Telset.id – Toko game DRM-free populer GOG berencana menghadirkan kembali media fisik untuk gaming PC. Business development and partnerships manager GOG, Marcin Paczynski, mengungkapkan keinginan tersebut dalam wawancara dengan GamesRadar+. Rencana ini menjadi sinyal kembalinya pengalaman memiliki game dalam bentuk kotak fisik yang selama ini ditinggalkan platform PC.
GOG selama ini dikenal sebagai storefront yang mengedepankan kepemilikan game tanpa DRM. Lewat GOG Preservation Program, GOG berupaya membuat game lama tetap bisa dimainkan di perangkat modern. Kini, ambisi GOG melangkah lebih jauh dengan menghadirkan versi fisik game yang bisa dipesan langsung oleh pengguna.
Dalam wawancara tersebut, Marcin Paczynski menyebut bahwa PC adalah platform pertama yang secara efektif meninggalkan game fisik. Namun, dorongan untuk menghadirkan kembali media fisik muncul setelah Sony dan Microsoft memiliki rencana yang tidak populer untuk menghentikan produksi game fisik di konsol mereka. GOG melihat momen ini sebagai peluang untuk kembali mempromosikan kepemilikan dan pelestarian game di PC.
Skema Pemesanan Game Fisik ala GOG
Paczynski menjelaskan skenario ideal yang ia impikan. Pengguna membuka rak game di GOG, memilih game yang ingin diterima dalam bentuk salinan fisik, memesannya, lalu pesanan tersebut dikirim ke alamat pengguna. “Idealnya, impian saya adalah bisa membeli versi fisik dari game-game tersebut di GOG. Anda membuka rak Anda di GOG, Anda mengklik game yang ingin Anda terima salinan fisiknya, Anda memesannya, dan pesanan itu sampai ke Anda. Itu skenario yang sempurna,” ujar Paczynski seperti dikutip dari GamesRadar+.
Meski demikian, Paczynski menyadari bahwa bisnis ini jauh dari sederhana. GOG belum pernah menjalankan model bisnis seperti ini sebelumnya. GOG tidak pernah harus menyimpan inventaris fisik game atau mengurus pengiriman serta masalah logistik lainnya. Selain itu, GOG juga membutuhkan “persetujuan tambahan” dari penerbit untuk bisa menjual salinan fisik game.

Kehadiran salinan fisik dinilai bisa menambah pengalaman bermain yang lebih baik, terutama jika memberi pengguna kendali lebih besar atas game milik mereka. Media fisik juga berpotensi menghidupkan kembali pasar game bekas, tempat para pemain bisa bertukar atau membeli dan menjual game satu sama lain.
Baca Juga:
Format Media Fisik Masih Jadi Tanda Tanya
Paczynski belum memberikan detail mengenai media fisik apa yang akan digunakan untuk mengirim game. Namun, fakta bahwa optical disc drive kini jarang ditemukan di PC membuat kemungkinan game dikirim dalam bentuk CD, DVD, atau Blu-ray menjadi kecil. Ada kemungkinan game dikirim melalui media yang masih bisa diakses sebagian besar PC saat ini, seperti USB drive, atau bahkan SD card yang dikemas menyerupai kartrid Nintendo Switch.
Media fisik juga bisa menjadi jalan bagi penerbit untuk menyertakan bonus eksklusif berupa stiker, peta, rahasia, lore, dan berbagai item lainnya. Pengalaman membuka game baru dengan aroma khas dan barang koleksi tambahan di dalamnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemain.
Rencana GOG ini sejalan dengan tren yang lebih luas di industri game. Beberapa pihak masih mempertahankan media fisik, sementara yang lain mulai beralih ke masa depan digital-only. Di sisi lain, konsol seperti PlayStation 5 Pro dan ekosistem Xbox turut menjadi sorotan dalam perdebatan soal masa depan media fisik. Perkembangan chip dan perangkat keras juga terus menjadi perhatian, seperti yang terlihat dari langkah Intel dan AMD di industri semikonduktor.

Bagi GOG, menghadirkan kembali game fisik di PC bukan sekadar soal menjual kotak berisi game. Ini adalah upaya memperluas advokasi kepemilikan dan pelestarian game yang selama ini diusung lewat GOG Preservation Program. Namun, tanpa detail format media dan persetujuan penerbit, skema ini masih berada pada tahap gagasan yang perlu diwujudkan.
Pernyataan Paczynski menegaskan bahwa GOG belum memiliki pengalaman menangani inventaris fisik dan logistik pengiriman. Dua hal itu menjadi pekerjaan rumah besar jika GOG benar-benar ingin mewujudkan impian membeli game fisik langsung dari rak digitalnya. Persetujuan penerbit juga menjadi syarat yang tidak bisa dilewati karena hak jual salinan fisik berada di tangan mereka.
Sejauh ini, belum ada keterangan resmi mengenai kapan rencana ini akan dieksekusi, game apa yang akan tersedia lebih dulu, atau berapa harga salinan fisiknya. Yang jelas, GOG ingin memberi pemain lebih banyak kebebasan sebagai konsumen melalui media fisik yang nyata dan bisa dipegang.





Komentar
Belum ada komentar.