Telset.id – Nvidia mendemonstrasikan kemampuan robot agen otonom yang dapat belajar sendiri untuk melakukan tugas presisi tinggi di dunia nyata. Dalam demo teknologi ENPIRE, robot-robot tersebut mampu memasang kartu grafis ke motherboard, memilah pin logam, hingga memotong kabel ties secara mandiri.
Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti Nvidia yang dipimpin oleh Jim Fan, Director of AI & Distinguished Scientist. Fan menyatakan bahwa demo ini membuktikan para peneliti dapat “mengaktifkan AutoResearch di dunia fisik untuk pertama kalinya.”
Proyek ENPIRE melibatkan delapan Codex agent yang diberikan kendali atas armada robot, alokasi GPU, dan token budget yang besar. Para agen ini kemudian diberi tugas untuk diselesaikan secepat mungkin tanpa membuat kesalahan.
“Armada robot mulai hidup: mereka belajar mencari petunjuk visual, mengatur ulang skenario, mempraktikkan keterampilan baru, mengutak-atik control stack, membaca makalah online, berdebat, merefleksikan, menemui jalan buntu, dan mencoba lagi langsung di perangkat keras,” jelas Jim Fan yang berbasis di Stanford.
“Yang kami lakukan hanyalah memberi Codex API ke dunia atom, dan sisanya adalah kemunculan,” tambahnya.
Apa Itu ENPIRE?
ENPIRE merupakan kerangka kerja untuk coding agent yang mengimplementasikan rutinitas umpan balik fisik dengan empat modul inti. Pertama, Environment module (EN) untuk pengaturan ulang dan verifikasi otomatis. Kedua, Policy Improvement module (PI) yang meluncurkan penyempurnaan kebijakan.
Ketiga, Rollout module (R) untuk mengevaluasi kebijakan dengan robot fisik tunggal atau ganda yang beroperasi secara paralel. Keempat, Evolution module (E) di mana coding agent menganalisis log, berkonsultasi dengan literatur, serta meningkatkan infrastruktur pelatihan dan kode algoritma untuk mengatasi mode kegagalan.




Salah satu aspek paling menarik dari demo ini adalah saat robot “memasang GPU sepenuhnya sendiri.” Dalam rekaman singkat, satu lengan robot memilih dan mengoper kartu grafis ke lengan lain yang berada di depan motherboard. Lengan kedua kemudian memposisikan slot PCIe kartu secara hati-hati agar sejajar dengan slot motherboard, turun perlahan, dan mendorongnya ke tempatnya. Kartu tersebut sedikit bergoyang saat dimasukkan, namun diperkirakan tetap berfungsi dengan baik.
Proyek AutoResearch lainnya yang diberikan kepada robot termasuk mengatur pin-pin halus, serta mengikat dan memotong kabel ties.
Dalam makalah penelitian ENPIRE: Agentic Robot Policy Self-Improvement in the Real World, tersedia informasi lebih detail tentang teknik di balik demo ini. Makalah tersebut juga menampilkan hasil perbandingan saat menggunakan coding agent yang berbeda, termasuk Codex dengan GPT-5.5, Claude Code dengan Opus 4.7, dan Kimi Code dengan Kimi K2.6.
Para peneliti juga menguji peningkatan skala armada robot. Mereka menyimpulkan bahwa “delapan robot yang menjelajah secara paralel menyelesaikan tugas secara signifikan lebih cepat daripada jumlah yang lebih sedikit.”
Jim Fan bercanda bahwa tujuannya adalah melatih robot-robot tersebut, lalu semua orang pergi berlibur, “dan Jensen bahkan tidak akan menyadarinya ;)”
Demo ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan robotika otonom. Kemampuan robot untuk belajar sendiri tanpa campur tangan manusia membuka peluang baru dalam otomatisasi industri dan manufaktur. Robot Humanoid Diprediksi akan semakin canggih dengan teknologi seperti ENPIRE.
Baca Juga:
Ke depannya, teknologi seperti ENPIRE dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai dari perakitan elektronik hingga logistik. Kemampuan robot untuk melakukan tugas kompleks secara mandiri akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia untuk tugas-tugas berulang. Nvidia RTX Remix 1.5 juga menunjukkan komitmen Nvidia dalam inovasi teknologi.
Dengan terus berkembangnya teknologi AI dan robotika, bukan tidak mungkin di masa depan kita akan melihat robot-robot yang mampu melakukan tugas-tugas yang lebih kompleks lagi. Robot Nvidia Pasang GPU hanyalah awal dari era baru otomatisasi cerdas.
Teknologi ENPIRE menunjukkan bahwa masa depan robotika tidak lagi sekadar mengikuti program yang telah ditentukan, melainkan mampu belajar dan beradaptasi secara mandiri. Ini adalah lompatan besar menuju kecerdasan buatan yang benar-benar otonom.





Komentar
Belum ada komentar.