Ilustrasi fitur Memory Integrity Windows 11 yang akan diaktifkan otomatis oleh Microsoft pada lebih banyak PC mulai Oktober 2026

Microsoft Perluas Memory Integrity Windows 11 ke Lebih Banyak PC

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft akan mengaktifkan Memory Integrity otomatis pada PC Windows yang memenuhi syarat mulai Oktober 2026
  • Fitur ini menggunakan VBS untuk melindungi kernel Windows dari serangan berbahaya
  • PC yang sudah menonaktifkan Memory Integrity tidak akan diubah secara otomatis
  • Persyaratan meliputi prosesor Intel generasi ke-8+, AMD Zen 2+, RAM 8GB, SSD 64GB
  • Fitur dapat memengaruhi performa gaming pada beberapa konfigurasi
  • Microsoft menilai perangkat melalui sinyal kesiapan sebelum aktivasi
  • Kebijakan administrator dan pilihan pengguna sebelumnya tetap berlaku

Telset.id – Microsoft akan mulai mengaktifkan fitur keamanan Memory Integrity secara otomatis pada lebih banyak PC Windows yang memenuhi syarat melalui pembaruan kualitas mulai Oktober 2026. Langkah ini memperluas perlindungan tingkat kernel ke lebih banyak perangkat yang sudah ada secara default, sekaligus menimbulkan pertanyaan bagi para gamer yang selama ini menonaktifkan fitur tersebut demi performa.

Dalam sebuah posting blog pada 1 September, Microsoft menyatakan bahwa peluncuran ini akan memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi lebih banyak perangkat terhadap serangan yang menargetkan kernel Windows. Sementara itu, PC yang sebelumnya telah menonaktifkan Memory Integrity secara sengaja akan mempertahankan konfigurasi mereka yang ada.

“Windows quality updates akan mulai mengaktifkan perlindungan memory integrity pada perangkat yang memenuhi syarat,” kata Microsoft. Pembaruan ini juga akan mengaktifkan Virtualization-based Security (VBS) jika diperlukan, yang menyediakan lingkungan terisolasi yang mendasari Memory Integrity. Sebelum melakukan perubahan, Windows akan secara otomatis menilai setiap perangkat menggunakan sinyal kesiapan yang mencakup kemampuan perangkat keras, kompatibilitas, dan performa.

Windows 11

Peluncuran Oktober ini pada dasarnya merupakan perluasan dari kebijakan default-enablement Microsoft yang sudah ada. Memory Integrity sudah diaktifkan secara default pada instalasi Windows 11 yang bersih yang memenuhi persyaratan perangkat keras Microsoft, serta pada PC Secured-core. Persyaratan saat ini mencakup prosesor Intel generasi ke-8 atau lebih baru untuk Windows 11 22H2, prosesor AMD Zen 2 atau lebih baru, RAM minimal 8GB pada sistem x64, SSD minimal 64GB, driver yang kompatibel, dan virtualisasi perangkat keras yang diaktifkan.

Aktivasi otomatis berdasarkan kebijakan tersebut berlaku untuk instalasi bersih dan bukan untuk upgrade perangkat yang sudah ada. Kebijakan baru ini menjadi sorotan karena memperluas cakupan ke perangkat yang sudah beredar melalui pembaruan kualitas.

Memory Integrity — juga dikenal sebagai Hypervisor-Protected Code Integrity (HVCI) — telah ada sejak era Windows 10 dan awalnya dirilis sebagai bagian dari teknologi Device Guard Microsoft. Fitur ini menggunakan VBS dan hypervisor Windows untuk memindahkan pemeriksaan integritas kode mode kernel ke lingkungan yang terisolasi, membantu mencegah kode atau driver yang berbahaya dan tidak tepercaya untuk dieksekusi di kernel Windows.

Windows 10 umumnya meninggalkan perlindungan ini sebagai opsi di luar konfigurasi seperti mode S, sementara Windows 11 menjadikannya fitur keamanan default pada instalasi baru yang kompatibel. Perubahan kebijakan terbaru ini menandai langkah signifikan dalam strategi keamanan Microsoft untuk memperluas perlindungan ke perangkat yang sudah ada di lapangan.

Fitur ini memiliki kekurangan performa yang sudah dikenal oleh para gamer PC, sehingga banyak gamer memilih untuk menonaktifkannya. Microsoft mengakui pada tahun 2022 bahwa Memory Integrity dan Virtual Machine Platform dapat memengaruhi performa gaming pada beberapa konfigurasi Windows 11. Perusahaan menyarankan para gamer yang mengutamakan performa bahwa mereka dapat menonaktifkan sementara perlindungan ini saat bermain, dengan peringatan bahwa tindakan tersebut mengurangi keamanan.

Panduan gaming Microsoft sendiri kemudian terus merekomendasikan untuk menonaktifkan sementara Memory Integrity dan VMP jika keduanya mengganggu performa gaming. Ini menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang sering bermain game di PC mereka.

Dampak fitur keamanan terhadap performa bergantung pada perangkat keras yang digunakan. Microsoft menyatakan Memory Integrity berperforma lebih baik pada prosesor yang lebih baru dengan fitur perangkat keras yang dirancang untuk mempercepat isolasi yang diperlukan. Sementara itu, CPU yang lebih lama yang mengandalkan emulasi perangkat lunak dapat mengalami dampak performa yang lebih besar.

