📑 Daftar Isi

Sony membantah laporan penghentian produksi disk dengan klarifikasi penurunan output 10 persen di pabrik Thalgau

Sony Bantah Setop Produksi Disk, Pabrik Thalgau Tetap Beroperasi

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Sony membantah laporan produksi disk runtuh 90 persen, klarifikasi hanya turun 10 persen
  • Pabrik Thalgau tetap beroperasi hampir penuh meski produksi game fisik baru berakhir Januari 2028
  • Publisher masih bisa memesan ulang game disk lama setelah 2028
  • Ketidakpastian hak kepemilikan game digital masih jadi sorotan hukum
  • Sony DADC belum konfirmasi nasib 300 karyawan pabrik

Telset.id – Sony membantah laporan yang menyebutkan bahwa produksi disk akan runtuh hingga 90 persen. Perusahaan menegaskan bahwa pabrik pencetak disk terakhirnya hanya akan mengurangi output sebesar 10 persen, bukan turun menjadi 10 persen seperti yang ramai diberitakan. Klarifikasi ini disampaikan Sony DADC setelah pernyataan sebelumnya menimbulkan kebingungan besar di kalangan pengamat industri.

Koreksi tersebut muncul sekitar dua bulan setelah laporan awal mengklaim bahwa pabrik tersebut telah dialihfungsikan sepenuhnya dari produksi disk. Juru bicara Sony DADC menyatakan, “To clarify and avoid any misleading information: in that statement Dietmar anticipated an overall product volume decline by 10 percent, not a decline down to 10 percent.” Dengan demikian, pabrik di Thalgau dipastikan masih akan beroperasi pada kapasitas hampir penuh, bahkan setelah batas waktu 2028 untuk perilisan game fisik.

Meski demikian, Sony tetap konsisten dengan rencananya untuk menghentikan produksi game fisik baru secara total pada Januari 2028. Keputusan ini telah menuai berbagai reaksi dari pengguna PlayStation di seluruh dunia, termasuk kekhawatiran mengenai masa depan kepemilikan game fisik. Sejumlah analis menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi perusahaan yang menganggap distribusi digital sebagai sumber pendapatan yang lebih menguntungkan.

Dampak bagi Publisher dan Pemain

Sony mengonfirmasi bahwa publisher masih dapat memesan ulang game berbasis disk yang sudah ada, bahkan setelah produksi fisik baru resmi dihentikan pada Januari 2028. Game PlayStation dalam bentuk disk yang sudah ada di rak toko juga akan tetap tersedia untuk dibeli dalam waktu yang dapat diperkirakan. Pengaturan ini menunjukkan bahwa transisi dari media fisik akan terjadi secara bertahap, bukan melalui pemutusan mendadak bagi para publisher.

Namun, tren industri secara lebih luas terus mengarah pada distribusi digital yang secara bertahap menggantikan disk fisik di sebagian besar platform utama. Beberapa publisher besar juga terlihat absen dari inisiatif konversi disk ke digital yang dijalankan Microsoft secara terpisah, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat kerja sama antar pelaku industri.

Baca Juga:

Di sisi lain, Sony DADC tidak memberikan tanggapan atas permintaan verifikasi fakta terpisah mengenai apakah seluruh 300 karyawan pabrik akan menjalani pelatihan ulang untuk peran alternatif. Laporan dari awal tahun ini menyebutkan bahwa para karyawan sedang dialihkan dari produksi disk menuju produksi microlens di fasilitas yang sama. Hal ini menimbulkan tanda tanya mengenai nasib tenaga kerja di pabrik Thalgau ke depannya.

Ketidakpastian Hak Kepemilikan Game

Pernyataan Sony yang disusun dengan hati-hati memang mengoreksi satu kesalahpahaman, namun tidak banyak menyelesaikan keraguan yang lebih mendalam mengenai hak kepemilikan di kalangan konsumen saat ini. Sony baru-baru ini berargumen di pengadilan bahwa konsumen tidak dapat secara wajar meyakini bahwa mereka benar-benar memiliki game yang dibeli, karena salinan game dapat eksis secara bersamaan. Posisi hukum ini, jika dikombinasikan dengan klarifikasi produksi terbaru, masih menyisakan ketidakpastian nyata seputar ketersediaan disk jangka panjang bagi para pemain di seluruh dunia.

Apakah pabrik Thalgau akan terus memproduksi disk jauh melampaui tahun 2028 juga masih belum jelas, mengingat betapa cepatnya asumsi-asumsi sebelumnya terbukti salah. Konsumen yang berharap mendapatkan kejelasan penuh mengenai strategi disk jangka panjang Sony kemungkinan harus menunggu, karena detail-detail kunci masih belum dikonfirmasi. Untuk saat ini, format disk tampak menyusut secara bertahap, bukan menghilang secara tiba-tiba seperti yang awalnya dikhawatirkan banyak pengamat.

Klarifikasi ini menjadi penting bagi para pemain yang masih mengandalkan disk fisik sebagai media utama. Meskipun Sony memastikan pabrik Thalgau tidak akan berhenti beroperasi dalam waktu dekat, ketidakpastian mengenai hak kepemilikan game digital dan masa depan distribusi fisik masih menjadi perhatian utama. Sejumlah pengguna bahkan menyuarakan protes terhadap kebijakan Sony, yang berujung pada penerapan kebijakan anti pelecehan bagi pelanggan yang menyampaikan keluhan.

Sementara itu, isu kepemilikan game digital juga tengah menjadi sorotan hukum. Gugatan terhadap Sony mengenai klaim pembelian game digital PlayStation terus bergulir, dengan pertanyaan mendasar apakah konsumen benar-benar “memiliki” game yang mereka beli. Kasus ini menjadi salah satu gugatan game digital yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir.

Bagi pengguna yang masih setia dengan format fisik, keputusan Sony untuk tetap mengizinkan pemesanan ulang game disk lama menjadi angin segar. Namun, transisi menuju digital tampaknya tidak dapat dihindari, seiring dengan tren industri yang semakin mengarah ke distribusi tanpa media fisik. Sony sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah akan ada perubahan strategi lebih lanjut setelah klarifikasi ini.

Dengan semua dinamika ini, para pemain disarankan untuk terus memantau perkembangan resmi dari Sony, terutama menjelang tahun 2028 ketika produksi game fisik baru akan dihentikan. Klarifikasi terbaru setidaknya memberikan sedikit kejelasan bahwa pabrik Thalgau tidak akan tutup dalam waktu dekat, meskipun masa depan jangka panjang format disk masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab.

[IMAGE: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/2yk6TrsX2CQKNEix3cZHBg.jpg (Alt: “PS5 game disc of Undisputed boxing game in case”)]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.