📑 Daftar Isi

Mesin litografi High-NA EUV ASML yang digunakan Intel Foundry untuk memproses wafer 300mm

Intel Proses 1 Juta Wafer High-NA EUV, Kuasai 74% Pasar Global

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Intel Foundry memproses lebih dari 1 juta wafer 300mm di mesin High-NA EUV ASML
  • Angka mencakup R&D, sertifikasi alat, dan produksi Core Ultra Series 3 (Panther Lake)
  • ASML mencatat total 1,35 juta wafer High-NA diekspos, Intel menguasai sekitar 74%
  • Sepuluh sistem EXE beroperasi di empat pelanggan, tiga dalam pengiriman atau instalasi
  • TSMC baru berencana produksi volume High-NA pada 2030
  • Saham Intel naik hampir 155% sepanjang tahun berjalan

Telset.id – Intel Foundry mengumumkan telah memproses lebih dari satu juta wafer 300mm menggunakan mesin High-NA EUV milik ASML. Pencapaian ini menempatkan Intel sebagai satu-satunya perusahaan yang menjalankan teknologi High-NA pada produk yang sudah dikirim ke pasar, sekaligus menguasai sekitar 74% dari total wafer yang telah diekspos oleh sistem High-NA EUV di seluruh dunia.

Pengumuman ini disampaikan Intel Foundry bersama ASML dalam ajang SPIE Photomask Technology dan EUV Lithography conference yang berlangsung di Monterey. Angka satu juta wafer tersebut mencakup proyek riset dan pengembangan (R&D) milik Intel, proses sertifikasi peralatan, serta produksi volume CPU Core Ultra Series 3 yang juga dikenal dengan nama Panther Lake.

Karena cakupannya mencakup R&D dan sertifikasi alat, angka satu juta wafer tidak bisa dibaca sebagai satu juta wafer komersial Panther Lake yang sudah diproduksi. Baik Intel maupun ASML tidak memberikan rincian berapa porsi yang benar-benar merupakan produksi komersial. Meski demikian, capaian ini tetap menjadi tonggak penting bagi salah satu pelopor terbesar industri semikonduktor.

Dominasi Intel di Ekosistem High-NA EUV

Kepala manajemen produk High-NA ASML, Greet Storms, menyatakan bahwa sistem EXE milik perusahaan telah secara kolektif mengekspos lebih dari 1,35 juta wafer. Sepuluh sistem saat ini beroperasi di empat pelanggan, sementara tiga sistem lainnya sedang dalam proses pengiriman atau instalasi.

Dengan angka tersebut, porsi Intel terhadap total wafer yang diekspos ASML mencapai sekitar 74%. Daftar pelanggan ASML mencakup sejumlah pemain foundry terbesar dunia, termasuk TSMC, Samsung, dan SK Hynix. Posisi Intel yang mendominasi mayoritas eksposur wafer High-NA menunjukkan seberapa jauh perusahaan ini melangkah dibandingkan para pesaingnya.

ASML High NA EUV

Bagi investor, capaian ini penting karena Intel memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pesaingnya. Intel menjadi satu-satunya perusahaan yang menjalankan High-NA pada produk yang sudah dikirim, dan berdasarkan angka ASML sendiri, Intel telah melakukan sebagian besar eksposur wafer High-NA di dunia. Posisi ini memperkuat narasi kebangkitan Intel di tengah persaingan industri AI yang ketat.

Intel tercatat sebagai perusahaan yang sebelumnya sempat dianggap sebagai pemain pinggiran dalam perlombaan AI, bahkan ketika tekanan terhadap ambisi foundry-nya terus meningkat. Kini, saham Intel dilaporkan melonjak hampir 155% sepanjang tahun berjalan, seiring bertambahnya kolaborasi strategis. Nvidia dan pemerintah Amerika Serikat bahkan mengambil posisi kepemilikan saham di perusahaan tersebut untuk mendapatkan eksposur terhadap bisnis foundry Intel.

Meski demikian, ada kemungkinan angka produksi aktual Intel jauh lebih rendah. Industri secara umum masih berhati-hati dalam mengadopsi High-NA EUV. TSMC, misalnya, tidak berencana memulai produksi volume High-NA hingga tahun 2030. Sementara itu, Intel telah bertaruh besar pada teknologi ini, yang harganya mencapai US$350 juta per unit, beserta keunggulan sebagai penggerak pertama yang ditawarkannya.

