Ilmuwan DIY membuat LED biru di cleanroom rumah dengan peralatan rakitan sendiri

Ilmuwan DIY Berhasil Bikin LED Biru di Halaman Rumah

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Matthew Hartensveld berhasil membuat LED biru fungsional di cleanroom rumahnya
  • Proses menggunakan gallium nitride di atas wafer safir dan laser bertenaga tinggi dari eBay
  • Etsa pola dilakukan dengan laser karena gas klorin terlalu berbahaya untuk lingkungan rumah
  • Ruang vakum dengan pompa dua tahap digunakan untuk deposit nikel/perak dan titanium/silver
  • LED dipotong dari wafer menggunakan laser multi-pass untuk melelehkan substrat safir
  • Koneksi menggunakan indium bumps, metode yang sama dengan kamera digital
  • Lapisan cerium-doped yttrium aluminum garnet ditambahkan untuk menghasilkan LED putih
  • Proyek ini bagian dari inisiatif open-source Semiconductor.DIY

Telset.id – Matthew Hartensveld, seorang ilmuwan yang dikenal lewat kanal YouTube Dr. Semiconductor, berhasil membuat LED biru yang berfungsi penuh di dalam cleanroom semikonduktor buatannya sendiri di halaman belakang rumah. Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif open-source Semiconductor.DIY yang ia kembangkan, sekaligus menjadi bukti bahwa fabrikasi chip canggih bisa dilakukan di luar lingkungan industri.

Keberhasilan ini menjadi sorotan karena LED biru merupakan salah satu komponen elektronik yang paling sulit diproduksi. Selama beberapa dekade, warna biru menjadi misteri bagi para insinyur hingga akhirnya seorang insinyur asal Jepang berhasil menemukan caranya. Kini, Hartensveld membuktikan bahwa proses serupa dapat direplikasi di lingkungan rumah tangga dengan peralatan yang ia rakit sendiri.

Proses pembuatan LED biru ini dimulai dari gallium nitride di atas wafer safir. Hartensveld memecah wafer tersebut menjadi serpihan-serpihan kecil dan membersihkannya menggunakan larutan yang terdiri dari air deionisasi, aseton, dan isopropil alkohol. Tujuan utamanya adalah menggores lapisan atas material untuk mendefinisikan pola kontak.

Dalam dunia industri, proses etsa biasanya menggunakan gas klorin yang sangat berbahaya. Namun, karena lingkungan rumah tidak memungkinkan penggunaan bahan seberbahaya itu, Hartensveld beralih ke laser bertenaga tinggi yang ia pesan dari eBay. Laser tersebut ia pindahkan ke kamar mandi agar anjingnya tidak melihat langsung ke arah sinarnya.

Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah minimnya informasi online tentang penggunaan laser untuk keperluan etsa semikonduktor. Setelah beberapa kali percobaan, ia berhasil menggores coretan-coretan di atas wafer, lalu berkembang menjadi pola-pola yang lebih presisi. Setelah pola terbentuk, ia menguji coba serpihan “LED” tersebut dengan menempelkan indium dan menghubungkannya ke baterai 9 volt, dan muncullah cahaya biru.

Homemade LED

Setelah proses etsa selesai, masih ada sisa gallium metalik di atas pola yang perlu dibersihkan. Hartensveld menggunakan ruang vakum dengan pompa dua tahap yang mampu menyedot 99,999999% udara di dalamnya. Ia kemudian mendepositkan lapisan nikel/perak untuk kontak positif, lalu titanium/perak untuk kontak N dan logam atas, menggunakan plasma argon sebagai gas utama. Meski begitu, ia sempat menyesal tidak membiarkan ruang vakum berjalan lebih lama untuk mengurangi gas residu.

Tantangan berikutnya adalah memotong LED dari wafer dan menambahkan koneksi fisik. Gergaji meja dengan mata pisau tipis tidak berhasil menyelesaikan tugas ini. Kembali ke laser, Hartensveld memfokuskannya pada titik tertentu untuk melelehkan substrat safir. Setelah penyesuaian menjadi proses multi-pass, ia akhirnya berhasil memotong wafer dengan sempurna.

Untuk koneksi kabel, Hartensveld memilih indium bumps, metode dan material yang sama dengan yang digunakan pada kamera digital. Terakhir, karena ia sudah memiliki LED biru, ia menambahkan lapisan cerium-doped yttrium aluminum garnet yang dibeli dari Alibaba untuk menyaring cahaya kuning. Hasil akhirnya adalah LED putih yang fungsional meskipun tampilannya kurang menarik secara visual.

Proyek ini menunjukkan bahwa eksperimen semikonduktor tingkat lanjut tidak selalu membutuhkan fasilitas industri bernilai miliaran rupiah. Dengan kreativitas, kesabaran, dan peralatan yang dirakit sendiri, seorang individu mampu menghasilkan komponen elektronik yang selama ini dianggap mustahil dibuat di luar pabrik.

Inisiatif Semiconductor.DIY yang digagas Hartensveld bertujuan untuk mendemokratisasi pengetahuan fabrikasi semikonduktor. Dengan membagikan seluruh proses secara open-source, ia berharap lebih banyak orang tertarik untuk mengeksplorasi dunia mikroelektronika dari rumah masing-masing.

Keberhasilan ini juga membuka peluang bagi para penggemar elektronik untuk memahami lebih dalam tentang proses pembuatan chip. Meskipun skala produksinya jauh dari kapasitas pabrik komersial, eksperimen semacam ini memberikan wawasan berharga tentang prinsip-prinsip dasar fabrikasi semikonduktor.

Perjalanan Hartensveld dalam membuat LED biru di rumah bukan hanya sekadar proyek hobi. Ini adalah demonstrasi nyata bahwa batas antara laboratorium industri dan bengkel rumahan semakin tipis. Dengan sumber daya yang tepat dan kemauan untuk bereksperimen, inovasi teknologi dapat lahir dari mana saja.

Kisah ini juga mengingatkan bahwa banyak penemuan besar dalam sejarah teknologi berawal dari eksperimen sederhana di luar lingkungan formal. Dedikasi Hartensveld untuk terus mendokumentasikan prosesnya secara terbuka menjadi sumber inspirasi bagi generasi baru pembuat dan peneliti.

Bagi mereka yang tertarik dengan dunia fabrikasi semikonduktor, kanal YouTube Dr. Semiconductor menawarkan konten yang informatif dan padat pengetahuan. Meskipun hanya memiliki beberapa video, kualitas dan kedalaman materinya menjadikannya referensi berharga bagi siapa pun yang ingin belajar tentang pembuatan chip di rumah.

Sementara itu, perkembangan di industri semikonduktor global terus berjalan. Berbagai perusahaan berlomba mengembangkan teknologi fabrikasi yang lebih efisien, baik dari sisi biaya maupun skala produksi. Namun, eksperimen seperti yang dilakukan Hartensveld menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari korporasi besar.

Proyek LED biru buatan rumah ini menjadi bukti bahwa semangat eksplorasi ilmiah masih hidup dan berkembang di komunitas pembuat. Dengan berbagi pengetahuan secara terbuka, Hartensveld turut berkontribusi pada ekosistem inovasi yang lebih inklusif dan kolaboratif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.