📑 Daftar Isi

Pesawat jet RC 3D-print Kingchaser dari The Mach Initiative dengan target kecepatan Mach 0.8

Kingchaser, Jet RC 3D-Print Cetak Target Mach 0.8

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • The Mach Initiative menerbangkan Kingchaser, jet RC 3D-print dengan target Mach 0.8
  • Target memecahkan rekor Guinness yang bertahan 9 tahun milik Neils Herbrich
  • Kingchaser 20 persen lebih besar dari Kingfisher, berbobot 9 kg
  • Material: PETG, PPS-CF, carbon fiber, aluminium, titanium, dan baja
  • Avionik terinstrumentasi penuh, sistem FPV, dan servo 70 kg-cm
  • Belum ada pengumuman jadwal upaya pemecahan rekor

Telset.id – The Mach Initiative membawa proyek jet RC 3D-print mereka ke tahap baru lewat penerbangan perdana Kingchaser, pesawat remote-controlled bermesin jet turbine yang menargetkan kecepatan Mach 0.8. Penerbangan perdana ini menjadi langkah penting setelah tim lulusan University of Bath tersebut lebih dulu menerbangkan Kingfisher Mk2, pesawat 3D-print bermesin jet turbine yang mereka klaim sebagai yang pertama di dunia.

Rekam jejak penerbangan Kingfisher Mk2 sendiri telah diunggah ke YouTube. Video berjudul “Flying the WORLDS FIRST 3D-printed Jet Turbine RC Aircraft! Kingfisher Mk2 Takes to the Skies” itu memperlihatkan bagaimana pesawat hasil cetak 3D berbahan PETG, PPS-CF, batang carbon fiber, dan aluminium ini terbang. Langkah ini menegaskan posisi The Mach Initiative dalam eksplorasi teknologi 3D-print untuk aplikasi kedirgantaraan skala kecil.

Ambisi utama tim bukan sekadar terbang. The Mach Initiative menargetkan memecahkan rekor dunia Guinness World Record yang telah bertahan sembilan tahun, rekor yang saat ini dipegang pilot asal Jerman, Neils Herbrich. Target kecepatan yang dibidik adalah Mach 0.8, atau sekitar 614 mph (988 km/jam), angka yang jauh melampaui kecepatan drone listrik tercepat di dunia yang tercatat 434 mph.

Dari Kinglet ke Kingchaser

Perjalanan proyek ini dimulai dari prototipe mini bernama Kinglet. Pesawat kecil itu dibuat dari PETG, PET-CF, dan sebagian PLA, dan belum memakai jet turbine. Sebagai gantinya, Kinglet menggunakan EDF (Electric Ducted Fan) sebagai cara iterasi yang aman dan berbiaya rendah. Desainnya modular, sehingga tim bisa membuat prototipe cepat per bagian dan mengganti komponen yang rusak tanpa harus membuat badan pesawat baru.

Setelah performa Kinglet dianggap memadai, tim beralih ke Kingfisher yang panjangnya sedikit di bawah satu meter. Pesawat ini digerakkan Jetcat P60, mesin jet turbine mini berdaya dorong 63 N·m, dengan kecepatan puncak 205 mph (330 km/jam). The Mach Initiative menyatakan mesin tersebut tidak cukup kuat dan memang tidak ditujukan untuk memecahkan rekor, karena tujuannya hanya mencapai penerbangan dengan mesin jet.

Perubahan desain besar pun tak terhindarkan dari Kinglet ke Kingfisher karena ukuran yang lebih besar dan gaya yang jauh lebih tinggi. Kingfisher tetap berbahan utama PETG, dengan housing mesin dari annealed PET-CF. Mesin ditahan perangkat keras aluminium, sementara sisa badan pesawat diperkuat kerangka aluminium.

Material dan Avionik Kingchaser

Awalnya para engineer berniat menjadikan Kingfisher MK2 sebagai pesawat yang akan menampung mesin jet 150 Nm untuk memecahkan rekor. Namun keputusan berubah: mereka membuat pesawat baru yang 20 persen lebih besar dari Kingfisher dan menamainya Kingchaser, dengan perubahan desain yang signifikan.

Kingchaser berbobot 20 lb (9 kg) dan masih memakai PETG untuk sebagian besar konstruksi eksternalnya. Bedanya, alih-alih annealed PET-CF untuk housing mesin, tim beralih ke PPS-CF karena proses annealing pada housing yang lebih besar menyebabkan warping, kemungkinan akibat pemanasan yang tidak merata. PPS-CF tersebut juga dilapisi beberapa lapis carbon fiber, lalu diperkuat aluminium dan baja untuk memasang mesin.

Untuk melindungi hasil cetak dari panas mesin, tim menambahkan titanium exhaust sheets dan aluminium tape. Kerangka aluminium yang sebelumnya membentang di badan PETG juga diganti dengan batang carbon fiber agar lebih hemat bobot dan mengurangi kebutuhan komponen hasil CNC custom.

Di sisi elektronik, The Mach Initiative memiliki anggota khusus yang menangani flight control dan avionik. Kingchaser dibekali sistem avionik terinstrumentasi penuh untuk mengumpulkan telemetri sebanyak mungkin dari pesawat. Pesawat ini juga dilengkapi sistem FPV agar piloting lebih baik pada kecepatan tinggi. Untuk mengendalikan pesawat, servo high-torque 70 kg-cm (5,06 ft-lbs) dipakai pada elevon, karena dibutuhkan tenaga besar untuk menggerakkan flap tersebut dalam kecepatan tinggi.

Hingga kini belum ada pengumuman kapan upaya pemecahan rekor akan dilakukan. Meski demikian, The Mach Initiative rutin membagikan build log mereka di kanal YouTube, sehingga publik bisa mengikuti perkembangan proyek ini. Bagi yang tertarik pada inovasi berbasis kompetisi teknologi dan rekayasa, jejak proyek ini layak dipantau.

Konsistensi The Mach Initiative menunjukkan bahwa pencetakan 3D bukan lagi sekadar alat prototipe cepat, melainkan bagian dari rantai pengembangan kendaraan berperforma tinggi. Dari Kinglet yang murah dan modular, Kingfisher yang membuktikan penerbangan bermesin jet, hingga Kingchaser yang disiapkan untuk kecepatan ekstrem, semuanya dibangun dengan pendekatan iteratif dan berbasis data telemetri.

Yang menarik, seluruh proses ini dibagikan secara terbuka. Pendekatan semacam itu sejalan dengan semangat dokumentasi visual yang kini lazim di komunitas teknologi, di mana setiap tahap pengujian direkam dan dipublikasikan. Dengan target Mach 0.8, Kingchaser menjadi salah satu proyek jet RC 3D-print paling ambisius yang bisa diikuti perkembangannya saat ini.

Flying the WORLDS FIRST 3D-printed Jet Turbine RC Aircraft! Kingfisher Mk2 Takes to the Skies - YouTube

Bagi penggemar aeromodelling dan manufaktur aditif, kisah The Mach Initiative memperlihatkan bagaimana kombinasi material seperti PETG, PPS-CF, carbon fiber, dan aluminium bisa dirangkai menjadi pesawat jet RC yang benar-benar terbang. Tantangan berikutnya adalah memastikan Kingchaser mampu menahan gaya dan panas saat mendekati kecepatan target, sesuatu yang hanya bisa dibuktikan lewat pengujian bertahap.

[ META_DESCRIPTION]
The Mach Initiative menerbangkan Kingchaser, jet RC 3D-print bermesin turbine, dengan target kecepatan Mach 0.8 dan misi memecahkan rekor dunia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.