📑 Daftar Isi

Sudo music player dengan desain klasik dan layar sentuh

Sudo, Pemutar Musik Baru Bergaya iPod Klasik Meluncur 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Sudo adalah pemutar musik baru dengan desain klasik dan fitur modern
  • Menawarkan penyimpanan 64GB, microSD hingga 1TB, dan baterai 20 jam
  • Dilengkapi clickwheel, layar sentuh 2,73 inci, jack 3,5 mm, dan USB-C
  • Deposit $50 untuk pemesanan, harga diperkirakan di bawah $250
  • Peluncuran dijadwalkan Oktober 2027 di AS, Kanada, Inggris, Australia, Selandia Baru

Telset.id – Sudo resmi diperkenalkan sebagai pemutar musik baru yang menggabungkan desain klasik dengan dukungan layanan streaming modern. Perangkat ini menawarkan penyimpanan internal 64GB, dukungan kartu microSD hingga 1TB, serta opsi mendengarkan musik secara offline maupun streaming melalui Sudo OS. Rencananya, Sudo baru akan dijual pada Oktober 2027 dan saat ini menerima deposit sebesar $50 untuk pemesanan unit di sejumlah negara.

Bagi pengguna yang merindukan era kejayaan pemutar musik digital, kehadiran Sudo menjadi alternatif yang menarik. Perangkat ini disebut sebagai perpaduan antara iPod Classic, Zune, dan Walkman, namun tetap membawa sentuhan modern seperti port USB-C dan dukungan untuk layanan streaming musik terbaik. Informasi ini diambil dari halaman produk resmi Sudo, sebagaimana dikutip dari Notebookcheck.

Dari sisi kapasitas, Sudo menyediakan penyimpanan internal 64GB untuk menyimpan koleksi lagu. Jika masih kurang, pengguna dapat menambahkan kartu microSD hingga 1TB. Konektivitas juga cukup lengkap dengan dukungan Bluetooth maupun headphone kabel. Perangkat ini tetap mempertahankan jack audio 3,5 mm di samping port USB-C untuk pengisian daya.

Desain Klasik dengan Sentuhan Modern

Secara dimensi, Sudo memiliki ukuran 103,5 mm x 58,6 mm x 8,5 mm (4,1 inci x 2,3 inci x 0,3 inci). Ukuran ini menempatkannya sangat dekat dengan wilayah pemutar MP3 klasik. Bagian bawah perangkat dilengkapi clickwheel yang memberi kesan khas iPod Classic, sementara layar sentuh 2,73 inci di bagian atas mengingatkan pada Zune.

Menurut pembuatnya, Sudo mampu memberikan waktu pemutaran hingga 20 jam dalam sekali pengisian daya. Pengguna dapat memutar musik secara offline maupun streaming langsung melalui Sudo OS yang terintegrasi dan dikembangkan khusus untuk perangkat ini.

Beberapa detail dan spesifikasi Sudo masih terbilang kabur, kemungkinan karena masih dalam tahap finalisasi. Perangkat ini tidak akan diluncurkan sebelum Oktober 2027. Meski demikian, pembuat Sudo sudah menerima deposit sebesar $50 (sekitar £38 / AU$72) untuk memesan unit di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Harga akhir diperkirakan di bawah $250 (sekitar £189 / AU$359) saat mulai dijual, dan deposit dapat dibatalkan hingga waktu tersebut.

Untuk pilihan warna, Sudo tersedia dalam empat opsi: Silver, Basalt, Forest, dan Tangerine. Salah satu pencipta Sudo juga telah menjawab pertanyaan di Reddit. Menurutnya, spesifikasi hardware dan software lainnya masih dalam proses pengembangan, dan opsi layar OLED sebagai pengganti LCD masih dipertimbangkan. Casing perangkat akan menggunakan bahan aluminium.

Meski ada kekhawatiran soal vaporware dari para pengguna Reddit yang ikut berdiskusi, sentimen umum terhadap Sudo terlihat positif. Namun, masih akan butuh waktu lama sebelum perangkat ini benar-benar bisa dicoba langsung.

Kehadiran Sudo menambah daftar pemutar musik yang mengusung desain klasik dengan fitur modern. Sebelumnya, ada pula pemutar musik hi-res yang sempat menarik perhatian di platform crowdfunding. Tren ini menunjukkan minat pasar terhadap perangkat audio dedicated masih cukup besar, bahkan di tengah dominasi streaming.

Sudo juga hadir di tengah dinamika industri musik digital yang terus berubah. Misalnya, perseteruan hukum antara Sony Music dan UMG dengan Suno terkait hak cipta model v6 menunjukkan bahwa ekosistem musik digital semakin kompleks. Di sisi lain, inisiatif seperti Apple Music Hall di London menegaskan bahwa pengalaman mendengarkan musik tetap menjadi fokus utama.

Dengan pendekatan yang menggabungkan nostalgia dan fungsionalitas modern, Sudo menargetkan pengguna yang ingin pengalaman mendengarkan musik lebih terarah tanpa gangguan notifikasi ponsel. Perangkat ini juga cocok bagi mereka yang masih menyimpan koleksi musik lokal dalam jumlah besar.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan Sudo di Indonesia. Pembuatnya masih fokus pada pasar Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Pengguna yang tertarik dapat memantau perkembangan resmi dari Sudo untuk informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi final dan tanggal peluncuran.

Dengan harga yang diperkirakan di bawah $250 dan kapasitas penyimpanan yang bisa diperluas hingga 1TB, Sudo berpotensi menjadi pilihan menarik bagi penggemar audio yang menginginkan perangkat khusus untuk musik. Namun, karena peluncurannya masih jauh, calon pembeli disarankan menunggu konfirmasi resmi sebelum melakukan pemesanan.

Kehadiran Sudo juga menjadi pengingat bahwa inovasi di segmen pemutar musik portabel belum sepenuhnya berhenti. Meski pasar smartphone mendominasi, perangkat seperti Sudo menawarkan pengalaman berbeda yang mungkin dirindukan sebagian pengguna.

Sebagai informasi, Sudo bukan satu-satunya perangkat yang mencoba menghadirkan kembali nuansa pemutar musik klasik. Ada pula inisiatif lain seperti Musical Spirograph yang menggabungkan seni geometris dan musik interaktif, menunjukkan bahwa eksplorasi di ranah audio terus berkembang.

Dengan segala spesifikasi dan rencana peluncurannya, Sudo menjadi salah satu perangkat yang patut dinantikan bagi penggemar audio. Namun, hingga informasi resmi berikutnya tersedia, calon pembeli sebaiknya mempertimbangkan dengan cermat sebelum melakukan deposit.

[ META_DESCRIPTION]
Sudo, pemutar musik baru bergaya iPod Classic dengan penyimpanan 64GB dan dukungan streaming, akan meluncur Oktober 2027. Simak spesifikasi dan harganya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.