Telset.id – ChatGPT kembali menunjukkan kemampuannya di luar fungsi penulisan dan riset. Kali ini, chatbot besutan OpenAI tersebut membantu seorang pengguna menemukan earbud yang hilang di hamparan kerikil, memanfaatkan kemampuan computer vision untuk mengenali objek kecil di dalam gambar besar. Kisah ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana pengguna memanfaatkan ChatGPT untuk tugas yang tak biasa, sekaligus mengingatkan bahwa keandalan model AI tidak selalu konsisten.
Kisah bermula dari unggahan pengguna Reddit bernama Just-a-fungi893 di forum r/ChatGPT. Ia menceritakan kejadian saat berada di taman bersama keluarganya. Ketika berlari mengejar mereka, kotak earbud terjatuh dari saku dan earbud-nya berhamburan. Satu earbud ditemukan, tetapi satunya lagi hilang di antara kerikil. Menurut pengakuannya, ia menghabiskan sekitar 10 menit mencari tanpa hasil, terutama karena earbud berwarna putih menyatu dengan kerikil putih saat matahari mulai terbenam.
Karena tidak menemukan cara lain, Just-a-fungi893 memutuskan meminta bantuan ChatGPT. Ia mengaku sudah sering menggunakan ChatGPT untuk banyak hal, dan ide meminta bantuan chatbot muncul saat ia menyadari pencarian manual tidak membuahkan hasil. Lima menit kemudian, earbud dan pemiliknya kembali bersatu. ChatGPT mengarahkan pengguna tersebut ke titik tertentu dalam foto yang relevan.
Keberhasilan itu bukan karena ChatGPT memiliki kekuatan magis. Menurut laporan TechRadar, LLM (large language model) memang sangat baik dalam mengenali objek kecil di dalam gambar besar, seperti earbud di antara kerikil, jarum di tumpukan jerami, hingga indikator tumor pada hasil rontgen. Semua itu bertumpu pada kemampuan pattern recognition atau pengenalan pola.
Baca Juga:

Keterbatasan ChatGPT dan Pengalaman Pengguna Lain
Meski cerita tersebut terkesan membantu, tidak semua pengguna mendapat hasil serupa. Salah satu komentar di thread Reddit yang dikutip TechRadar justru mengungkap sisi lain keandalan ChatGPT. Pengguna bernama Mindless-Apricot-236 mengaku pernah kehilangan sebuah sekrup di luar ruangan, lalu mengunggah foto ke ChatGPT dan “meminta sang oracle membantu menemukannya”. Menurutnya, ChatGPT mengklaim telah menemukan objek tersebut dan menunjukkan gambar. Namun, ia menyebut ChatGPT hanya memodifikasi gambar asli dan menambahkan sekrup acak ke dalamnya.
Pengalaman lain datang dari AnalogAngeleno yang mencoba hal serupa di toko buku bekas. Ia mengambil foto rak dan meminta ChatGPT membantu mencari buku karena tidak tersusun rapi. Sayangnya, menurutnya ChatGPT mulai mengarang buku-buku yang sebenarnya tidak ada di sana. Dua komentar ini menunjukkan bahwa hasil penggunaan ChatGPT bisa berbeda-beda tergantung jenis tugas dan model yang digunakan.
Kendati demikian, kisah Just-a-fungi893 membuktikan bahwa untuk tugas tertentu, pendekatan berbasis computer vision bisa berhasil. Laporan TechRadar menyebut hasil yang diperoleh memang cukup baik untuk kasus tersebut, sehingga layak diingat sebagai tips saat menghadapi situasi darurat earbud.

Alternatif Non-AI dan Kemampuan Computer Vision
Sejumlah komentator di thread Reddit menawarkan solusi tanpa AI. Pengguna dengan akun 4-jr1 menyarankan agar lain kali cukup membuka Spotify dan mendengarkan satu batu di antara ratusan yang “bernyanyi”. Namun, saran ini tidak selalu berlaku jika earbud tidak menyala dan tidak terpasang. TechRadar mencontohkan pengalaman dengan Bose QuietComfort earbuds yang tidak menyala sampai dimasukkan ke telinga.
Saran lain datang dari SpehlingAirer. Ia menyarankan menyalakan lampu senter ponsel dan mengarahkannya rendah ke tanah hampir horizontal. Menurutnya, pantulan cahaya pada latar belakang umum seperti kerikil, karpet, atau rumput akan berbeda dengan pantulan pada plastik mengilap, sehingga objek lebih mudah terlihat. Selain itu, banyak earbud terbaik dilengkapi variasi fitur Find My yang memungkinkan pengguna melacak earbud dari ponsel.
TechRadar mencatat, kemampuan computer vision yang kini makin mengesankan tidak lepas dari bertahun-tahun pengguna mengidentifikasi sepeda, tangga, dan lampu lalu lintas dalam CAPTCHA di situs web. Kemampuan mengenali pola itu kini dimanfaatkan untuk tugas-tugas praktis, termasuk menemukan earbud yang hilang.
Bagi pengguna yang ingin memanfaatkan ChatGPT untuk tugas serupa, penting untuk memahami bahwa hasilnya tidak selalu akurat. Kasus sekrup dan buku di toko buku menunjukkan model dapat menghasilkan informasi yang tidak sesuai kenyataan. Karena itu, verifikasi tetap diperlukan, terutama ketika hasil digunakan untuk keputusan penting.
Kemampuan ChatGPT dalam mengenali objek kecil di gambar juga sejalan dengan perkembangan model AI yang makin sering dipakai untuk berbagai kebutuhan. Sejumlah pengguna bahkan memanfaatkannya untuk tugas di luar prediksi awal, seperti yang terlihat dalam diskusi tentang Terobosan OpenAI di bidang matematika, fisika, dan ilmu komputer. Di sisi lain, keandalan model AI juga menjadi perhatian, termasuk dalam pembahasan soal keamanan seperti yang muncul dalam kasus Phishing ScreenConnect yang memanfaatkan Microsoft Power BI.
Kisah earbud yang ditemukan kembali ini menunjukkan bahwa computer vision telah menjadi kemampuan yang cukup mumpuni untuk tugas pengenalan pola tertentu. Namun, pengalaman pengguna lain menjadi pengingat bahwa tidak semua permintaan kepada ChatGPT berakhir sesuai harapan. Bagi pemilik earbud, kombinasi antara fitur pelacakan bawaan, teknik pencahayaan sederhana, dan bantuan AI bisa menjadi opsi yang layak dipertimbangkan saat kehilangan objek kecil di lingkungan yang menantang.
[GAMBAR: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/TpMDb544qbMe84XyqqCADh.png | alt=”Spotify ChatGPT”]
[GAMBAR: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/9F55HXMihfP38PfNhZ4NMg.jpg | alt=”ChatGPT and Chome logos on smartphones”]
[GAMBAR: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/T9k3UwxZeUZFZyyWSuGah.jpg | alt=”An iPhone showing the ChatGPT logo on its screen”]





Komentar
Belum ada komentar.