkan hingga empat unit BWRX-300 di Clinch River, Tennessee
  • Teknologi reaktor juga diusulkan di Inggris (14 unit di 3 lokasi) dan Kanada
  • Persetujuan muncul seiring lonjakan kebutuhan listrik dari infrastruktur AI

Telset.id – Regulator Amerika Serikat resmi menyetujui izin konstruksi reaktor nuklir modular kecil berkapasitas 300MW milik Tennessee Valley Authority (TVA) di situs Clinch River. Persetujuan ini menjadi tonggak penting bagi industri nuklir AS yang tengah berupaya memenuhi lonjakan kebutuhan listrik dari infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

US Nuclear Regulatory Commission (NRC) menuntaskan penilaiannya dalam waktu 14 bulan, memberikan otorisasi kepada TVA untuk memulai konstruksi reaktor BWRX-300 yang dikembangkan GE Vernova Hitachi. Meski demikian, TVA masih memerlukan lisensi tambahan sebelum dapat memuat bahan bakar nuklir atau memulai pembangkitan listrik secara komersial dari unit reaktor yang telah disetujui tersebut.

Teknologi reaktor yang sama juga tengah menarik perhatian di Inggris, di mana para investor mengusulkan penyebaran besar-besaran di berbagai lokasi. Langkah ini menunjukkan tren adopsi desain reaktor modular yang semakin meluas di kancah global.

A shimmering person in a data center

TVA mempertimbangkan hingga empat unit BWRX-300 di lokasi Tennessee tersebut, meskipun jadwal konstruksi masih belum diputuskan. Reaktor ini menggunakan teknologi air mendidih (boiling-water), dengan sirkulasi alami yang membantu memindahkan pendingin tanpa sepenuhnya bergantung pada peralatan pompa bertenaga.

Desain keselamatannya juga memanfaatkan gravitasi, tekanan, dan air yang tersimpan untuk melindungi kondisi operasi tertentu tanpa memerlukan daya eksternal. Pada kapasitas 300MW, setiap reaktor akan menghasilkan sekitar seperempat dari kapasitas yang disediakan oleh reaktor yang lebih baru yang beroperasi di fasilitas Vogtle, Georgia.

“Izin konstruksi ini lebih dari sekadar pencapaian regulasi — ini adalah fondasi bagi masa depan nuklir Amerika,” kata Mike Skaggs, presiden interim TVA.

Persetujuan ini muncul ketika perusahaan-perusahaan listrik mencari sumber daya listrik yang dapat diandalkan dan mampu beroperasi secara terus-menerus seiring meningkatnya permintaan dari fasilitas AI di seluruh jaringan listrik. Pembangkit nuklir dapat memberikan output yang stabil tanpa bergantung pada kondisi cuaca, meskipun biaya konstruksi dan periode pengembangan yang panjang tetap menjadi kekhawatiran utama.

BWRX-300 dirancang untuk mengatasi sebagian kesulitan konstruksi tersebut melalui arsitektur yang lebih sederhana, komponen yang lebih sedikit, dan penggunaan peralatan manufaktur yang lebih besar. Pendekatan ini sejalan dengan tren industri yang mengutamakan efisiensi produksi, serupa dengan bagaimana Fitur First Draft menyederhanakan proses editing video di platform digital.

Inggris dan Kanada Kejar Teknologi Reaktor yang Sama

BWRX-300 tidak terbatas pada proyek AS, dengan SGE mengusulkan sebanyak 14 reaktor di tiga lokasi di Inggris di bawah kebijakan nuklir lanjutan negara tersebut. Pemerintah Inggris memperkenalkan Advanced Nuclear Framework pada awal tahun ini untuk mendukung pengembangan nuklir yang dibiayai swasta dan memperkuat pasokan listrik di masa depan.

Rencana SGE tersebut dapat membutuhkan sekitar £35 miliar, setara dengan sekitar $46,5 miliar, jika seluruh program yang diusulkan berjalan. Kanada juga tengah bersiap untuk mengerahkan desain reaktor yang sama, dengan Ontario Power Generation mengembangkan unit pertamanya dan mempersiapkan program konstruksinya.

Di Texas, Blue Energy telah mengajukan izin untuk mengembangkan reaktor BWRX-300 yang ditujukan untuk memasok listrik langsung ke fasilitas pusat data. Penggunaan berulang dari satu desain diharapkan oleh para pengembang dapat meningkatkan efisiensi pengadaan, manufaktur, dan konstruksi di berbagai proyek.

Namun, ekspektasi tersebut masih belum terbukti di Amerika Serikat, di mana pengembangan nuklir besar yang terjadi baru-baru ini mengalami penundaan substansial dan biaya yang melebihi estimasi awal. Proyek TVA dengan demikian akan memberikan uji lain mengenai apakah reaktor standar yang lebih kecil dapat memuaskan pengguna listrik besar tanpa mengulangi kesulitan konstruksi tersebut.

Perkembangan ini juga mencerminkan bagaimana industri teknologi dan energi semakin terintegrasi, terutama dalam menghadapi kebutuhan daya yang terus meningkat dari sektor AI. Pengalaman dari sektor lain, seperti yang terlihat pada Path Tracing NVIDIA, menunjukkan bagaimana inovasi teknologi terus mendorong permintaan akan infrastruktur pendukung yang lebih kuat.

Dengan kapasitas 300MW per unit dan potensi hingga empat reaktor di Clinch River, proyek TVA ini menjadi salah satu proyek reaktor modular kecil paling signifikan di Amerika Serikat. Keberhasilannya akan menjadi indikator penting bagi masa depan energi nuklir modular, baik di AS maupun di pasar global yang tengah mempertimbangkan teknologi serupa.

Keputusan NRC ini juga memberikan sinyal positif bagi para pengembang reaktor modular lainnya bahwa proses regulasi dapat diselesaikan dalam kerangka waktu yang lebih efisien, meskipun masih diperlukan tahapan perizinan tambahan sebelum operasi komersial dapat dimulai.

Bluecore Energy

Dengan berbagai proyek yang tengah berjalan di beberapa negara, BWRX-300 berpotensi menjadi salah satu desain reaktor modular yang paling banyak diadopsi secara global. Namun, keberhasilan akhir akan sangat bergantung pada kemampuan para pengembang untuk membuktikan bahwa desain yang lebih sederhana dapat benar-benar mengatasi tantangan biaya dan jadwal yang selama ini membayangi proyek-proyek nuklir skala besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.