📑 Daftar Isi

Gedung kantor Lexar di Zhongshan, China

Laba Lexar Melejit 73.636% Berkat Lonjakan Permintaan Chip AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Longsys catat laba bersih US$1,36-1,62 miliar di H1 2026, naik 61.818-73.636% dari tahun lalu
  • Pendapatan melonjak jadi US$3,24-3,68 miliar, lebih dari dua kali lipat periode sebelumnya
  • Pertumbuhan didorong permintaan chip memori untuk infrastruktur AI global
  • Perusahaan dapat persetujuan kumpulkan dana US$544 juta untuk riset produk AI
  • Harga saham naik 12,5% di Bursa Shenzhen, lebih dari dua kali lipat dari titik terendah 3 bulan lalu
  • Kelangkaan chip memori diprediksi berlangsung hingga 2027, berdampak pada harga perangkat elektronik

Telset.id – Shenzhen Longsys Electronics, perusahaan induk Lexar asal China, mencatat lonjakan laba bersih yang fenomenal pada semester pertama 2026. Perusahaan memproyeksikan laba bersih mencapai US$1,36 hingga US$1,62 miliar, atau setara 9,2 hingga 11 miliar yuan, sebuah peningkatan luar biasa antara 61.818% hingga 73.636% dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu yang hanya US$2,2 juta.

Pertumbuhan eksplosif ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan global terhadap chip memori dan penyimpanan yang dipicu oleh pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Longsys menyatakan bahwa permintaan yang tinggi tersebut bersaing untuk mendapatkan kapasitas wafer memori yang terbatas, mendorong perusahaan untuk mengamankan pasokan melalui perjanjian jangka panjang dan nota kesepahaman dengan pemasok wafer memori global.

Pendapatan perusahaan pada paruh pertama 2026 diperkirakan mencapai US$3,24 hingga US$3,68 miliar (22 hingga 25 miliar yuan), lebih dari dua kali lipat dibandingkan pendapatan US$1,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, seperti dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP).

a Longsys employee working in the company's testing facility

Strategi Pasokan dan Dampak Geopolitik

Meskipun Longsys tidak menyebutkan secara spesifik pemasok chip mana yang telah diajak bekerja sama, tren di industri menunjukkan bahwa banyak merek memori China mulai beralih dari tiga pemasok utama — Micron, Samsung, dan SK hynix — ke silikon buatan CXMT dan YMTC. Bahkan produsen Amerika seperti Corsair, Dell, dan HP mulai mempertimbangkan chip dari pemasok alternatif ini, meskipun perusahaan-perusahaan tersebut telah diberi label sebagai perusahaan militer China oleh Pentagon.

Apple juga dikabarkan mulai melobi Washington untuk mendapatkan akses ke chip CXMT. Langkah ini terjadi di tengah peringatan dari Samsung dan SK hynix bahwa kelangkaan chip akibat AI bisa berlangsung hingga tahun 2027 atau bahkan lebih lama. Situasi ini menciptakan tekanan besar pada rantai pasokan global dan memaksa perusahaan untuk mencari alternatif.

Dampak pada Pasar dan Industri PC

Pertumbuhan laba yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mendorong kenaikan harga saham Longsys sebesar 12,5% di Bursa Efek Shenzhen akhir pekan lalu. Harga saham perusahaan tersebut kini telah lebih dari dua kali lipat dari titik terendahnya hanya tiga bulan sebelumnya. Selain pendapatan yang memecahkan rekor, perusahaan juga mendapat persetujuan dari regulator China untuk mengumpulkan dana hingga US$544 juta (3,7 miliar yuan) melalui penempatan saham privat.

Dana segar tersebut akan digunakan untuk mendanai penelitian dan pengembangan produk memori kelas atas, termasuk solusi penyimpanan yang berfokus pada AI, pengontrol penyimpanan dan memori, serta produk lainnya. Langkah ini menunjukkan ambisi Longsys untuk tidak hanya menjadi pemain di pasar komoditas, tetapi juga inovator di segmen bernilai tinggi.

Kelangkaan chip dan memori telah memberikan dampak negatif pada produsen PC dan konsumen. Pasar PC diperkirakan akan menyusut sebesar 14% tahun ini. Di tengah keputusasaan pasar akan sumber alternatif dari produsen utama, perusahaan China seperti CXMT dan YMTC, serta pemasok hilir seperti Longsys dan Biwin, memanfaatkan peluang ini untuk menantang merek Barat yang sudah mapan.

Kenaikan harga produk memori juga sangat terasa di tingkat konsumen. Harga kartu memori dan flash drive dilaporkan melonjak hingga 124%, dengan beberapa produk mencatatkan kenaikan puncak mencapai 261%. Lonjakan harga ini merupakan konsekuensi langsung dari ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan yang dipicu oleh kebutuhan chip AI.

Kondisi ini menempatkan produsen PC dan perangkat elektronik dalam posisi sulit. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual produk, mengurangi margin keuntungan, atau mencari pemasok alternatif yang mungkin memiliki risiko geopolitik. Keputusan Apple untuk melobi akses ke chip CXMT menunjukkan bahwa bahkan perusahaan dengan daya tawar sekuat Apple pun tidak kebal terhadap tekanan rantai pasokan saat ini.

Dengan permintaan chip AI yang terus meningkat dan kapasitas produksi yang terbatas, para analis memperkirakan bahwa tekanan pada rantai pasokan memori akan terus berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah. Produsen seperti Samsung dan SK hynix telah memperingatkan bahwa kelangkaan yang didorong oleh AI bisa berlangsung hingga tahun 2027 atau lebih, yang berarti konsumen dan bisnis mungkin harus bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi untuk perangkat yang mengandung komponen memori.

Kesuksesan Longsys dan perusahaan China lainnya dalam memanfaatkan situasi ini juga memiliki implikasi geopolitik yang lebih luas. Dengan meningkatnya ketergantungan pada pemasok China untuk chip memori, keseimbangan kekuatan dalam industri semikonduktor global mungkin akan bergeser. Perusahaan Barat yang sebelumnya mendominasi pasar kini harus menghadapi persaingan yang semakin ketat dari pemain China yang didukung oleh permintaan domestik yang kuat dan investasi pemerintah yang besar.

Bagi konsumen Indonesia, situasi ini berarti harga perangkat elektronik seperti laptop, smartphone, dan SSD kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Kelangkaan chip memori tidak hanya mempengaruhi produsen besar, tetapi juga merembet ke harga produk akhir yang harus dibayar oleh konsumen di pasar ritel.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.