Nvidia DLSS 5 at SIGGRAPH 2026

Nvidia Pamer DLSS 5 di SIGGRAPH 2026 dengan Tiga Model Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Nvidia memamerkan DLSS 5 di SIGGRAPH 2026 dengan tiga model berbeda
  • Developer dapat memilih model sesuai kebutuhan adegan dalam game
  • Fitur beautification bersifat opsional setelah frame di-upscale
  • DLSS 5 menggunakan kombinasi teknik untuk efek di atas frame asli
  • Model dapat berjalan pada satu GPU dan VRAM efficient
  • Menjanjikan performa real-time 4K
  • Belum ada tanggal rilis resmi, diperkirakan Q3 2026
  • Nvidia terus menyempurnakan model berdasarkan masukan komunitas

Telset.id – Nvidia kembali memamerkan teknologi DLSS 5 di ajang SIGGRAPH 2026 dan kali ini tampil dengan pendekatan yang berbeda. Setelah menuai kritik keras saat pertama kali diperkenalkan awal tahun ini, perusahaan menghadirkan tiga model berbeda dengan tingkat detail dan dampak performa yang bervariasi.

Pembaruan utama dari DLSS 5 adalah fleksibilitas bagi developer untuk memilih model yang sesuai dengan kebutuhan setiap adegan dalam game. Individual elements of scene, seperti karakter versus dunia, juga dapat disesuaikan secara detail terkait seberapa besar DLSS memengaruhinya atau tidak sama sekali. Pengguna juga bisa beralih antar model secara real-time tanpa menimbulkan latensi.

DLSS 5 menggunakan kombinasi teknik untuk mengambil frame asli yang sudah dirender dan menerapkan efek di atasnya, melampaui fungsi sekadar upscaling gambar. Saat ini, DLSS, FSR, dan XeSS telah menjadi bagian wajib dalam persamaan, bertindak sebagai solusi anti-aliasing pilihan di game modern, serta membantu di area lain seperti ray tracing.

Nvidia DLSS 5 at SIGGRAPH 2026

Bagian upscaling bekerja secara konvensional dan masih bertanggung jawab untuk menentukan blok fundamental gambar, seperti pencahayaan dan geometri. Bagian yang sempat dikritik keras sebelumnya ternyata bersifat opsional, karena hanya aktif setelah frame asli yang sudah dirender di-upscale. Namun, belum jelas apakah developer atau pengguna dapat secara aktif memilih untuk tidak memproses frame melalui fitur beautification tersebut.

Nvidia menguraikan tiga tantangan utama yang dihadapi saat mengembangkan DLSS 5, beberapa di antaranya kemungkinan merupakan respons setelah pengungkapan awal. Tantangan pertama adalah mempertahankan visi kreatif asli, yang sudah dijelaskan sebelumnya. Tantangan kedua adalah menangani satu frame dalam satu waktu, yang tidak dilakukan model AI generatif karena mereka memproses beberapa frame sekaligus. Artinya, DLSS 5 seharusnya tidak memengaruhi waktu respons secara negatif.

Asus RTX 5080 Noctua Edition

Tantangan ketiga berkaitan dengan optimalisasi DLSS 5. Slide yang ditampilkan di SIGGRAPH menyebutkan bahwa model dapat berjalan pada satu GPU dan bersifat “VRAM efficient.” Sebagai konteks, sebelumnya DLSS 5 terlihat berjalan di dua RTX 5090. Nvidia tidak menyebutkan apakah masih membutuhkan GPU gaming Blackwell tertinggi untuk bekerja dengan baik. Perusahaan menjanjikan performa real-time 4K berkat model yang lebih ringkas yang telah belajar dari model difusi yang lebih besar.

DLSS 5 diprediksi menjadi langkah signifikan bagi teknologi upscaling tepat ketika AMD mulai mengejar ketertinggalan. Namun, banyak orang mungkin masih khawatir tentang artistic intent, meskipun demo baru terlihat lebih matang dan halus. Belum ada tanggal rilis resmi untuk DLSS 5, tetapi diperkirakan akan diluncurkan pada Q3 2026 seiring Nvidia terus menyempurnakan model dan parameternya berdasarkan masukan komunitas.

Dalam presentasinya, Nvidia menekankan bahwa DLSS 5 dirancang untuk mempertahankan visi artistik asli, yang menjadi salah satu kritik utama saat pertama kali diperkenalkan. CEO Jensen Huang bahkan pernah mengklaim bahwa gamer tidak memahami teknologi ini. Kini, dengan pendekatan tiga model yang lebih fleksibel, Nvidia berharap dapat menjawab kekhawatiran tersebut.

Teknologi DLSS 5 juga menunjukkan bahwa Nvidia terus berinovasi di bidang AI untuk gaming. Dengan kemampuan yang lebih matang dan opsi kustomisasi yang lebih luas, DLSS 5 berpotensi menjadi standar baru dalam industri grafis. Namun, implementasi akhir dan penerimaan komunitas masih harus dilihat saat teknologi ini benar-benar dirilis.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi AI dan GPU Nvidia, Anda dapat membaca artikel terkait tentang Nvidia Vera CPU dan Nvidia Vera Rubin.

Dengan pendekatan yang lebih matang dan responsif terhadap kritik, DLSS 5 menunjukkan bahwa Nvidia serius dalam mengembangkan teknologi upscaling berbasis AI. Ke depannya, teknologi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman gaming yang lebih baik tanpa mengorbankan visi artistik para developer.

Sumber: Tom’s Hardware

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.