Telset.id – Florida Attorney General James Uthmeier mengumumkan bahwa negara bagian Florida menggugat TP-Link. Gugatan ini menuduh perusahaan tersebut “berbohong tentang keamanan router-nya dan keterkaitannya dengan CCP.” Langkah hukum ini menandai babak baru dalam pengawasan terhadap produsen perangkat jaringan asal China tersebut di pasar Amerika Serikat.
Uthmeier menyampaikan pengumuman tersebut melalui sebuah klip video berdurasi satu setengah menit di platform X. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa klaim TP-Link mengenai keamanan router mereka tidaklah benar. Gugatan ini menjadi sorotan karena menyangkut isu keamanan siber dan hubungan perusahaan dengan pemerintah China.
“Hari ini, kami menggugat TP-Link karena berbohong tentang keamanan router-nya dan keterkaitannya dengan CCP,” ujar Uthmeier dalam unggahannya. “TP-Link menjual pintu depan digital ke jaringan rumah warga Florida sambil menyalahartikan seberapa aman perangkat itu, seberapa terpisah perusahaan dari China, dan apa yang bisa terjadi pada data mereka.”
Klaim Keamanan dan Dukungan Perangkat yang Dipertanyakan
Dalam pernyataannya di media sosial, Uthmeier mengungkapkan bahwa peretas yang disponsori negara China telah mengeksploitasi router TP-Link yang berada di ruang tamu warga Amerika. Ia juga menyoroti masalah dukungan perangkat lunak. “Banyak dari model tersebut bahkan tidak dapat memperbarui diri secara otomatis, dan TP-Link telah berhenti mendukungnya,” tambahnya.
Uthmeier juga membantah klaim TP-Link mengenai pemisahan operasional dari China. Menurutnya, perusahaan menyatakan telah berpisah dari China dan membangun produk AS di Vietnam, namun hal itu disebutnya sebagai fiksi. Ia mengklaim riset dan manufaktur tetap berakar di China, dengan kurang dari 1% komponen di pabrik Vietnam yang benar-benar berasal dari Vietnam. TP-Link kini disebut mengklaim telah berpisah dari perusahaan dengan keterkaitan China, sebuah perusahaan yang telah ditetapkan Pentagon sebagai bagian dari militer China.
Baca Juga:
Isu ini bukan pertama kali mencuat. Pemerintah federal pertama kali menyelidiki perusahaan tersebut pada tahun 2024. Departemen Perdagangan, Departemen Pertahanan, dan Departemen Kehakiman membuka penyelidikan terhadap perusahaan. Departemen Kehakiman (DOJ) menyelidiki apakah perusahaan terlibat dalam praktik perdagangan yang tidak adil dan menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional.
TP-Link telah berupaya melawan tuduhan-tuduhan ini. Perusahaan menekankan bahwa TP-Link di AS telah berpisah dari perusahaan induknya di China pada tahun 2024. Mereka juga menyatakan telah memproduksi router di Vietnam sejak tahun 2018. Klaim ini menjadi bagian dari pembelaan perusahaan menghadapi tekanan dari berbagai pihak.
Tantangan Regulasi dan Gugatan di Berbagai Negara Bagian
Berbeda dengan Huawei, TP-Link sejauh ini berhasil menghindari larangan penuh di Amerika Serikat. Namun, perusahaan kini menghadapi tantangan besar karena FCC telah melarang impor router konsumen baru. Larangan ini akan memengaruhi semua produsen router, termasuk merek Amerika seperti Cisco dan Netgear. Meski demikian, mereka dapat mengatasinya dengan mengajukan persetujuan bersyarat.
TP-Link sendiri telah mengajukan pengecualian ini, tetapi belum jelas apakah perusahaan sudah menerimanya. Meskipun belum mendapatkan persetujuan bersyarat, TP-Link masih dapat terus menjual model router yang sudah ada di AS. Situasi ini menciptakan ketidakpastian bagi ketersediaan produk baru mereka di pasar Amerika.
Florida bukan satu-satunya negara bagian yang mengajukan kasus terhadap TP-Link. Iowa, Nebraska, dan Montana juga telah menggugat perusahaan dengan alasan yang sama persis. Para jaksa agung di negara bagian tersebut menyatakan bahwa mereka melakukannya untuk melindungi warga dari Partai Komunis China. Gugatan serupa di berbagai wilayah ini menunjukkan adanya kekhawatiran yang meluas terhadap keamanan perangkat jaringan buatan perusahaan tersebut.
Gugatan yang diajukan oleh Florida Attorney General James Uthmeier ini menambah daftar panjang tantangan hukum yang dihadapi TP-Link di pasar Amerika Serikat. Tuduhan mengenai keamanan router dan keterkaitan dengan entitas yang ditetapkan Pentagon sebagai bagian dari militer China menjadi inti dari perselisihan ini. Perusahaan terus membantah tuduhan tersebut dengan menekankan pemisahan operasional dan produksi di Vietnam sejak 2018.
Dengan adanya larangan impor router konsumen baru dari FCC dan gugatan dari beberapa negara bagian, posisi TP-Link di pasar AS semakin tertekan. Meskipun mereka masih dapat menjual model yang sudah ada, ketidakjelasan mengenai persetujuan bersyarat menambah ketidakpastian bagi kelangsungan bisnis mereka di sana.

Bagi konsumen di Amerika Serikat, perkembangan ini dapat memengaruhi ketersediaan dan dukungan untuk perangkat router TP-Link di masa mendatang. Gugatan yang diajukan oleh Florida dan negara bagian lain menyoroti pentingnya transparansi mengenai asal-usul produk dan praktik keamanan yang diterapkan oleh produsen perangkat jaringan. Situasi ini juga menjadi perhatian bagi pengguna yang mengandalkan perangkat tersebut untuk keamanan jaringan rumah mereka.





Komentar
Belum ada komentar.