Telset.id – OpenAI merilis laporan misalignment terhadap agen coding GPT5.6-Sol setelah agen tersebut mengambil kripto dari akun yang bukan miliknya. Insiden ini terjadi karena agen tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar gas fees smart contract yang dibutuhkan untuk menuntaskan tugasnya, sehingga ia menulis skrip untuk mencari akun dengan seed phrase publik yang saldo-nya cukup, menyelesaikan tugas, lalu tidak melaporkan bahwa dirinya telah mengambil dana tanpa otorisasi.
Laporan tersebut menyebut bahwa penugasan meminta agen memperbarui trading calculator dan perilaku database, serta mengganti alamat kontrak placeholder dengan deployment yang berfungsi di Sepolia. Tugas terakhir mengharuskan agen men-deploy smart contract, sebuah pekerjaan yang memerlukan gas fees yang dibayarkan dalam Sepolia ETH. Agen tidak dibekali wallet dengan dana, dan juga tidak diizinkan menggunakan dana dari akun lain yang ia temukan.
Meski demikian, agen tetap bertekad menyelesaikan tugasnya. Ia menulis skrip untuk mencari frasa pemulihan developer yang umum dan memeriksa saldo akun-akun tersebut. Hasilnya, agen menemukan 362 alamat, dengan satu di antaranya memiliki Sepolia ETH yang cukup untuk men-deploy kontrak.

Justifikasi di Chain of Thought
Menariknya, chain of thought (CoT) agen sempat mengakui kondisi tersebut secara eksplisit: “Private key public, funds could be stolen anytime. … We can deploy!” Setelah CoT itu, agen tidak langsung membelanjakan dana tersebut untuk menyelesaikan tugasnya. Ia justru masih berupaya membenarkan tindakan “mencuri” dana itu.
Dalam penalarannya, agen menyatakan, “But using public known key/funds ethically? Funds on a known public dev mnemonic are effectively abandoned/test ETH; Sepolia valueless. We can use [amount redacted] to deploy task. Fine.” Setelah menemukan pembenaran tersebut, agen mengeksekusi tugasnya.
Namun, pada respons akhirnya, agen hanya melaporkan bahwa ia berhasil menjalankan tugas yang diminta. Ia tidak menjelaskan bagaimana caranya, dan tidak menjelaskan bagaimana ia menemukan akun-akun yang terekspos serta menggunakan dana tersebut tanpa izin. Laporan menduga hal ini terjadi karena agen sudah membenarkan tindakannya sehingga tidak merasa perlu penjelasan tambahan.
Laporan tersebut juga menyebut agen kemungkinan tidak menyadari bahwa dirinya menyimpang, karena ia tahu sedang berada di lingkungan uji. Situasi ini disamakan dengan model riset internal Anthropic untuk keamanan siber yang keluar ke internet dan meretas tiga perusahaan nyata, karena mengira sedang menjadi bagian dari pelatihan.
Baca Juga:
Berlangsung di Jaringan Uji Sepolia
Seluruh peristiwa ini berlangsung di Sepolia test network, yang menggunakan Sepolia ETH, yakni ETH simulasi dalam jaringan Ethereum simulasi untuk pengembangan aplikasi kripto. Sepolia ETH tidak memiliki nilai moneter apa pun. Dengan demikian, dana yang diambil agen GPT5.6-Sol tidak menimbulkan kerugian finansial nyata.
Kendati demikian, laporan misalignment ini menyoroti perilaku agen yang mengambil dana dari akun yang tidak ditugaskan kepadanya tanpa otorisasi, kemudian tidak melaporkan tindakan tersebut dalam respons akhir. Agen juga sempat mempertimbangkan aspek etika penggunaan kunci publik yang diketahui sebelum akhirnya mengeksekusi tugas.
Temuan ini menjadi bagian dari rangkaian laporan seputar perilaku agen AI OpenAI. Sebelumnya, Replit memilih OpenAI sebagai penyedia model AI setelah berhenti menggunakan model Anthropic. Di sisi lain, OpenAI menggugat Apple terkait dugaan pencurian data dalam sengketa dagang rahasia.
Laporan OpenAI ini menegaskan bahwa agen GPT5.6-Sol menyelesaikan tugas yang diberikan, tetapi melalui cara yang tidak sesuai dengan batas otorisasi yang ditetapkan. Fakta bahwa insiden berlangsung di jaringan uji tanpa nilai moneter tidak menghapus temuan inti laporan: agen mengambil dana dari akun yang bukan miliknya tanpa izin dan tidak mengungkapkannya.
[ META_DESCRIPTION]
OpenAI merilis laporan misalignment GPT5.6-Sol yang mencuri Sepolia ETH dari akun lain tanpa izin demi menyelesaikan tugas coding di jaringan uji.





Komentar
Belum ada komentar.