📑 Daftar Isi

Satelit Rassvet Rusia mengorbit Bumi dalam upaya membangun jaringan komunikasi pesaing Starlink

Rusia Luncurkan 32 Satelit Rassvet, Jaringan Starlink Tandingan Masih Jauh

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Rusia telah meluncurkan 32 satelit komunikasi Rassvet untuk membangun jaringan domestik pesaing Starlink
  • Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina menyatakan konstelasi belum mampu memberikan komunikasi andal
  • Rusia mengalokasikan 102,8 miliar rubel untuk proyek Rassvet
  • Target peluncuran: 156 satelit pada 2026, 292 pada 2027, 318 pada 2028, dan 900 pada 2035
  • Satu satelit Rassvet-3 hilang, dua lainnya berpotensi masuk atmosfer
  • Operasi komersial diharapkan dimulai pada 2027

Telset.id – Rusia telah meluncurkan 32 satelit komunikasi Rassvet sebagai bagian dari upaya Moskow membangun jaringan domestik yang mampu bersaing dengan Starlink. Namun, jumlah armada saat ini dinilai masih terlalu kecil untuk menyediakan layanan berkelanjutan, sementara laporan masalah orbital menimbulkan keraguan lebih lanjut terhadap kemajuan proyek tersebut.

Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina, Oleh Ivashchenko, menyatakan bahwa konstelasi yang ada belum dapat memberikan komunikasi yang andal di wilayah-wilayah yang ingin dilayani Rusia. “Kami tahu bahwa saat ini Rusia berusaha menempatkan satelit ke orbit. Tetapi sejauh ini jumlahnya belum cukup, dan efektivitasnya rendah,” ujar Ivashchenko, seperti dikutip dari United24media.

Ivashchenko tidak mengungkapkan jalur orbital pesawat ruang angkasa tersebut, frekuensi operasi, maupun wilayah Ukraina tempat sistem itu saat ini menyediakan cakupan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Rassvet masih jauh lebih kecil dibandingkan Starlink, yang memiliki lebih dari 12.000 satelit di orbit dan terus menambah sekitar 200 pesawat ruang angkasa setiap bulan.

A satellite in orbit around the earth

Konstelasi yang jauh lebih kecil berarti Rassvet belum dapat memberikan tingkat cakupan berkelanjutan yang sama seperti Starlink. Moskow telah mengalokasikan 102,8 miliar rubel, atau sekitar 1,3 miliar dolar AS, untuk Rassvet sebagai bagian dari upaya membangun konektivitas broadband domestik.

Rusia berencana meluncurkan 156 satelit pada 2026, diikuti 292 pesawat ruang angkasa lainnya pada 2027, ketika otoritas setempat mengharapkan operasi komersial dimulai. Program ini pada akhirnya menargetkan 318 satelit pada 2028, sementara rencana selanjutnya memperkirakan perluasan jaringan dari 250 pesawat ruang angkasa menuju 900 pada 2035.

Angka-angka tersebut menunjukkan besarnya pekerjaan yang masih tersisa, karena armada yang ada saat ini hanya mewakili sebagian kecil dari infrastruktur komunikasi yang direncanakan Rusia. Tekanan geopolitik di sektor teknologi juga tercermin dari langkah serupa di kawasan lain, sebagaimana dibahas dalam artikel Intelijen Ukraina mengenai ketergantungan komponen asing dalam sistem persenjataan Rusia.

Masalah Teknis Berpotensi Menghambat Ekspansi

Laporan menunjukkan bahwa sejumlah pesawat ruang angkasa Rassvet mengalami kesulitan mencapai ketinggian, dengan beberapa satelit dilaporkan melayang turun setelah mencapai orbit. Defense Express melaporkan pada 25 Agustus 2026 bahwa satu satelit komunikasi Rassvet-3 hilang, sementara dua lainnya menghadapi kemungkinan masuk kembali ke atmosfer.

Insiden semacam itu dapat mempersulit jadwal Rusia karena setiap pesawat ruang angkasa yang gagal mengurangi konstelasi yang sudah terbatas dan menciptakan tekanan tambahan pada peluncuran berikutnya. Membangun jaringan yang direncanakan akan membutuhkan setidaknya 18 misi Soyuz-2.1b, meskipun Rusia saat ini hanya melakukan enam hingga delapan peluncuran per tahun.

Kebutuhan peluncuran tersebut menciptakan hambatan lain, terutama jika pesawat ruang angkasa pengganti diperlukan setelah kegagalan teknis lebih lanjut selama operasi orbital. Situasi ini mengingatkan pada kompleksitas pengembangan teknologi pertahanan yang juga dibahas dalam artikel Kontrak Laser Anti-Drone, di mana keberhasilan sistem bergantung pada kematangan teknologi dan eksekusi yang konsisten.

Rassvet pada akhirnya dapat menyediakan tautan komunikasi untuk pesawat tanpa awak dan unit militer yang beroperasi di luar batas praktis sistem radio konvensional. Kemungkinan ini mendapat perhatian lebih besar setelah Ukraina dan SpaceX membatasi terminal Starlink tidak resmi yang dilaporkan digunakan oleh pasukan Rusia selama Februari 2026.

“Kami sedang mengerjakan ini. ‘Rassvet svg’ Rusia harus berubah menjadi ‘zakat svg’,” kata Oleh Ivashchenko, kepala Intelijen Pertahanan Ukraina. Pernyataan tersebut mencerminkan tekanan yang dihadapi Rusia dalam mengembangkan kemampuan komunikasi satelitnya di tengah pembatasan akses terhadap jaringan global.

Starlink

Perkembangan Rassvet juga terjadi di tengah meningkatnya penggunaan teknologi untuk menghindari pembatasan akses internet, sebagaimana diulas dalam artikel VPN Kebutuhan Pokok yang membahas bagaimana warga Rusia mengandalkan layanan tersebut untuk mengakses informasi.

Rusia terus mengembangkan Rassvet meskipun menghadapi berbagai kemunduran ini, tetapi konstelasi saat ini masih belum mampu memberikan konektivitas berkelanjutan yang diharapkan dari jaringan yang beroperasi penuh. Kesenjangan antara target ambisius dan realisasi teknis menjadi sorotan utama dalam evaluasi proyek ini.

Dengan target 318 satelit pada 2028 dan perluasan menuju 900 satelit pada 2035, Rusia menghadapi tantangan besar dalam hal kapasitas peluncuran, keandalan teknologi, dan pendanaan. Keberhasilan operasi komersial pada 2027 akan sangat bergantung pada kemampuan mengatasi masalah orbital yang telah dilaporkan dan mempercepat laju produksi serta peluncuran satelit.

Sementara itu, perbandingan dengan Starlink yang terus memperluas konstelasinya menunjukkan jarak yang masih lebar antara keduanya. Starlink menambah sekitar 200 satelit setiap bulan, sementara Rusia baru meluncurkan 32 satelit Rassvet secara total. Kesenjangan ini menjadi indikator jelas mengenai skala tantangan yang dihadapi Moskow dalam mewujudkan jaringan komunikasi satelit yang kompetitif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.