Ilustrasi rak data center dengan garis biru elektrik melintang

EU Wajibkan Data Center Lapor Efisiensi, Ambang Batas Turun ke 500kW

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Komisi Eropa usulkan skema peringkat data center lewat Data Center Energy Efficiency Package
  • Ambang batas turun ke 500kW, menjangkau lebih banyak fasilitas
  • Wajib lapor energi, air, PUE, WUE, energi terbarukan, dan waste heat
  • Peringkat pertama berlaku paling cepat tahun ini, tinjauan akhir 2028
  • Uni Eropa targetkan lipatgandakan kapasitas data center dalam tujuh tahun

Telset.id – Komisi Eropa mengusulkan skema peringkat baru untuk data center yang mewajibkan pelaporan metrik efisiensi energi dan konsumsi air secara lebih transparan. Perubahan ini tertuang dalam Data Center Energy Efficiency Package dan kini menyasar kampus data center yang lebih kecil, yakni dengan kebutuhan daya minimal 500kW, sementara sebelumnya hanya situs berdaya jauh lebih besar yang terdampak aturan tersebut.

Kebijakan ini menjadi langkah Uni Eropa dalam memperluas pengawasan terhadap konsumsi sumber daya pusat data. Skema peringkat yang diusulkan disebut serupa dengan label yang sudah dikenal pada peralatan rumah tangga. Dengan ambang batas baru, lebih banyak operator data center di kawasan tersebut yang harus melaporkan penggunaan energi dan air mereka.

Beberapa metrik yang masuk dalam kewajiban pelaporan mencakup total konsumsi energi dan air, Power Usage Effectiveness (PUE), Water Usage Effectiveness (WUE), seberapa besar energi berasal dari sumber terbarukan, hingga apakah panas buangan (waste heat) dimanfaatkan kembali. Pelaporan yang diperketat ini diharapkan tidak hanya mengungkap seberapa besar energi yang dipakai situs, tetapi juga seberapa efektif mereka menyeimbangkan konsumsi terhadap tekanan lokal seperti water stress.

Stylized image of a data center rack with electric blue lines running across it

Isu konsumsi sumber daya oleh data center memang menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah artikel sebelumnya juga membahas dampak operasional pusat data terhadap lingkungan dan komunitas, termasuk persoalan air dan listrik yang terus meningkat. Salah satunya terlihat dari penolakan warga Texas yang menyoroti tekanan sumber daya dari operasional data center.

“Tripling our data centre capacity cannot mean tripling the pressure on our grids, our water and our energy bills,” ujar Clean, Just and Competitive Transition EVP Teresa Ribera.

Perubahan ini juga dinilai penting di tengah dinamika di dalam blok tersebut. Uni Eropa diketahui tengah menggenjot opsi komputasi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada opsi internasional dalam dorongan kedaulatan digital. Dalam tujuh tahun ke depan, Uni Eropa ingin melipatgandakan kapasitas data center-nya, seperti dilaporkan Reuters.

Perlu dicatat, perubahan ini tidak akan terjadi dalam semalam. Skema peringkat tersebut masih akan melalui masa peninjauan selama dua bulan, sebagaimana dijelaskan Komisi Eropa. Meski demikian, peringkat pertama dijadwalkan mulai berlaku paling cepat pada tahun ini. Pada akhir 2028, Uni Eropa berharap dapat meninjau seberapa efektif penegakan aturan baru tersebut.

“Understanding their energy and resource consumption is the essential first step towards integrating them sustainably into our energy system,” tambah Energy and Housing Commissioner Dan Jørgensen.

Kewajiban pelaporan yang lebih terbuka ini menyentuh langsung para operator data center, termasuk penyedia layanan cloud dan perusahaan teknologi yang mengoperasikan fasilitas di Eropa. Bagi pengguna dan pasar, transparansi metrik energi dan air dapat menjadi dasar untuk menilai keberlanjutan layanan digital yang mereka gunakan sehari-hari.

Electrical pylons and high voltage power lines are behind a barbed wire fence. critical infrastructure

Sejumlah operator besar telah mempublikasikan metrik serupa dalam laporan keberlanjutan tahunan mereka, termasuk Power Usage Effectiveness yang kini masuk dalam daftar kewajiban pelaporan. Dengan skema peringkat yang seragam di seluruh Uni Eropa, perbandingan antar-situs menjadi lebih mudah dilakukan.

Perkembangan kebijakan semacam ini juga menjadi bagian dari tren yang lebih luas, di mana isu keberlanjutan dan tata kelola teknologi semakin sering dibahas. Topik terkait kebijakan platform digital dan perubahan organisasi di sektor teknologi juga menjadi sorotan, seperti pergantian pimpinan WhatsApp yang menunjukkan dinamika di industri ini.

Dengan ambang batas 500kW, aturan baru ini menjangkau lebih banyak fasilitas daripada sebelumnya. Operator yang sebelumnya tidak terkena kewajiban kini perlu menyiapkan pelaporan metrik energi dan air mereka. Skema ini diharapkan memberi gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana data center menyeimbangkan konsumsi sumber daya dengan tekanan lokal.

A long corridor with a sleek black floor, glowing green lights in the ceiling and rows of LEDS on either wall

Penerapan skema peringkat ini menandai upaya Uni Eropa untuk menyelaraskan pertumbuhan kapasitas data center dengan pengelolaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab. Bagi industri, kepatuhan terhadap pelaporan ini akan menjadi bagian dari operasional standar ke depan, terutama bagi fasilitas yang beroperasi di wilayah dengan tekanan air dan energi yang tinggi.

Seiring dengan target Uni Eropa untuk melipatgandakan kapasitas data center dalam tujuh tahun, pelaporan yang transparan menjadi fondasi untuk memastikan pertumbuhan tersebut tidak membebani jaringan listrik, air, dan tagihan energi masyarakat secara berlebihan. Langkah ini juga sejalan dengan diskusi global mengenai konsumsi sumber daya oleh infrastruktur digital, termasuk yang berkaitan dengan layanan berbasis AI yang turut mendorong kebutuhan komputasi.

Hingga akhir 2028, Uni Eropa akan mengevaluasi efektivitas penegakan aturan baru ini. Hasil tinjauan tersebut akan menentukan apakah skema peringkat mampu mendorong efisiensi yang diharapkan atau perlu penyesuaian lebih lanjut.

[ META_DESCRIPTION]
Komisi Eropa usulkan skema peringkat data center. Situs 500kW+ wajib lapor energi dan air, termasuk PUE dan WUE, mulai tahun ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.