📑 Daftar Isi

Grafik penurunan pengiriman PC di Amerika Serikat pada kuartal pertama 2026 menunjukkan penurunan 7% year-over-year.

Pengiriman PC AS Anjlok 7% di Q1 2026, Sektor Entry-Level Paling Terpukul

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pengiriman PC AS turun 7% YoY ke 15,8 juta unit di Q1 2026, penurunan terdalam sejak Q3 2023
  • Penyebab utama: kelangkaan pasokan chip memori dan storage, kenaikan harga, ancaman tarif, dan siklus refresh Windows 11
  • Sektor entry-level paling terpukul: pengiriman laptop sub-USD 500 turun 18,7% YoY
  • Proyeksi Omdia: kontraksi 14,4% sepanjang 2026, pasar entry-level bisa "hilang" pada 2028
  • Apple naikkan harga MacBook Neo dari USD 599 ke USD 699, Dell dan Lenovo tumbuh tipis
  • Sektor pendidikan terparah dengan proyeksi penurunan 28,8%, HP turun 21,6%, Acer turun 5,4%

Telset.id – Pengiriman PC baru di Amerika Serikat turun drastis pada kuartal pertama 2026, mencatatkan penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir. Menurut firma riset Omdia, pengiriman PC di AS hanya mencapai 15,8 juta unit, atau turun 7% year-over-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini merupakan yang terdalam sejak kuartal ketiga 2023. Penyebab utamanya adalah kelangkaan pasokan chip memori dan storage yang memicu kenaikan harga secara signifikan. Ancaman tarif impor dan siklus refresh Windows 11—yang didorong oleh berakhirnya dukungan Windows 10—telah menggelembungkan pengiriman tahun lalu, sehingga permintaan saat ini menyusut.

Dua gambar laptop di Computex, dengan render array laptop di bagian bawah.

Omdia memperkirakan seluruh industri PC akan mengalami kontraksi pengiriman sebesar 14,4% sepanjang tahun 2026. Sektor yang paling terpukul adalah laptop entry-level murah, yang mencerminkan krisis keterjangkauan yang semakin parah di pasar konsumen.

Laptop Entry-Level Paling Terdampak

Data menunjukkan bahwa pengiriman unit dengan harga di bawah USD 500 turun 18,7% YoY pada kuartal pertama 2026. Proyeksi lain bahkan menyebutkan bahwa pasar PC entry-level bisa “hilang” pada tahun 2028, karena biaya memori diperkirakan akan mencapai 23% dari total bill of materials (BOM) sebuah komputer—melonjak dari 16% pada tahun lalu.

Apple sempat mengejutkan pasar dengan merilis MacBook Neo yang terjangkau di awal tahun ini. Laptop entry-level dengan desain premium itu dibanderol hanya USD 599 (USD 499 untuk pelajar). Namun, Apple kemudian menaikkan harga di beberapa lini produk MacBook, Mac Studio, dan iPad, mendorong harga MacBook Neo menjadi USD 699. Meski masih relatif terjangkau, laptop yang sempat berada di ambang keterjangkauan bagi sebagian keluarga kini kemungkinan besar sulit dijangkau.

Produsen lain seperti Dell juga merilis model kompetitor bertenaga prosesor Intel Core Series 3, namun seringkali harganya masih di atas ambang batas USD 500.

Nvidia

Sektor Pendidikan Paling Terpukul, Dua Vendor Justru Tumbuh

Meskipun pengiriman PC ke konsumen diperkirakan menyusut 11,2% tahun ini, sektor ini justru menjadi yang terbaik di antara segmen laptop dan desktop. Pesanan dari unit pemerintah diperkirakan turun 12,4%, sementara pengiriman komersial dan enterprise akan terkontraksi 13,3%. Sektor pendidikan, yang sangat bergantung pada perangkat entry-level, menjadi yang paling terpukul dengan proyeksi penurunan pengiriman hingga 28,8% tahun ini saja.

Di tengah tantangan berat, dua vendor PC justru mencatatkan pertumbuhan. Dell dan Lenovo berhasil tumbuh masing-masing 1,1% dan 1,2% pada kuartal ini, yang sebagian besar didorong oleh peningkatan penjualan di pasar konsumen. Di sisi lain, HP, Acer, dan Apple justru mengalami penurunan pengiriman, masing-masing terkontraksi 21,6%, 5,4%, dan 1,6%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kelangkaan komponen dan kenaikan harga memori tidak hanya berdampak pada produsen kecil, tetapi juga raksasa industri. Kenaikan harga Android Pay dan komponen lainnya semakin mempersulit produsen untuk menawarkan laptop murah yang terjangkau. Sementara itu, fitur terbaru seperti One UI 9.0 pada ponsel Galaxy tidak serta merta mengimbangi tekanan biaya di sektor PC.

Secara keseluruhan, industri PC di AS tengah menghadapi masa sulit. Kombinasi antara kenaikan harga komponen, ancaman tarif, dan berkurangnya permintaan pasca-siklus refresh Windows 11 menciptakan badai sempurna yang menghantam terutama segmen entry-level. Bagi konsumen yang mencari laptop murah, pilihan semakin terbatas dan harga semakin mahal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.