Fasilitas produksi SK hynix yang menjadi pusat manufaktur memori NAND dan DRAM

SK hynix Tawar Pabrik NAND AS demi Ekspor Peralatan ke China

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • SK hynix meminta AS mengizinkan ekspor peralatan tambahan ke fasilitas Dalian, China
  • Imbalannya, SK hynix berkomitmen membangun pabrik 3D NAND baru di Amerika Serikat
  • Fasilitas Dalian satu-satunya pabrik produsen 192-layer floating gate 3D NAND Solidigm
  • AS baru memberi otorisasi peralatan untuk 2026, belum untuk 2027
  • Solidigm pertimbangkan IPO paling cepat 2027 untuk tambahan modal

Telset.id – SK hynix dikabarkan meminta pemerintah Amerika Serikat mengizinkan pengiriman tambahan peralatan pembuatan semikonduktor ke fasilitas Dalian di China, dengan imbalan komitmen membangun pabrik NAND flash baru di Amerika Serikat. Langkah ini menjadi perkembangan penting bagi industri memori global, karena tidak ada perusahaan yang memproduksi NAND flash di Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Negosiasi ini menempatkan SK hynix sebagai pihak yang terdampak langsung dari kebijakan ekspor peralatan semikonduktor AS ke China.

Informasi tersebut dilaporkan Reuters, yang menyebut permintaan SK hynix muncul setelah Solidigm, anak perusahaannya, dilaporkan mempertimbangkan pembangunan pabrik 3D NAND di Amerika Serikat pada bulan lalu. Rencana investasi itu kini tampak sebagai langkah terukur SK hynix untuk memenuhi kebutuhan operasional fasilitas Dalian sekaligus membuka jalur produksi baru di Amerika Serikat.

Fasilitas Dalian menjadi krusial karena merupakan satu-satunya pabrik di dunia yang memproduksi 192-layer floating gate 3D NAND untuk SSD kelas data center milik Solidigm. Produk tersebut ditujukan untuk kebutuhan AI, enterprise, dan hyperscale data center. Operasional manufaktur di Dalian bergantung pada peralatan dari pemasok utama Amerika Serikat, termasuk Applied Materials, KLA, dan Lam Research, yang pengirimannya ke China memerlukan lisensi dari pemerintah AS.

SK hynix Cheongju

Otoritas Amerika Serikat cenderung mengizinkan pengiriman sejumlah peralatan ke fasilitas semikonduktor di China yang dioperasikan perusahaan multinasional seperti Samsung atau SK hynix. Namun, izin itu diberikan hanya untuk menjaga pabrik tetap beroperasi. Pemerintah AS menentang perluasan kapasitas pabrik di China maupun pengenalan teknologi manufaktur baru ke fasilitas tersebut.

Solidigm telah mengajukan lisensi ekspor AS untuk peralatan tambahan, tetapi pemerintah AS belum mengotorisasi pengiriman tersebut. Pada Desember lalu, Departemen Perdagangan AS memberikan SK hynix otorisasi terbatas untuk pengiriman peralatan ke Dalian sepanjang 2026. Namun, menurut Reuters, belum ada otorisasi ekspor peralatan serupa untuk tahun 2027.

Dalam upaya meyakinkan pemerintah AS agar mengizinkan pengiriman peralatan yang dibutuhkan ke fasilitas Dalian, SK hynix mengusulkan pembangunan fasilitas 3D NAND di Amerika Serikat. Langkah ini disebut akan mengisi celah penting dalam upaya pemerintahan Trump membawa kembali manufaktur semikonduktor ke Amerika Serikat.

Solidigm ingin memasang peralatan manufaktur tambahan di bagian fasilitas Dalian Mod B yang belum digunakan. Gedung tersebut selesai dibangun pada 2023, tetapi tidak pernah dilengkapi sepenuhnya karena penurunan pasar memori saat itu. Sebagian peralatan produksi sudah terpasang, namun masih tersisa ruang substansial yang tersedia untuk peralatan tambahan. Karena gedung itu rampung pada 2023, pemasangan peralatan di fasilitas tersebut tidak dianggap sebagai perluasan kapasitas.

Kondisi ini membuat Solidigm menghadapi konsekuensi bisnis yang jelas. Perusahaan menjual setiap SSD yang diproduksinya, sehingga kapasitas yang tidak terpakai berarti kehilangan pendapatan. Produksi NAND tambahan di China berpotensi menghasilkan keuntungan yang dapat digunakan Solidigm untuk membiayai pabrik yang diusulkan di Amerika Serikat dan menopang operasionalnya hingga kapasitas manufaktur domestik tersedia. Perusahaan juga mempertimbangkan penawaran umum perdana (IPO) paling cepat pada 2027 untuk mengumpulkan tambahan modal.

an SK hynix factory

Solidigm sebelumnya telah mengonfirmasi komitmennya untuk mengembangkan lebih lanjut teknologi floating-gate 3D NAND. Dalam wawancara dengan Tom’s Hardware di Computex 2026, Avi Shetty, yang memimpin bisnis solusi AI dan ekosistem Solidigm, mengatakan bahwa perusahaan berniat mengembangkan floating-gate NAND generasi ke-5 dan ke-6 di luar teknologi 192-layer yang ada saat ini. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan utilisasi pabrik dan profitabilitas. Namun, Avi Shetty tidak mengungkapkan rencana perluasan output manufaktur di fasilitas Dalian, apalagi pabrik baru di Amerika Serikat.

Meski demikian, laporan baru tentang niat SK hynix menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berniat terus mengembangkan generasi baru floating-gate NAND milik Solidigm, tetapi juga memperluas produksinya di China dan Amerika Serikat. Sebelumnya, SK hynix juga dikabarkan tengah membahas produksi chip memori bersama Intel. Langkah ekspansi SK hynix ini berlangsung di tengah tekanan pasokan memori global yang membuat krisis RAM 2027 diprediksi semakin parah.

Di sisi lain, SK hynix terus mengembangkan teknologi pendukung produk memorinya. Perusahaan dikabarkan merancang H-TPU untuk SSD yang bertujuan mengurangi beban core CPU pada pengendali drive. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi SK hynix memperkuat posisinya di pasar memori dan penyimpanan global.

Rencana pembangunan pabrik NAND di Amerika Serikat sekaligus perluasan produksi di China mencerminkan posisi SK hynix yang berupaya menyeimbangkan kepentingan operasional di kedua negara. Keputusan pemerintah AS atas permintaan lisensi ekspor peralatan ke Dalian akan menentukan seberapa cepat Solidigm dapat memanfaatkan kapasitas yang belum terpakai di fasilitas Mod B, sekaligus menjadi penentu arah ekspansi manufaktur NAND perusahaan di Amerika Serikat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.