Telset.id – MSI Afterburner, software overclocking GPU paling populer, segera mendapatkan fitur baru yang revolusioner. Update ini menghadirkan heatmap yang menampilkan titik tegangan/frekuensi yang paling sering digunakan GPU saat beroperasi. Fitur ini dirancang untuk membantu para penggemar dan overclocker memahami perilaku boosting GPU mereka dan menyesuaikan overclock dengan lebih akurat.
Unwinder, pengembang tunggal MSI Afterburner, melaporkan di forum Guru3D bahwa update ini akan dirilis dalam versi 4.6.7 beta4 untuk diuji coba oleh pengguna. Belum ada pengumuman mengenai rilis resmi (non-beta) dengan fitur heatmap ini. Kehadiran fitur ini menjadi kabar baik bagi komunitas overclocking yang selalu mencari cara untuk memaksimalkan performa kartu grafis mereka.
Heatmap baru ini menghasilkan titik-titik kuning di dalam editor kurva V/F (Voltage/Frequency) Afterburner yang sudah ada. Hal ini memudahkan pengguna untuk membandingkan kurva V/F GPU yang ada dengan titik di mana GPU melakukan boosting dalam beban kerja nyata. Sebagai contoh, Unwinder membagikan tangkapan layar heatmap yang digunakan dengan RTX 5090.
Dalam tangkapan layar tersebut, terlihat bahwa GPU beroperasi terutama pada 800mv di 1200MHz, dan 1000-1055 mV di sekitar 2.6 hingga 2.8GHz. Angka pertama berkaitan dengan perilaku GPU saat idle/beban rendah, sementara angka kedua berkaitan dengan beban maksimum. Informasi ini sangat berharga bagi overclocker untuk menentukan titik optimal dalam kurva V/F.
Baca Juga:
Unwinder mengungkapkan bahwa salah satu keuntungan menarik dari sistem heatmap baru ini adalah kemampuannya untuk mengidentifikasi perbedaan perilaku boosting antara GPU RTX 40-series dan GPU yang lebih lama, dengan GPU RTX 50-series. Peningkatan pada DVFS (Dynamic Voltage Frequency Scaling) Blackwell membuat GPU berperilaku sangat berbeda dibandingkan dengan GPU RTX 40-series atau yang lebih lama.
Unwinder membagikan tangkapan layar tambahan dari RTX 4090 yang menjalankan heatmap. Hasilnya menunjukkan titik-titik kuning hanya di sekitar rentang bawah dan atas dari kurva V/F. Sebaliknya, heatmap dari RTX 5090 menunjukkan titik-titik kuning di seluruh kurva V/F. Hal ini mengungkapkan bahwa RTX 5090 menghabiskan lebih banyak waktu di rentang tengah kurva dibandingkan pendahulunya.

Perbedaan perilaku boosting ini menunjukkan bagaimana arsitektur Blackwell dari Nvidia telah mengubah cara GPU mengelola tegangan dan frekuensi. Bagi overclocker, pemahaman ini sangat penting karena pendekatan overclocking yang berhasil di RTX 40-series mungkin tidak memberikan hasil yang sama di RTX 50-series. Heatmap Afterburner menjadi alat yang tepat untuk mengatasi tantangan ini.
Fitur heatmap ini memungkinkan overclocker untuk menyesuaikan overclock mereka dengan lebih akurat berdasarkan titik tegangan/frekuensi yang diprioritaskan GPU dalam beban kerja nyata. Bagi yang belum familiar, overclocking kurva V/F memanipulasi algoritma boosting GPU dengan mengubah bentuk kurva V/F-nya.
Prinsip kerjanya sederhana: jika Anda mampu mempertahankan kecepatan clock yang sama pada tegangan yang lebih rendah, maka tegangan yang lebih tinggi dapat mendorong kecepatan clock yang lebih tinggi. Inilah ide di balik undervolting dengan kurva V/F sebelum melakukan overclocking dengan offset. Dengan heatmap, proses ini menjadi lebih terarah dan efisien.
Para pengguna yang tertarik untuk mencoba fitur ini dapat menunggu rilis beta4 dari MSI Afterburner 4.6.7. Unwinder belum memberikan tanggal pasti kapan versi beta ini akan dirilis, tetapi pengumuman di forum menunjukkan bahwa pengembangan sudah hampir selesai.
Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang teknologi terkini, Anda bisa membaca artikel tentang Google Uji Coba Gmail Live atau Smart #2 Concept.





Komentar
Belum ada komentar.