📑 Daftar Isi

SSD Kioxia LD4-series dengan form factor E1.L untuk pusat data hyperscale

Kioxia LD4 SSD E1.L 122,88TB Siap Masuk Pusat Data AI

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kioxia perkenalkan SSD LD4-series E1.L berkapasitas hingga 122,88TB
  • Pakai BiCS8 3D QLC NAND, menyasar beban kerja read-intensive dan repositori data AI
  • Patuh NVMe 2.0e dan sebagian spesifikasi OCP Datacenter NVMe SSD 2.6
  • Operasi PCIe 4.0 x4 hingga 16 GT/s, bandwidth teoretis sekitar 7,88 GB/s
  • Sampling 15,36TB dan 30,72TB, detail performa dan endurance belum diungkap
  • Demonstrasi di OCP Global Summit San Jose pertengahan Oktober

Telset.id – Kioxia memperkenalkan SSD seri LD4 dalam form factor E1.L dengan kapasitas hingga 122,88TB, langkah yang menyasar kebutuhan penyimpanan berdensitas tinggi di hyperscale data center. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat dan menempatkan Kioxia pada jalur penyimpanan read-intensive untuk repositori data AI serta object storage.

SSD LD4-series mengandalkan BiCS8 3D QLC NAND yang sudah terbukti. Kapasitas besar itu ditujukan untuk beban kerja read-intensive, bukan untuk aplikasi yang menuntut tulis intensif. Langkah ini memperkuat posisi Kioxia di segmen penyimpanan enterprise yang tengah bergeser mengikuti kebutuhan pusat data AI, sejalan dengan inisiatif seperti Kioxia XL1 yang mendorong peran NAND di server AI.

Seri LD4 dibangun di atas platform proprietary Kioxia yang mematuhi spesifikasi NVMe 2.0e. Drive ini mengusung konfigurasi single-port dan memenuhi sejumlah persyaratan dari Open Compute Project Datacenter NVMe SSD Specification 2.6. Kombinasi ini menegaskan bahwa LD4 memang dirancang untuk lingkungan hyperscale yang mengikuti standar OCP.

Kapasitas Besar, Detail Performa Masih Kosong

Meski Kioxia mencantumkan kepatuhan PCIe 5.0, SSD LD4 beroperasi pada kecepatan PCIe 4.0 x4 hingga 16 GT/s per lane. Angka itu memberikan bandwidth maksimum teoretis sekitar 7,88 GB/s di setiap arah. Saat ini, Kioxia baru menawarkan kapasitas hingga 30,72TB, namun perusahaan telah memvalidasi arsitektur yang mampu mendukung drive 122,88TB.

Yang menarik, Kioxia tidak mengungkapkan kapan drive 122,88TB akan tersedia. Ini bukan hal mengejutkan di industri di mana memori 3D NAND kerap dijual lebih dulu sebelum produk akhirnya siap. Perusahaan juga belum mengumumkan kapan seri LD4 masuk produksi massal.

Kioxia pun tidak mengungkapkan karakteristik performa aktual dari SSD LD4-series. Tidak ada informasi soal kecepatan sequential read dan write, random read dan write IOPS, maupun latency. Perusahaan juga tidak menyebut rating endurance dalam satuan drive writes per day (DWPD) atau total bytes written (TBW), serta tidak merinci konsumsi dayanya.

Padahal, data-data itu krusial bagi operator hyperscale yang sedang mengevaluasi biaya, performa, dan umur pakai infrastruktur penyimpanan. Tanpa angka tersebut, penilaian menyeluruh terhadap LD4 menjadi sulit dilakukan.

E1.L dan Dukungan NAND QLC

Keunggulan utama seri LD4 terletak pada form factor E1.L dengan dimensi 318,75 mm panjang, 38,4 mm tinggi, dan 9,5 mm tebal. Ukuran memanjang ini memungkinkan banyak paket flash 3D NAND ditanam pada printed circuit board yang panjang. Hasilnya, sejumlah drive bisa dipasang dalam server 1U yang tipis sekaligus menawarkan kapasitas besar.

Bagi produsen sistem yang membangun server sesuai standar OCP, form factor ini memungkinkan kapasitas penyimpanan dimaksimalkan tanpa menambah kebutuhan ruang rack. Ini penting untuk deployment penyimpanan skala besar. Fondasi NAND QLC yang dipakai LD4 juga menyambung pengembangan terbaru Kioxia bersama Sandisk, termasuk NAND 332 Lapis untuk pusat data.

Saat ini Kioxia sedang melakukan sampling drive LD4 berkapasitas 15,36TB dan 30,72TB kepada pelanggan terpilih. Perusahaan belum mengungkapkan kapan konfigurasi 122,88TB akan tersedia maupun kapan seri ini masuk produksi massal. Drive tersebut akan didemonstrasikan di OCP Global Summit di San Jose pada pertengahan Oktober.

Dengan kapasitas yang divalidasi hingga 122,88TB namun tanpa detail performa, endurance, dan konsumsi daya, Kioxia menempatkan LD4 sebagai opsi kapasitas untuk beban kerja read-intensive. Operator hyperscale yang menimbang adopsi masih harus menunggu data teknis lengkap sebelum menilai kelayakan jangka panjangnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.