📑 Daftar Isi

Sony Blu-ray player UBP-X700/K yang dihentikan produksinya di Jepang

Sony Jepang Setop Produksi Blu-ray Player, Era Cakram Fisik Berakhir

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Sony Japan menandai Blu-ray player UBP-X700/K sebagai "Discontinued"
  • Sony berhenti mengirim player sejak Februari, penjualan hanya dari stok
  • PS5 jadi satu-satunya perangkat Sony yang bisa memutar Blu-ray
  • Sony hentikan produksi cakram game fisik pada Januari 2028
  • LG, Elecom, dan Buffalo lebih dulu menghentikan produksi terkait
  • Penjualan CD dan vinyl naik 59% dan 18%

Telset.id – Sony Japan resmi menandai Blu-ray player terakhirnya, UBP-X700/K, sebagai “Discontinued”. Langkah ini menutup babak 20 tahun kehadiran Blu-ray di pasar dan menegaskan pergeseran industri hiburan dari media fisik ke layanan streaming. Keputusan tersebut membuat konsumen di Jepang tidak lagi bisa membeli Blu-ray player standalone baru dari Sony.

Informasi ini dilaporkan FlatpanelsHD dan dikutip Tom’s Hardware. Penandaan status “Discontinued” bukan kejutan sepenuhnya, karena Sony sudah berhenti mengirimkan player tersebut pada Februari tahun ini. Artinya, penjualan Blu-ray player Sony selama beberapa waktu terakhir hanya mengandalkan stok yang tersisa di inventaris.

Dengan langkah ini, PlayStation 5 menjadi satu-satunya perangkat Sony yang masih bisa memutar cakram Blu-ray. Namun, Sony juga telah mengumumkan akan mengakhiri produksi cakram game fisik pada Januari 2028. Karena itu, sebagian pihak khawatir PlayStation 6 nantinya tidak lagi dilengkapi optical drive.

Sony Blu-ray players

Peta Persaingan Player Blu-ray yang Menyusut

Langkah Sony mengikuti jejak LG yang lebih dulu mengakhiri produksi Blu-ray player pada 2024. Produsen elektronik Jepang lainnya, Elecom dan Buffalo, juga menghentikan produksi Blu-ray drive untuk PC pada tahun ini. Meski begitu, Buffalo Americas menyatakan pihaknya “fully committed to supplying optical drives to the American market, and our DVD/Blu-ray drive products are anticipated to remain available for the near future.”

Konsumen sebenarnya masih bisa membeli Blu-ray player dari produsen lain seperti Panasonic. Namun, Sony adalah salah satu perusahaan besar yang membangun dan mendukung standar Blu-ray. Keputusan Sony menghentikan produksi dan penjualan Blu-ray player membuat ceruk pasar ini semakin kecil.

Pasar audiophile menghadapi dilema serupa. Sebagian produsen Hi-Fi player menghentikan produksi produk tertentu karena pembuat optical drive berhenti memproduksi komponen yang dibutuhkan untuk membaca SACD. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap media fisik tidak hanya datang dari sisi video, tetapi juga audio.

Di sisi lain, penjualan “retro media” justru naik. Data yang dikutip menyebut penjualan CD dan vinyl masing-masing meningkat 59% dan 18%. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian konsumen masih ingin memiliki media fisik, meski tren industri bergerak ke arah sebaliknya.

GTA V physical disc in PlayStation 5 console

Streaming Menggantikan Blu-ray, Bukan Format Baru

Ultra HD Blu-ray menghadapi gejolak yang dulu dialami VHS dan DVD saat format baru diperkenalkan. Bedanya, teknologi lama itu digantikan oleh format dengan kualitas lebih tinggi. Blu-ray kini digantikan bukan oleh resolusi yang lebih besar, melainkan oleh kenyamanan streaming.

Perubahan ini membawa konsekuensi tersendiri: konsumen tidak lagi memiliki media fisik. Tren tersebut menjadi perhatian para arsiparis data. Kekhawatiran serupa juga muncul di kalangan pengguna yang menilai bahwa beralih ke streaming berarti tidak lagi benar-benar memiliki konten yang mereka tonton.

Dalam konteks ekosistem Sony, keputusan menghentikan Blu-ray player sejalan dengan arah perusahaan yang tengah mengumumkan penghentian produksi cakram game fisik pada Januari 2028. Langkah pada lini PlayStation ini menjadi indikator bagaimana Sony memandang masa depan distribusi konten. Bagi pengguna yang masih bergantung pada cakram, ketersediaan perangkat dan dukungan jangka panjang menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

Sejumlah pengguna PlayStation 5 masih memanfaatkan konsol mereka untuk memutar Blu-ray. Beberapa di antaranya bahkan memastikan membeli optical drive tambahan lebih awal karena khawatir stok menipis. Kondisi ini menggambarkan bahwa permintaan terhadap pemutar cakram belum sepenuhnya hilang, meski produksi perangkat standalone terus menyusut.

Penandaan UBP-X700/K sebagai “Discontinued” di Jepang menjadi penanda konkret bahwa Sony tidak lagi menyediakan jalur pembelian Blu-ray player baru di negara asalnya. Bagi pasar lain, ketersediaan bergantung pada sisa inventaris dan kebijakan masing-masing wilayah. Buffalo Americas, misalnya, secara eksplisit menyatakan komitmennya memasok optical drive untuk pasar Amerika, setidaknya untuk waktu dekat.

Yang jelas, lanskap pemutar Blu-ray kini semakin sempit. Sony, sebagai salah satu pendukung utama standar ini, telah menutup lini produksinya. Panasonic masih menjadi opsi, tetapi ceruk pasar yang ditinggalkan Sony tidak akan kembali seperti semula. Perubahan ini bukan soal format pengganti yang lebih canggih, melainkan soal bagaimana orang mengonsumsi film dan musik: lewat streaming yang praktis, dengan konsekuensi pada kepemilikan media fisik.

A genuine new Blu-ray drive

Bagi konsumen yang masih ingin memutar koleksi Blu-ray, pilihan perangkat baru terus berkurang. Sementara itu, industri bergerak ke arah distribusi digital yang mengandalkan koneksi internet dan langganan layanan. Perubahan ini berlangsung bertahap, tetapi arahnya sudah terlihat jelas lewat keputusan Sony Japan menandai Blu-ray player terakhirnya sebagai “Discontinued”.

[ META_DESCRIPTION]
Sony Japan menandai Blu-ray player terakhir UBP-X700/K sebagai discontinued. Era cakram fisik kian berakhir, digantikan kenyamanan streaming.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.