Keputusan Intel untuk mengadopsi High-NA EUV lebih agresif dibandingkan para pesaingnya menjadi pembeda utama dalam strategi foundry perusahaan. Teknologi ini memungkinkan pencetakan pola sirkuit yang lebih presisi pada wafer berukuran 300mm, yang menjadi dasar produksi chip generasi terbaru. Dengan sepuluh sistem yang sudah beroperasi di empat pelanggan ASML secara global, kepemilikan Intel atas mayoritas eksposur wafer menegaskan posisinya sebagai pengguna terbesar teknologi tersebut saat ini.

Intel

Pencapaian satu juta wafer ini juga menjadi sinyal bagi pasar bahwa Intel tidak hanya berbicara soal rencana, tetapi sudah menjalankan teknologi tercanggih di lini produksinya. Perbedaan pendekatan antara Intel dan TSMC mencerminkan dua strategi berbeda dalam menghadapi transisi ke High-NA EUV. Intel memilih bergerak lebih awal, sementara TSMC memilih menunggu hingga teknologi tersebut lebih matang untuk produksi volume.

Dari sisi rantai pasok, keberhasilan Intel memproses satu juta wafer menegaskan peran ASML sebagai pemasok tunggal mesin High-NA EUV di dunia. Dengan hanya sepuluh sistem yang beroperasi dan tiga dalam proses pengiriman atau instalasi, kapasitas global untuk litografi High-NA masih sangat terbatas. Kondisi ini menempatkan setiap perusahaan yang lebih dulu menguasai teknologi tersebut pada posisi yang menguntungkan secara kompetitif.

Intel Foundry dan ASML menyampaikan capaian ini secara bersama dalam konferensi di Monterey, yang menjadi ajang bagi para pelaku industri semikonduktor untuk membahas perkembangan litografi dan teknologi photomask. Pengumuman tersebut menegaskan bahwa perlombaan adopsi High-NA EUV masih didominasi oleh Intel, sementara para pesaingnya mengambil langkah yang lebih konservatif.

IBM NanoStack, a sub-1 nm chip crams almost 100 billion transistors onto a finger-size surface

Keunggulan Intel sebagai satu-satunya perusahaan yang menjalankan High-NA pada produk yang sudah dikirim memberi perusahaan ini posisi berbeda dibandingkan TSMC, Samsung, dan SK Hynix. Ketiga pesaing tersebut tercatat sebagai pelanggan ASML, namun belum menjalankan teknologi High-NA pada skala yang sama dengan Intel. Angka 74% dari total eksposur wafer global menjadi indikator kuat seberapa besar jarak yang telah diciptakan Intel di segmen ini.

Bagi pasar, kombinasi antara lonjakan harga saham, masuknya investor strategis seperti Nvidia dan pemerintah Amerika Serikat, serta capaian produksi satu juta wafer menempatkan Intel pada posisi yang berbeda dibandingkan beberapa waktu lalu. Perusahaan ini kini dilihat sebagai pemain yang serius di bisnis foundry, bukan sekadar nama lama di industri chip.

Pengumuman ini juga menegaskan bahwa adopsi High-NA EUV masih menjadi medan pertarungan yang belum merata. Dengan TSMC yang baru berencana memulai produksi volume pada 2030, Intel memiliki jendela waktu untuk memanfaatkan keunggulan penggerak pertama. Besarnya investasi yang dikeluarkan, termasuk harga mesin yang mencapai US$350 juta per unit, menunjukkan skala taruhan yang ditempatkan Intel pada teknologi ini.

Secara keseluruhan, capaian satu juta wafer High-NA EUV menjadi penanda bahwa Intel Foundry telah memindahkan sebagian besar aktivitas litografi canggihnya ke platform terbaru ASML. Angka ini mencakup R&D, sertifikasi alat, dan produksi Core Ultra Series 3 alias Panther Lake, sehingga mencerminkan pemanfaatan menyeluruh, bukan hanya satu lini produk. Bagi industri, ini menjadi indikasi bahwa adopsi High-NA EUV telah memasuki tahap operasional yang nyata, dengan Intel sebagai pengguna terbesarnya saat ini.

[ META_DESCRIPTION]
Intel Foundry memproses lebih dari 1 juta wafer High-NA EUV dan menguasai sekitar 74% total eksposur wafer global ASML, unggul jauh dari TSMC dan Samsung.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.