Telset.id – Microsoft mulai menguji dukungan inferensi AI lokal di Windows menggunakan GPU konvensional, membuka akses fitur Copilot bagi perangkat tanpa NPU. Eksperimen ini menandai perubahan strategi signifikan dari fokus eksklusif Copilot+ PC yang digencarkan sejak 2024.
Menurut laporan Windows Latest, sebuah paket eksperimental Windows App SDK yang tersedia di GitHub kini memungkinkan pengguna menjalankan Language Model APIs pada GPU Nvidia GeForce RTX 30-series dengan minimal 6GB VRAM. Fitur ini masih memerlukan akses ke Windows Insider Experimental Channel dan mode Developer Mode yang diaktifkan.
Meski demikian, pengguna harus melalui sejumlah langkah rumit untuk mengaktifkan inferensi AI lokal di Windows, bahkan jika perangkat mereka tidak dilengkapi NPU. Namun, langkah ini menjadi indikasi awal perubahan arah Microsoft dalam menghadirkan kecerdasan buatan di PC.
Strategi Baru Microsoft di Tengah Lesunya Pasar PC
Keputusan Microsoft membuka akses AI ke GPU reguler menjadi kabar baik bagi jutaan pengguna yang sebelumnya terkunci dari fitur Copolit+ PC. Sebab, prosesor mereka tidak memiliki NPU (neural processing unit) bawaan. Langkah ini juga membuka fitur AI Windows bagi pengguna desktop, yang umumnya tidak memiliki prosesor dengan dukungan NPU.
Menariknya, NPU sebenarnya tidak selalu lebih bertenaga dibanding GPU untuk pemrosesan AI. Keunggulan utama NPU terletak pada efisiensi daya, menjadikannya krusial untuk laptop dengan daya tahan baterai terbatas. Karena tidak semua laptop dilengkapi GPU diskrit—yang sebagian besar hanya ada di laptop gaming dan kelas atas—Microsoft sebelumnya membatasi fitur AI pada perangkat dengan NPU agar bisa menjangkau PC Windows 11 yang lebih terjangkau.
Alasan lain Microsoft memperluas fitur Copilot+ ke perangkat tanpa NPU adalah karena adopsi AI tidak berjalan sesuai harapan. Sebuah lembaga riset pada 2024 menyatakan bahwa konsumen tidak membeli PC AI karena fiturnya, melainkan karena itulah satu-satunya pilihan yang tersedia saat mereka perlu upgrade.

Dampak Krisis Chip terhadap Pasar PC 2026
Situasi semakin memburuk pada 2026. Krisis pasokan chip memori dan penyimpanan yang dipicu oleh permintaan pusat data AI mendorong harga komputer ke level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Akibatnya, terjadi penurunan drastis penjualan PC dan komponennya, dengan laptop entry-level diprediksi akan menghilang pada 2028.
Rendahnya minat membeli PC baru yang dilengkapi NPU akan membatasi adopsi Copilot+ PC dan fitur AI yang ditawarkannya. Dengan memperluas ketersediaan fitur AI ke PC non-Copilot+, Microsoft berpotensi meningkatkan basis pengguna dan membantu membedakan Windows 11 dari pesaing, terutama karena Windows perlahan kehilangan pangsa pasar ke macOS dan Linux.
Implikasi bagi Pengguna dan Industri
Langkah eksperimental ini membuka peluang baru bagi pengguna PC lama yang ingin merasakan fitur AI lokal tanpa harus membeli perangkat baru. Meskipun tidak akan mendapatkan semua fitur yang ada di Copilot+ PC, kemampuan menjalankan model bahasa lokal di GPU reguler merupakan langkah maju yang signifikan.
Keputusan Microsoft ini juga menunjukkan bahwa strategi pemasaran Copilot+ PC yang agresif mungkin perlu disesuaikan dengan realitas pasar. Pengguna tidak serta-merta berbondong-bondong membeli PC baru hanya karena fitur AI, terutama di tengah krisis ekonomi dan kenaikan harga komponen.
Bagi pengguna yang sudah memiliki PC dengan GPU Nvidia GeForce RTX 30-series atau lebih baru, peluang untuk mengakses AI lokal kini terbuka lebar. Namun, mereka harus bersabar karena fitur ini masih dalam tahap eksperimental dan memerlukan konfigurasi teknis yang tidak sederhana.
Perubahan strategi Microsoft ini patut dicermati oleh para pengamat industri. Apakah ini awal dari demokratisasi akses AI di Windows, atau hanya solusi sementara sebelum NPU menjadi standar di semua prosesor? Yang jelas, langkah ini memberikan angin segar bagi jutaan pengguna yang selama ini merasa ditinggalkan oleh gelombang AI.





Komentar
Belum ada komentar.