📑 Daftar Isi

Tampilan antarmuka aplikasi Spotify di layar smartphone dengan logo Spotify

Spotify Siapkan Fitur AI Remix, Pengguna Premium Kena Biaya Tambahan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Spotify dikabarkan meluncurkan fitur AI remix dan custom cover pada kuartal pertama 2027
  • Pengguna Premium dikenakan biaya tambahan US$4–US$5 per bulan
  • Peluncuran berpotensi bertepatan dengan Grammy Awards 7 Februari
  • Spotify masih berupaya meyakinkan artis dan label untuk adopsi teknologi AI
  • Respons pengguna di Reddit cenderung negatif terhadap fitur ini

Telset.id – Spotify dikabarkan akan menghadirkan fitur AI remix dan custom cover bagi pengguna Premium, dengan biaya tambahan sebesar US$4–US$5 per bulan. Rencana ini menandai langkah besar Spotify dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke layanan musiknya, meski respons awal dari calon pengguna terbilang dingin.

Menurut laporan Financial Times yang dikutip Android Authority, fitur AI remix Spotify ini diprediksi meluncur pada kuartal pertama 2027. Peluncuran disebut berpotensi bertepatan dengan ajang Grammy Awards yang digelar Minggu, 7 Februari, atau pada tanggal lain di periode yang sama. Detail waktu dan harga belum final, tetapi arah rencananya sudah jelas: Spotify ingin mendorong fitur ini secepat mungkin ke pasar.

Kabar ini berakar dari pengumuman Spotify pada Agustus lalu, ketika perusahaan menyatakan rencana menghadirkan fitur bertenaga AI yang memungkinkan pengguna membuat cover dan remix lagu secara kustom. Fitur tersebut, misalnya, bisa mengubah lagu dance di pustaka pengguna menjadi balada country, atau membuat artis favorit membawakan lagu milik penyanyi atau band lain.

A smartphone showing an AI artist profile page in the Spotify app, next to a large AI Persona tag

Biaya Tambahan dan Skema Bagi Hasil Artis

Biaya tambahan US$4–US$5 per bulan itu berlaku di atas langganan Premium yang sudah ada. Spotify disebut masih berupaya meyakinkan para artis dan label agar menerima teknologi ini. Rencananya, Spotify akan memberi imbalan kepada artis yang mengizinkan musiknya digunakan untuk keperluan AI.

Seorang analis yang dikutip Financial Times memperkirakan sekitar 7–8 persen pelanggan Premium di Amerika Serikat—yang jumlahnya diperkirakan mencapai 75 juta—bersedia membayar tambahan beberapa dolar untuk fitur ini. Angka tersebut menjadi gambaran awal potensi pasar fitur AI remix Spotify di pasar terbesarnya.

Namun, upaya meyakinkan bintang musik kontemporer ternyata lebih sulit dibandingkan mendapatkan partisipasi dari sejumlah artis senior mapan. Financial Times menyebut Olivia Rodrigo sebagai salah satu artis yang sebelumnya secara terbuka menentang penggunaan AI. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi dari kalangan musisi masih menjadi tantangan tersendiri.

Respons Pengguna Masih Dingin

Jika papan diskusi Reddit dijadikan indikator, minat pengguna terhadap fitur AI ini juga belum besar. Salah satu thread yang merespons laporan Financial Times dipenuhi komentar negatif dan rekomendasi untuk beralih ke layanan streaming musik alternatif. Ungkapan “Who wants this?” mewakili sebagian besar komentar, sementara kata “gross” dan “horrible” turut mewarnai diskusi.

Spotify tentu tidak perlu meyakinkan seluruh penggunanya untuk mengadopsi add-on AI ini agar tetap menguntungkan. Namun, seperti disiratkan laporan tersebut, mendapatkan dukungan dari para artis bisa jadi persoalan yang lebih besar. Hal ini sejalan dengan dinamika industri ketika platform musik harus menyeimbangkan inovasi teknologi dengan kepentingan para kreator.

Di sisi lain, Spotify tampak konsisten memperluas ekosistem layanannya. Sebelumnya, perusahaan telah menghadirkan aplikasi in-car native dan menghapus 50 juta lagu AI dari rekomendasi pengguna, yang menunjukkan upaya berkelanjutan dalam mengelola konten bertenaga AI di platformnya.

Rencana peluncuran fitur AI remix ini juga muncul di tengah persaingan ketat antarplatform streaming. YouTube dikabarkan tengah menyiapkan fitur audiobook yang menantang Spotify dan Audible, sementara Apple Music mengambil langkah tegas dengan mewajibkan pelabelan musik AI. Persaingan ini menempatkan Spotify pada posisi yang harus membuktikan bahwa fitur AI-nya benar-benar menambah nilai bagi pengguna maupun artis.

Dengan waktu peluncuran yang masih belum final dan harga yang belum dikonfirmasi, fitur AI remix Spotify akan menjadi ujian bagi perusahaan dalam menyeimbangkan inovasi, penerimaan artis, dan kesediaan pengguna membayar lebih. Bagi pengguna Premium, keputusan untuk merogoh kocek tambahan US$4–US$5 per bulan akan bergantung pada seberapa menarik fitur ini dalam praktiknya nanti.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.