📑 Daftar Isi

Ilustrasi kit memori DDR5 dengan harga melambung tinggi di tahun 2026

Harga RAM 2026 Melonjak 500%, Pasar PC DIY Makin Suram

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Harga RAM 2026 melonjak hingga 500% dalam setahun, dengan kit DDR5 32GB minimum $379
  • Penyebab utama adalah alokasi produksi DRAM ke HBM untuk server AI oleh Micron, SK Hynix, dan Samsung
  • Crucial (Micron) resmi menghentikan bisnis konsumen pada Desember 2025, fokus ke enterprise
  • Harga DDR4 juga ikut naik drastis, kit 32GB dari $48 menjadi $200
  • PC rakitan jadi (pre-built) kini menjadi alternatif lebih ekonomis dibanding merakit sendiri
  • Tips membeli RAM: manfaatkan bundel, pertimbangkan DDR4, atau beli kapasitas lebih besar
  • Prospek pasar RAM diperkirakan memburuk hingga 2027, dengan pemulihan bisa memakan waktu bertahun-tahun

Telset.id – Pasar RAM di tahun 2026 mengalami kenaikan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan beberapa kit DDR5 melonjak hingga 500% dalam setahun terakhir. Kondisi ini dipicu oleh kelangkaan pasokan akibat permintaan besar-besaran dari industri kecerdasan buatan (AI), membuat para penggila PC DIY harus merogoh kocek jauh lebih dalam untuk membangun komputer mereka sendiri.

Kenaikan harga ini menjadi pukulan telak bagi para pembuat PC rumahan. Jika tahun lalu, kit memori DDR5 32GB dengan harga di bawah $100 masih mudah ditemukan, kini harga minimum untuk kapasitas yang sama telah mencapai $379. Bahkan, kit 16GB DDR5 termurah kini dibanderol $209, atau dua kali lipat dari harga setahun lalu untuk setengah kapasitas.

Tom’s Hardware, dalam laporan terbarunya, menyebut situasi ini sebagai ‘RAMapocalypse’. Analis mereka mencatat bahwa harga RAM telah meroket akibat alokasi sumber daya dari produsen memori untuk memenuhi permintaan chip HBM (High Bandwidth Memory) yang digunakan di pusat data AI. Dampaknya, pasokan RAM konsumen menyusut drastis dan harga melambung tinggi.

Corsair Vengeance DDR5

Kenaikan Harga yang Mencengangkan

Salah satu contoh paling mencolok adalah kit memori G.Skill Trident Z5 Neo RGB DDR5-6000, yang pernah menjadi rekomendasi RAM gaming terbaik di tahun 2023 dengan harga $179. Setelah sempat turun hingga $100, kit yang sama kini harus ditebus dengan harga $599.99. Ini menunjukkan betapa drastisnya perubahan pasar dalam waktu singkat.

Tak hanya DDR5, harga DDR4 yang sempat menjadi alternatif murah juga ikut meroket. Kit Corsair Vengeance DDR4 3200 32GB yang tahun lalu bisa didapatkan dengan harga $48, kini hampir mustahil ditemukan di bawah $200. Kenaikan ini membuat opsi ‘kembali ke DDR4’ menjadi kurang menarik bagi para builder dengan anggaran terbatas.

Bahkan kit berkapasitas besar seperti Corsair Vengeance 192GB (4x48GB) kini dibanderol di atas $2.600, lebih mahal dari kebanyakan PC rakitan jadi. Situasi ini membuat aktivitas merakit PC sendiri menjadi semakin tidak ekonomis.

Crucial Pro Overclocking DDR5-6400 C32

Hilangnya Crucial dan Dampaknya

Pukulan terbesar bagi pasar RAM konsumen adalah keputusan Micron untuk menghentikan seluruh lini bisnis konsumennya, Crucial, pada Desember 2025. Perusahaan tersebut secara blak-blakan mengakui bahwa fokus mereka kini beralih sepenuhnya ke segmen enterprise yang lebih menguntungkan, yaitu memproduksi HBM dan SSD untuk server AI.

“Micron telah membuat keputusan sulit untuk keluar dari bisnis konsumen Crucial untuk meningkatkan pasokan dan dukungan bagi pelanggan strategis kami yang lebih besar di segmen yang tumbuh lebih cepat,” demikian pernyataan resmi Micron saat itu. Akibatnya, produk-produk Crucial yang tersisa di pasaran kini sangat langka dan dijual dengan harga selangit.

