Telset.id – Nvidia dikabarkan telah sepakat mengakuisisi Hugging Face dengan nilai USD 12,9 miliar atau sekitar Rp209 triliun. Kesepakatan ini dilaporkan oleh The Information dengan mengutip sumber yang mengetahui langsung transaksi tersebut. Jika akuisisi ini terealisasi, langkah Nvidia ini berpotensi memperkuat strategi open-model sekaligus menjadi jalur tambahan untuk menjual hardware AI.
Akuisisi Hugging Face oleh Nvidia ini menjadi penting karena semakin banyak model AI yang dilatih di hardware Nvidia, semakin banyak pula produk yang akan terjual. Hugging Face sendiri merupakan platform pengembangan AI yang terkenal dengan Hugging Face Hub, repositori mirip GitHub tempat para peneliti dan pengembang mempublikasikan, menemukan, mengunduh, dan berkolaborasi pada model AI, dataset, serta aplikasi.
Selain itu, Hugging Face juga mengembangkan software yang banyak digunakan seperti library Transformers dan menyediakan tools serta layanan cloud untuk melatih, mengoptimalkan, dan menerapkan model di berbagai jenis hardware AI. Keberadaan platform ini menjadi sangat strategis bagi Nvidia dalam mempertahankan dominasinya di pasar chip AI.
Hugging Face tidak hanya menjadi hosting untuk model, dataset, dan aplikasi. Platform ini juga menyediakan software yang membantu developer mengoptimalkan dan menerapkan model AI di berbagai CPU, GPU, dan akselerator AI yang berbeda. Layanan Inference Endpoints milik Hugging Face memungkinkan pelanggan menjalankan model di infrastruktur terkelola yang dihosting oleh AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure.
Yang menarik, Inference Endpoints memungkinkan pelanggan memilih penyedia, region, tipe hardware, dan instance sesuai kebutuhan. Penting untuk dicatat bahwa hardware yang digunakan oleh Amazon, Google, dan Microsoft tidak semuanya berasal dari Nvidia. Saat ini, Hugging Face menawarkan berbagai konfigurasi tergantung penyedianya, termasuk AWS Inferentia, AMD Instinct, Google TPU, Intel CPU, dan akselerator Nvidia.

Nilai Strategis Akuisisi Hugging Face
Kehadiran model OpenAI, dataset, aplikasi populer, serta kemampuan untuk mengoptimalkan dan menerapkan model AI di berbagai hardware membuat Hugging Face menjadi sangat penting secara strategis bagi Nvidia. Di satu sisi, Nvidia dapat membuat platform tersebut secara eksklusif bergantung pada hardware buatannya, meskipun langkah ini berpotensi memicu reaksi negatif dari komunitas. Namun, hal ini dinilai tidak mungkin terjadi dalam jangka pendek.
Di sisi lain, Nvidia ingin model open-source tetap kompetitif dengan penawaran proprietary dari perusahaan seperti Anthropic dan OpenAI yang mungkin pada akhirnya dioptimalkan untuk hardware non-Nvidia. Nvidia sendiri telah membangun model open-source Nemotron dan mengalokasikan dana puluhan miliar dolar untuk upaya tersebut. Selain itu, pertumbuhan Hugging Face turut mendorong adopsi hardware AI secara umum, termasuk hardware Nvidia secara khusus.
Nvidia menjual hardware AI senilai ratusan miliar dolar setiap tahunnya. Meskipun dominasi software stack CUDA dan performa hardware yang unggul menjadi alasan utama produk Nvidia laris manis, faktor penting lainnya adalah banyak model AI yang dilatih di hardware Nvidia dan dioptimalkan untuk berjalan di platform tersebut. Semakin banyak model yang dilatih di hardware Nvidia, semakin banyak produk yang akan terjual.
Pertumbuhan Pendapatan Hugging Face
Hugging Face memang berkembang pesat, namun pendapatannya masih tergolong sederhana jika dibandingkan dengan harga akuisisi yang ditawarkan Nvidia. Perusahaan yang berusia 10 tahun ini baru mencapai pendapatan tahunan sekitar USD 150 juta, dibandingkan dengan sekitar USD 100 juta beberapa bulan sebelumnya. Dengan demikian, harga yang ditawarkan Nvidia sekitar 80 kali lipat dari pendapatan forward, sebuah angka yang jelas menunjukkan sifat strategis dari akuisisi ini.
Negosiasi dilaporkan dimulai setelah Hugging Face menerima minat akuisisi dari pihak lain. CEO dan salah satu pendiri Clem Delangue mengatakan pada bulan Juni bahwa pelanggan berbayar meningkat dua kali lipat selama paruh pertama 2026 dan baru-baru ini menyatakan perusahaan hampir mencapai profitabilitas. Permintaan juga diuntungkan oleh membaiknya model open-source China dari Z.ai, Moonshot, dan DeepSeek.

Investasi Agresif Nvidia di Ekosistem AI
Jika Nvidia melanjutkan akuisisi ini, transaksi tersebut akan menjadi bagian dari investasi Nvidia yang semakin agresif di seluruh ekosistem AI, mulai dari hardware hingga model dan software. Pekan lalu, Nvidia setuju membayar USD 6 miliar untuk melisensikan teknologi pengembangan dari pengembang open-model Poolside dan menawarkan pekerjaan kepada lebih dari 100 karyawan.
Nvidia juga telah mengakuisisi Groq, Enfabrica, Essential AI, Illumex, dan Kumo AI. Rangkaian akuisisi ini menunjukkan komitmen Nvidia untuk memperkuat posisinya di seluruh rantai nilai AI, tidak hanya di sektor hardware. Dengan mengakuisisi Hugging Face, Nvidia berpotensi mengendalikan platform distribusi model AI terbesar di dunia, yang pada gilirannya akan semakin mengunci pengembang dan peneliti ke dalam ekosistem Nvidia.
Langkah ini juga menjadi pertahanan bagi bisnis hardware Nvidia di tengah perkembangan akselerator buatan sendiri oleh Anthropic, Google, OpenAI, dan hyperscaler besar lainnya. Dengan memiliki Hugging Face, Nvidia dapat memastikan bahwa platform tempat para pengembang AI berkumpul tetap ramah terhadap hardware Nvidia, meskipun kompetitor terus mengembangkan chip mereka sendiri.
Kesepakatan ini menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya ingin menjadi pemasok chip AI terbesar, tetapi juga ingin mengendalikan ekosistem pengembangan AI secara lebih luas. Dengan nilai transaksi yang mencapai Rp209 triliun, akuisisi ini menjadi salah satu langkah paling berani Nvidia dalam memperkuat dominasinya di industri kecerdasan buatan global.





Komentar
Belum ada komentar.