Telset.id – Pengiriman PC desktop dan laptop di Amerika Serikat mengalami penurunan drastis sebesar 7% year-on-year (YoY) pada Q1 2026, dengan total hanya 15,8 juta unit. Penurunan ini merupakan yang terburuk sejak akhir 2023 dan menjadi indikasi jelas bahwa tekanan harga komponen serta kebijakan tarif Presiden Trump mulai berdampak signifikan pada daya beli konsumen.
Data riset terbaru dari Omdia mengungkapkan bahwa penurunan ini dipicu oleh kombinasi dua faktor utama. Pertama, lonjakan pembelian di Q1 2025 saat perusahaan dan individu berusaha mengantisipasi tarif Trump. Kedua, kelangkaan komponen yang terus berlanjut, terutama memori dan penyimpanan, yang telah mendorong harga ke level yang tidak masuk akal untuk hampir semua lini produk.
Dampak paling parah terlihat di segmen entry-level. Pengiriman PC dengan harga di bawah $500 (sekitar Rp 8 juta) anjlok 18,7% YoY pada kuartal pertama 2026. Angka ini menjadi pendorong utama penurunan 14,4% dalam pengiriman PC secara keseluruhan dibandingkan tahun 2025. Konsumen jelas memilih untuk tidak membeli daripada membeli sistem yang lebih mahal.
Meskipun Omdia mencatat kenaikan rata-rata harga jual PC hanya 4% pada Q1, angka itu tidak mencerminkan kenaikan harga komponen individual yang jauh lebih ekstrem. Harga memori telah meningkat hingga ratusan persen akibat alokasi produksi HBM (High Bandwidth Memory) yang mengorbankan produksi DRAM komoditas. Hampir semua produsen PC besar, termasuk Apple, telah menghadapi kenaikan harga produk mereka.
Konsekuensinya, harga rata-rata sebuah PC diprediksi akan menembus $1.000 (sekitar Rp 16 juta) untuk pertama kalinya tahun ini. Harga Terbaru diperkirakan akan naik 12% YoY pada Q2, dan bisa mencapai 15% pada Q4 2026. Ini bukan hanya soal konsumen; bisnis yang berlomba membeli “AI PC” untuk pemrosesan model bahasa lokal juga turut mendorong kenaikan harga, dengan pangsa AI PC mencapai 44% pada Q1 tahun ini.
Baca Juga:
Dell Rebut Mahkota dari HP
Di tengah tekanan industri, peta persaingan produsen PC ikut berubah. HP yang sebelumnya kokoh di puncak kehilangan hampir 4% pangsa pasar, memberi ruang bagi Dell untuk mengambil alih posisi teratas. Dengan 25% pangsa pasar PC secara keseluruhan, Dell menjadi satu-satunya perusahaan yang mencatat pertumbuhan positif signifikan pada periode ini, mengirimkan lebih banyak sistem dibandingkan gabungan Apple dan Acer pada Q1 2026.
Lenovo juga berhasil mengirimkan sedikit lebih banyak sistem dibandingkan tahun lalu, mengamankan posisi ketiga yang kokoh dan kini mengincar posisi HP. Di luar Dell dan Lenovo, semua produsen lain terkena dampak negatif. HP turun, Acer turun, dan bahkan Apple turun 1,6% YoY. Kategori “others” yang mencakup berbagai produsen kecil dan menengah juga menurun drastis, lebih dari 13% YoY.
Prospek Pemulihan di 2027
Kabar baiknya, penurunan ini diproyeksikan tidak berlangsung selamanya. Data Omdia memperkirakan penjualan PC akan mulai pulih pada 2027. Sektor pendidikan, yang diperkirakan akan mengalami penurunan pengiriman PC hingga hampir 29% pada 2026, diprediksi akan bangkit kembali tahun depan. Omdia memperkirakan peningkatan besar 21,3% dalam pengiriman PC tahunan pada 2027.
Peningkatan ini diperkirakan terjadi menjelang akhir tahun, ketika harga dan ketersediaan komponen mungkin sudah membaik. Kehadiran generasi baru CPU dari AMD, Intel, Nvidia, dan Qualcomm juga diharapkan dapat membuat perangkat yang ada saat ini menjadi lebih terjangkau. Keyakinan konsumen diprediksi kembali dengan pertumbuhan 7,5% sepanjang tahun 2027.
Namun, Omdia percaya butuh waktu hingga 2029 sebelum pengiriman PC AS mencapai level tahun 2025. Hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak pembangunan infrastruktur AI terhadap salah satu industri paling andal di Amerika selama beberapa dekade terakhir. Pasar Smartphone global juga menunjukkan tren serupa dengan pertumbuhan yang hampir stagnan.






Komentar
Belum ada komentar.