📑 Daftar Isi

New York Patok USD1 Juta per Megawatt untuk Data Center AI

New York Patok USD1 Juta per Megawatt untuk Data Center AI

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Gubernur New York Kathy Hochul mengumumkan Community Investment Framework (CIF), panduan negosiasi bagi kota dan kotamadya di negara bagian tersebut saat berhadapan dengan pengembang data center. Kerangka ini merekomendasikan komunitas menuntut USD1 juta per megawatt demi keuntungan menampung fasilitas data center.

Menurut Empire State Development, lembaga pengembangan ekonomi negara bagian itu, CIF menawarkan “pendekatan terstruktur untuk mengidentifikasi, menegosiasikan, dan mendokumentasikan investasi dari pengembang/operator/pemilik data center yang menjawab prioritas lokal dan menciptakan manfaat komunitas yang bertahan lama.” Kebijakan ini muncul ketika data center AI yang relatif baru semakin menekan pasokan listrik dan air, sementara manfaat kerja dan nilai komunitasnya dinilai terbatas dibanding industri lain.

Angka USD1 juta per megawatt menjadi inti dari kerangka ini. Jika kota dan kotamadya di New York mengadopsi CIF dalam negosiasi mereka dengan pengembang data center, potensi tambahan yang masuk ke kas daerah bisa mencapai USD9 miliar atau lebih. Nilai itu dihitung dari laporan yang menyebut sejumlah pengembang data center mengajukan permintaan hingga 9.000 MW dari jaringan listrik negara bagian, meski angka tersebut belum mencakup operator yang memilih membawa sumber listrik sendiri atau membangun pembangkit di lokasi.

New York Governor Kathy Hochul

Enam Prinsip Negosiasi dan Konteks Pembatasan

Dokumen CIF merekomendasikan enam prinsip dalam negosiasi data center. Pertama, tolok ukur investasi USD1 juta per megawatt dari kebutuhan utilitas. Kedua, perencanaan jangka panjang, termasuk rencana saat data center meninggalkan fasilitas. Ketiga, peta jalan untuk mengelola biaya berkelanjutan bagi proyek yang didanai melalui CIF. Keempat, daftar area investasi prioritas lokal untuk menjawab kebutuhan komunitas. Kelima, konfirmasi kepemilikan lokal atas proyek yang menerima pendanaan dari data center. Keenam, tenggat waktu yang jelas untuk setiap program, terutama yang membutuhkan investasi bertahap selama bertahun-tahun.

Selain enam prinsip itu, CIF juga memberikan sejumlah rekomendasi lain, seperti fokus pada keterlibatan komunitas, melibatkan pengambil keputusan dan penasihat hukum, memberi insentif pada negosiasi yang beritikad baik dan tepat waktu, serta menjaga fleksibilitas. Langkah ini menjadi acuan ketika pemerintah daerah kembali memproses permintaan data center.

Konteksnya, lebih dari 500 negara bagian, county, dan lokalitas di Amerika Serikat telah mengesahkan moratorium atau larangan sementara terhadap data center, termasuk negara bagian seperti New York dan Texas. Namun, aturan itu memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga unit pemerintah hanya punya waktu terbatas sebelum harus mulai memproses aplikasi data center kembali. Di Virginia, Loudoun County yang menampung 250 data center mulai menahan laju fasilitas serupa, seperti terlihat pada langkah New York Minta Rp16 Triliun yang menyoroti tuntutan kompensasi per gigawatt.

Preseden di tingkat lokal menunjukkan negosiasi semacam ini tidak selalu mulus. Satu kota di Pennsylvania membuat dokumen komprehensif serupa yang menguraikan 43 tuntutan spesifik sebelum menyetujui usulan data center di Plymouth Township. Namun, pengembang tersebut memilih membatalkan aplikasinya dan mengajukan yang baru, dengan kota itu menuduhnya menuntut persetujuan “dengan tantrum.”

a data center in Virginia

Tekanan terhadap infrastruktur menjadi alasan utama kerangka ini disusun. Data center AI menuntut pasokan listrik dan air yang lebih besar dibanding fasilitas konvensional. Di sisi lain, nilai tambah yang mereka bawa ke komunitas dinilai lebih kecil dibanding industri lain, terutama dari sisi penciptaan lapangan kerja. Kondisi ini memperkuat posisi pemerintah daerah untuk meminta kompensasi sebelum memberi izin.

