📑 Daftar Isi

Neurable One, headphone Brain-Computer Interface terbaru dengan 12 sensor EEG di ear pads

Neurable One Resmi Meluncur, Headphone BCI Rp8 Jutaan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Neurable One meluncur sebagai headphone Brain-Computer Interface generasi terbaru seharga $499 di Amerika Serikat
  • Dibangun dari awal oleh Neurable, bukan berbasis headphone Master & Dynamic
  • Hadir dengan fitur Brain Battery, Alpha Peak Frequency, dan Brain Data Banking
  • Dilengkapi 12 sensor EEG di ear pads untuk pemantauan otak berkelanjutan
  • Mendukung perekaman pasif dan aplikasi khusus iOS serta Android
  • Data dienkripsi dan dipisahkan dari identitas pengguna

Telset.id – Neurable resmi memperkenalkan Neurable One, headphone Brain-Computer Interface (BCI) generasi terbaru yang dijual di Amerika Serikat dengan harga $499 atau sekitar £379 dan AU$720. Perangkat ini diklaim sebagai langkah baru menuju pemantauan otak yang berlangsung terus-menerus tanpa mengganggu rutinitas harian penggunanya.

Berbeda dari produk sebelumnya, Neurable One tidak dibangun di atas headphone Master & Dynamic. Headphone ini dikembangkan dari awal oleh Neurable, perusahaan asal Michigan yang sudah menggarap perangkat BCI sejak 2017 untuk kebutuhan ruang VR. Langkah ini menandai pergeseran strategi Neurable dari sekadar perangkat eksperimental menjadi produk konsumen yang menyatu dengan aktivitas sehari-hari.

Neurable One menggabungkan fungsi audio, active noise cancellation (ANC), dan pemantauan otak berkelanjutan dalam satu perangkat over-ear. Tujuannya, seperti disampaikan Neurable, adalah membantu pengguna memahami kapan mereka berada di kondisi kognitif terbaik, kapan harus menjaga fokus, dan apa yang diam-diam menguras energi mereka.

Fitur Brain Battery hingga Neuroadaptive Audio

Neurable One menghadirkan sejumlah fitur baru yang dijalankan melalui aplikasi iOS dan Android yang dibangun khusus. Aplikasi ini menerjemahkan aktivitas otak menjadi wawasan waktu nyata pada beberapa kondisi kognitif, termasuk fokus, beban kognitif, kecepatan kognitif, dan Brain Battery.

Brain Battery memberi gambaran langsung mengenai kondisi kognitif pengguna berdasarkan faktor seperti rasa kantuk, stres, dan beban kognitif. Sementara itu, Alpha Peak Frequency (APF) mengukur frekuensi ritme istirahat terkuat pengguna, yang disebut Neurable sebagai “HRV untuk otak”.

Ada tiga cara utama pengguna memantau kesehatan kognitif mereka. Pertama, umpan balik waktu nyata melalui Focus Sessions yang hadir dalam tiga varian sesuai aktivitas, mulai dari menyelesaikan tugas, bersantai, hingga tidur siang. Ketika perhatian mulai menurun, neuroadaptive audio dapat menyesuaikan volume secara otomatis, sementara notifikasi Smart Brain Break mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan mental dan menyarankan pengguna untuk beristirahat.

Kedua, pemahaman terhadap baterai kognitif melalui aplikasi Neurable yang menggabungkan berbagai sinyal kognitif. Ketiga, pencatatan pola jangka panjang melalui laporan mingguan dan bulanan, sehingga pembacaan satu kali berubah menjadi wawasan berkelanjutan mengenai kapan pengguna biasanya tampil paling optimal.

Desain Neurable One juga dibuat lebih ringan agar nyaman dipakai lebih lama. Sebanyak 12 sensor EEG tetap terintegrasi di dalam ear pads untuk memungkinkan pemantauan otak berkelanjutan selama pengguna mendengarkan musik, bekerja, atau beristirahat.

A split-screen image of two people wearing Neurable One headphones: a woman doing yoga, and a man at a laptop

Pendiri sekaligus CEO Neurable, Dr. Ramses Alcaide, menyebut iterasi ini memberi pengguna “gambaran yang lebih lengkap” tentang bagaimana otak mereka merespons sepanjang rutinitas harian. Menurutnya, perangkat keras dan perangkat lunak kini dirancang bersama secara internal untuk menciptakan pengalaman yang lebih mulus.