Kompatibilitas driver juga dapat mencegah aktivasi, dengan Microsoft mendokumentasikan berbagai masalah mulai dari perangkat lunak yang tidak berfungsi hingga solusi anti-cheat gaming yang tidak kompatibel. Ini menjadi poin penting bagi pengguna yang mengandalkan aplikasi tertentu yang mungkin bermasalah dengan fitur keamanan ini.

Windows 11 on a laptop

Bagi sebagian besar pengguna, perubahan Oktober ini tidak memerlukan tindakan apa pun. PC yang memenuhi syarat akan dievaluasi dan diperbarui secara otomatis, sementara kebijakan administrator dan pilihan pengguna sebelumnya tetap berlaku. Microsoft secara khusus menyatakan bahwa sistem yang Memory Integrity-nya telah dinonaktifkan “tidak akan diubah secara otomatis oleh peluncuran ini,” sehingga para gamer dan pengguna lain yang sebelumnya memilih keluar tetap memiliki kendali atas pengaturan tersebut.

Kebijakan ini menunjukkan pendekatan Microsoft yang semakin proaktif dalam mengamankan ekosistem Windows. Dengan mengaktifkan fitur keamanan secara default pada perangkat yang lebih luas, Microsoft berupaya menutup celah keamanan yang selama ini dieksploitasi oleh penyerang melalui kernel Windows.

Namun, keputusan ini juga menimbulkan dilema bagi pengguna yang mengutamakan performa, terutama para gamer. Meskipun Microsoft memberikan jaminan bahwa pengguna yang telah menonaktifkan fitur tidak akan diubah secara otomatis, perluasan kebijakan ini menunjukkan arah masa depan di mana perlindungan keamanan menjadi semakin ketat secara default.

Perlu dicatat bahwa serangan terhadap kernel Windows menjadi semakin canggih. Sebelumnya, Microsoft juga telah memperingatkan tentang serangan Silver Fox yang menyamar sebagai situs unduhan, menunjukkan pentingnya perlindungan keamanan yang lebih kuat.

Bagi pengguna yang khawatir tentang dampak performa, Microsoft menyediakan opsi untuk menonaktifkan Memory Integrity melalui kebijakan administrator atau pengaturan Windows Security. Namun, perlu diingat bahwa menonaktifkan fitur ini akan mengurangi tingkat keamanan sistem terhadap serangan kernel-level.

Windows Update improvements

Perubahan ini juga menyoroti evolusi strategi keamanan Microsoft yang semakin terintegrasi. Dengan mengaktifkan VBS dan Memory Integrity secara default pada lebih banyak perangkat, Microsoft berupaya menciptakan fondasi keamanan yang lebih kuat di seluruh ekosistem Windows. Ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk menghadirkan perlindungan berlapis yang lebih komprehensif.

Para pengguna Windows 11 yang perangkatnya memenuhi syarat akan melihat perubahan ini mulai Oktober 2026. Meskipun sebagian besar pengguna tidak perlu melakukan tindakan apa pun, mereka yang sebelumnya menonaktifkan Memory Integrity karena alasan performa atau kompatibilitas dapat bernapas lega karena pengaturan mereka tidak akan diubah.

Di sisi lain, pengguna yang belum menonaktifkan fitur ini mungkin akan melihat aktivasi otomatis pada perangkat mereka. Ini bisa menjadi kejutan bagi sebagian pengguna yang tidak menyadari bahwa perangkat mereka memenuhi syarat untuk pembaruan ini.

Microsoft menekankan bahwa evaluasi perangkat dilakukan secara otomatis menggunakan sinyal kesiapan yang mencakup kemampuan perangkat keras, kompatibilitas, dan performa. Ini berarti perangkat yang tidak memenuhi kriteria tertentu tidak akan diaktifkan fiturnya, mengurangi risiko masalah kompatibilitas atau dampak performa yang signifikan.

Bagi para profesional IT dan administrator sistem, perubahan ini memerlukan perhatian khusus. Meskipun kebijakan administrator tetap berlaku, penting untuk memahami bagaimana pembaruan ini akan memengaruhi perangkat yang dikelola. Dokumentasi Microsoft tentang masalah driver dan anti-cheat gaming juga menjadi referensi penting untuk mengantisipasi potensi masalah.

Ke depannya, perluasan kebijakan default-enablement ini menunjukkan komitmen Microsoft untuk meningkatkan keamanan Windows secara fundamental. Meskipun fitur ini telah tersedia sejak era Windows 10, langkah untuk mengaktifkannya secara default pada perangkat yang lebih luas menandakan pergeseran signifikan dalam pendekatan keamanan Microsoft.

Pengguna yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang bug dan masalah yang mungkin timbul dari pembaruan keamanan dapat merujuk pada dokumentasi resmi Microsoft. Sementara itu, para gamer yang khawatir tentang dampak performa dapat mempertimbangkan untuk memeriksa pengaturan mereka sebelum Oktober 2026 untuk memastikan preferensi mereka tetap terjaga.

Dengan pendekatan yang semakin proaktif ini, Microsoft berupaya menyeimbangkan kebutuhan keamanan dengan fleksibilitas pengguna. Kebijakan yang mempertahankan pilihan pengguna yang telah menonaktifkan fitur menunjukkan bahwa Microsoft memahami pentingnya kontrol pengguna, sambil tetap mendorong adopsi keamanan yang lebih luas di seluruh ekosistem Windows.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.