Bagi kota dan kotamadya, CIF berfungsi sebagai panduan saat mereka kembali bernegosiasi dengan pengembang data center. Kerangka ini membantu memastikan proyek yang masuk membawa manfaat lebih besar bagi komunitas sekaligus membatasi dampak negatifnya. Dengan tenggat moratorium yang terus berjalan, kesiapan dokumen negosiasi menjadi penentu posisi tawar pemerintah daerah.

Skala investasi yang diperbincangkan pun sangat besar. Meski potensi USD9 miliar atau lebih dari CIF terlihat signifikan, angka itu disebut hanya sebagian kecil dibandingkan perkiraan USD32 triliun yang akan diinvestasikan di data center pada 2050 menurut sebagian pakar. Perbandingan ini menegaskan bahwa negosiasi komunitas baru berada di tahap awal dari gelombang investasi yang jauh lebih besar.

Perkembangan di New York ini juga menegaskan bahwa pembatasan sementara tidak menghapus kebutuhan negosiasi. Sebaliknya, moratorium memberi waktu bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan instrumen seperti CIF sebelum aplikasi data center kembali masuk. Kerangka yang jelas memungkinkan komunitas menetapkan syarat sejak awal, bukan setelah proyek berjalan.

Di sisi lain, operator yang memilih membawa sumber listrik sendiri atau membangun pembangkit di lokasi berada di luar hitungan 9.000 MW yang diajukan ke jaringan negara bagian. Artinya, total kebutuhan daya riil dari sektor data center berpotensi lebih besar dari angka yang menjadi dasar proyeksi manfaat CIF. Hal ini memperkuat urgensi perencanaan jangka panjang yang menjadi salah satu prinsip dalam kerangka tersebut.

Dengan CIF, New York menempatkan tolok ukur investasi yang terukur dalam setiap negosiasi data center, lengkap dengan mekanisme pengelolaan biaya berkelanjutan dan kepemilikan lokal. Pendekatan ini menjadi acuan yang dapat diadopsi kota dan kotamadya lain di negara bagian tersebut saat menghadapi pengembang data center AI berikutnya.

[PETA_DESKRIPSI]
Gubernur New York Kathy Hochul mengumumkan Community Investment Framework yang merekomendasikan komunitas menuntut USD1 juta per megawatt dari pengembang data center.

[KATA_KUNCI_FOKUS]
Community Investment Framework

[JUDUL_SEO]
New York Patok USD1 Juta per Megawatt Data Center AI

[ALT_GAMBAR_UTAMA]
Gubernur New York Kathy Hochul mengumumkan Community Investment Framework untuk negosiasi data center

[KETERANGAN_GAMBAR_UTAMA]
Gubernur New York Kathy Hochul saat mengumumkan Community Investment Framework bagi kota dan kotamadya di negara bagian tersebut.

[DESKRIPSI_GAMBAR_UTAMA]
Foto Gubernur New York Kathy Hochul yang mengumumkan Community Investment Framework (CIF), panduan negosiasi bagi kota dan kotamadya di New York saat berhadapan dengan pengembang data center. Kerangka ini merekomendasikan tolok ukur investasi USD1 juta per megawatt dari kebutuhan utilitas.

[RINGKASAN]
• Gubernur New York Kathy Hochul mengumumkan Community Investment Framework (CIF) sebagai panduan negosiasi kota dengan pengembang data center
• CIF merekomendasikan tolok ukur investasi USD1 juta per megawatt kebutuhan utilitas
• Enam prinsip utama mencakup perencanaan jangka panjang, pengelolaan biaya, dan kepemilikan lokal
• Potensi tambahan hingga USD9 miliar jika kota mengadopsi CIF, dari pengajuan hingga 9.000 MW
• Lebih dari 500 negara bagian, county, dan lokalitas AS telah memberlakukan moratorium data center

[RELEVANSI]
Kalau kamu pengguna biasa yang mengikuti tren industri AI dan data center, kerangka ini menunjukkan bagaimana komunitas mulai menuntut kompensasi nyata dari ekspansi fasilitas AI.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.