Telset.id – HP resmi memperkenalkan ZBook Ultra G3a 16, workstation yang mengandalkan prosesor AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 dan memori terpadu hingga 192GB LPDDR5X. Langkah ini menempatkan HP pada segmen laptop yang mampu menjalankan beban kerja AI lokal berskala besar, dengan klaim bahwa konfigurasi memori tertinggi dapat menangani large language model hingga 300 miliar parameter langsung di perangkat.
Kehadiran ZBook Ultra G3a 16 menyasar profesional yang membutuhkan pengalaman AI yang kuat, andal, dan terintegrasi ke dalam cara mereka bekerja. Konfigurasi memori besar ini memungkinkan pengguna memuat model yang melampaui kapasitas memori grafis yang tersedia pada banyak notebook konvensional dengan GPU diskrit.
Dari sisi dapur pacu, workstation ini menggunakan 16 core dan 32 thread dengan kecepatan clock mencapai 5,2GHz, dilengkapi neural processor terintegrasi. Kolam memori 192GB dapat mengalokasikan hingga 160GB untuk prosesor grafis Radeon 8065S, menyisakan kapasitas besar untuk tugas sistem. Beban kerja AI ditangani oleh neural processing unit berdaya 55 TOPS, menambah perangkat keras khusus di samping integrated graphics processor.

Spesifikasi dan Daya Tahan ZBook Ultra G3a
Penyimpanan perangkat ini mencapai 8TB melalui satu slot PCIe Gen5 x4, meski tersedia model lain dengan kapasitas lebih rendah. Workstation ini mampu mempertahankan daya hingga 100W, hampir dua kali lipat angka 55W dari model sebelumnya. HP membekalinya dengan baterai 96Wh yang dapat diganti dan diklaim bertahan hingga 14 jam, sementara adaptor 180W dapat mencapai 50% pengisian daya dalam 30 menit.
Sistem pendinginan ZBook Ultra G3a 16 menggunakan dua kipas dengan copper heat pipes, serta shared heat spreader yang menutupi komponen prosesor dan memori. Bobotnya dimulai dari 4,2 pon atau sekitar 1,9 kilogram dengan ketebalan 17,9mm, meski membawa sistem pendingin lebih besar dan layar 16 inci.
Pilihan layar mencakup panel IPS 3840 × 2400, layar sentuh OLED 2,8K, panel 2,5K, dan konfigurasi WUXGA berdaya lebih rendah. Untuk konektivitas, laptop ini menyertakan dua port Thunderbolt 4, USB-C, USB-A, HDMI 2.1, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dan dukungan jaringan 5G opsional. Perangkat ini mendukung Windows 11 Pro, Windows 11 Home, FreeDOS, dan Ubuntu 26.04 LTS.
Baca Juga:
Harga dan Estimasi Biaya ZBook Ultra G3a
Harga resmi perangkat ini belum dirilis. Namun, estimasi harga menggunakan HP Local AI Value Calculator menunjukkan bahwa model Ryzen AI Max+ PRO 495 dengan memori 192GB dan penyimpanan 512GB dibanderol $7.449. Versi 128GB dengan prosesor yang sama diestimasi $5.999, sedangkan konfigurasi Ryzen AI Max PRO 490 dengan 64GB berada di angka $3.899.
“Professionals need AI experiences that are powerful, reliable, and integrated into the way they work,” ujar Jim Nottingham, senior vice president di HP. HP sendiri mempromosikan workstation ini melalui kalkulator yang mengestimasi potensi biaya ketika beban kerja AI berpindah dari layanan cloud ke perangkat lokal. Perhitungan perusahaan mengasumsikan sekitar 6,3 juta token per hari pada profil beban kerja berat dan memodelkan penggunaan listrik dari operasi berkelanjutan.
Perlu dicatat, konfigurasi dengan harga tertinggi justru menggunakan layar FHD, meskipun HP menawarkan pilihan layar IPS resolusi lebih tinggi, OLED, dan DreamColor bagi pembeli. Pengujian independen masih diperlukan untuk memastikan bagaimana ZBook Ultra G3a 16 berperforma saat menangani model besar di bawah beban kerja berkelanjutan.
Kehadiran workstation bermemori besar ini memperkuat tren perangkat keras yang dirancang untuk menjalankan AI secara lokal. Bagi kalangan profesional dan pelaku industri, keputusan adopsi akan bergantung pada hasil pengujian nyata dan total biaya kepemilikan dibandingkan mengandalkan layanan cloud.





Komentar
Belum ada komentar.