Ia juga menekankan bahwa Neurable One kini mendukung perekaman pasif. “Anda bisa menggunakannya seperti headphone biasa, dan perangkat lunak tetap dapat melacak aktivitas otak Anda seperti Whoop atau Fitbit atau perangkat wearable lainnya,” ujar Dr. Alcaide dalam sesi pengarahan produk.

Alcaide menambahkan bahwa teknologi ini tidak membaca pikiran pengguna, melainkan membaca aktivitas elektrik dan pergeseran yang terjadi di otak. Menurutnya, perbedaan ini yang memisahkan Neurable dari sistem invasif berbasis bedah.

Brain Data Banking dan Jaminan Privasi

Salah satu fitur baru yang menonjol adalah Brain Data Banking. Fitur ini merekam dan menyimpan aktivitas otak setiap kali headphone dipakai dengan aplikasi terbuka, sehingga tercipta riwayat kognitif berkelanjutan. Pengguna dapat membangun catatan jangka panjang untuk memahami perubahan pola kognitif dari waktu ke waktu, bahkan jika mereka lupa memulai sesi.

Soal privasi, Dr. Alcaide memastikan data yang dikumpulkan terenkripsi di perangkat, lalu dikirim ke ponsel, dan diteruskan ke server Neurable dalam kondisi tetap terenkripsi. Neurable memisahkan identitas pengguna dan data ke dua server berbeda, sehingga perusahaan tidak dapat menghubungkan keduanya. Pengguna tetap memegang kendali penuh atas data mereka, termasuk hak untuk menghapusnya.

Alcaide menyebut bahwa pendekatan ini lahir dari latar belakang co-founder Neurable yang merupakan ahli neuroetika dan kebijakan data. Menurutnya, masukan dari co-founder tersebut turut masuk ke dalam sejumlah rancangan undang-undang terkait hak-hak saraf (neuro rights).

Neurable One headphones on a wooden desk, or on a black background, showing the ear cups

Neurable One bersaing langsung dengan sejumlah headphone premium di pasar. Bowers & Wilkins Px8 S2 dibanderol lebih mahal pada MSRP $799 / £629 / AU$1.299, sementara Bose QuietComfort Ultra Headphones (2nd Gen) berada di harga $449 / £449 / AU$699. Dengan harga $499, Neurable memosisikan perangkatnya di kelas yang sama dengan headphone premium arus utama.

Perjalanan Neurable di segmen ini bukan hal baru. Pada 2024, headphone MW75 Neuro memperkenalkan pemantauan tingkat fokus, lalu Neurable WM75 LT menambahkan snapshot kognitif harian, deteksi burnout waktu nyata, dan pelacakan usia otak mingguan, sekaligus memangkas 44 gram bobot dan $200 dari harga. Di CES 2026, rekan TechRadar bahkan sempat mencoba prototipe headset gaming Neurable bersama HyperX yang dirancang untuk membantu pemain tampil lebih baik di Valorant.

Untuk konteks industri, sejumlah perangkat wearable kini memang membawa fungsi kesehatan yang lebih jauh dari sekadar audio. Apple menghadirkan tes pendengaran dan pemantauan detak jantung di AirPods kelas atas, sementara jam pintar rutin melacak langkah kaki, tidur, dan penanda kesehatan fisik lain. Namun sangat sedikit wearable konsumen yang benar-benar menyentuh organ paling vital, yaitu otak.

Kehadiran perangkat seperti Neurable One juga memperlihatkan arah baru perangkat audio pintar yang mulai merambah ranah produktivitas dan pemantauan kognitif. Sejumlah produk lain di kategori serupa, misalnya Plaud One Earbuds AI, sudah mengusung fungsi perekam rapat tanpa ponsel, sementara aplikasi seperti Granola memindahkan pencatatan meeting ke Apple Watch.

Neurable One saat ini tersedia di Amerika Serikat dengan harga ritel $499. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di neurable.com. Neurable menyebut visinya adalah menjadikan pemindaian otak sebagai bagian mulus dari perangkat yang sudah dipakai setiap hari, menghadirkan wawasan kognitif tanpa peralatan tambahan dan tanpa mengganggu rutinitas pengguna.

[VIDEO]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.