Dengan hilangnya Crucial, salah satu pemain utama di pasar RAM konsumen lenyap, meninggalkan celah besar yang belum bisa diisi oleh merek lain. Bagi para pengguna setia, ini menjadi pukulan berat karena mereka kehilangan opsi memori yang andal dan terjangkau.

Mengapa Harga RAM Bisa Melonjak?

Penyebab utama dari krisis ini adalah migrasi besar-besaran kapasitas produksi DRAM dari modul konsumen (DDR4/DDR5) ke HBM yang digunakan untuk akselerator AI. Pada Juli 2025, TrendForce telah memperingatkan akan adanya kenaikan harga hingga 45% pada paruh kedua tahun tersebut. Namun, kenyataannya melampaui perkiraan terburuk sekalipun.

Produsen memori seperti SK Hynix dan Samsung kini mengalokasikan sebagian besar lini produksi mereka untuk HBM, yang margin keuntungannya jauh lebih tinggi. Akibatnya, pasokan RAM untuk PC desktop dan laptop menyusut drastis, menciptakan ketidakseimbangan pasar yang parah.

SK Hynix HBM chip

Para analis industri bahkan memperingatkan bahwa 2027 bisa menjadi tahun yang lebih buruk. SK Hynix sendiri memproyeksikan bahwa kelangkaan memori akan berlangsung setidaknya hingga tahun 2030. Sementara itu, seorang manajer regional Lexar menyebutkan bahwa harga RAM diperkirakan akan berlipat ganda lagi pada akhir tahun 2026.

Alternatif: PC Rakitan Jadi sebagai Solusi

Dalam situasi yang suram ini, membeli PC rakitan jadi (pre-built) justru menjadi pilihan yang lebih masuk akal secara finansial. Meskipun harga PC jadi juga ikut naik, kenaikannya tidak sebesar kenaikan harga komponen individual. Contohnya, Alienware Aurora 16 yang setahun lalu dihargai $1.099 kini menjadi $1.999, namun tetap menawarkan nilai lebih baik dibandingkan merakit sendiri dengan harga komponen saat ini.

Beberapa vendor seperti Maingear bahkan mulai menawarkan opsi “Bawa RAM Sendiri” untuk menghindari kenaikan harga yang harus mereka tanggung. Ini menjadi indikasi bahwa krisis harga RAM telah mempengaruhi seluruh rantai pasokan PC.

Tips Jika Tetap Ingin Membeli RAM

Bagi Anda yang tetap nekat membeli RAM di tengah krisis ini, berikut beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan:

  • Beli Bundel: Platform seperti Newegg menawarkan bundel RAM yang digabung dengan motherboard dan prosesor. Harga RAM dalam bundel ini biasanya lebih murah karena harga CPU dan motherboard tidak terpengaruh inflasi RAM. Contohnya, Anda bisa mendapatkan RAM seharga $236 dalam satu paket dengan Ryzen 7 9800X3D dan motherboard X870E.
  • Pertimbangkan DDR4: Meskipun harga DDR4 juga naik, perbedaan harga dengan DDR5 masih signifikan. Untuk pengguna yang tidak membutuhkan performa ekstrem, DDR4 masih menjadi opsi yang layak, terutama jika Anda sudah memiliki motherboard yang mendukung.
  • Beli Kapasitas Lebih Besar: Secara harga per GB, kit berkapasitas lebih besar seperti 64GB justru menawarkan nilai lebih baik. Kit 64GB dari Corsair misalnya, dibanderol $699, atau sekitar $10.9 per GB, lebih murah dibandingkan kit 16GB yang mencapai $13 per GB.

RAM Price Index 2026

Prospek Masa Depan Pasar RAM

Sayangnya, prospek jangka pendek untuk pasar RAM masih suram. Produsen seperti SK Hynix memang berencana menambah kapasitas produksi, namun butuh waktu bertahun-tahun untuk merealisasikannya. Kehadiran pabrikan China seperti CXMT mungkin bisa memberikan sedikit kelegaan, namun kapasitas dan kualitasnya masih dipertanyakan.

Ketua Adata bahkan menyatakan bahwa pemulihan harga RAM mungkin membutuhkan waktu satu dekade atau lebih. Meskipun pernyataan ini terdengar ekstrem, namun indikasi di lapangan menunjukkan bahwa situasi akan memburuk sebelum membaik.

Bagi para penggila PC DIY, saran terbaik saat ini adalah menunda pembelian jika memungkinkan. Namun, jika Anda benar-benar membutuhkan PC baru, membeli PC rakitan jadi atau memanfaatkan bundel komponen adalah cara paling rasional untuk menghemat uang di tengah krisis harga RAM 2026.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.